Rossi Diingatkan Krusialnya Awal Lomba

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 Januari 2015 | 16:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Menghadapi lomba MotoGP, yang akan bermula dari Sirkuit Sepang, Malaysia, pekan kedua Februari 2015 mendatang, Valentino Rossi diingatkan untuk berhati-hati karena setiap awal balapan sering terjadi hal-hal krusial.

Bagi Carlo Penat, pengasuh Rossi dan Max Biaggi, walau Marc Marquez sangat mendominasi pada 2014 lalu, baginya hiburan di trek datang dari aksi-aksi yang ditampilkan oleh duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Carlo Penat, Senin, 12 Januari 2015, yang diwawancarai “crash” tentang bagaimana persaingan antara Marquez dan The Doctor musim depan, memberi tekanan bahwa persaingan itu adalah bagaimana Honda dan Yamaha bisa tampil superior.

Selama satu musim 2014, Marquez berhasil menang dalam tiga belas dari delapan belas seri secara keseluruhan. Bahkan dia sudah mengunci gelar juara dunia keduanya di MotoGP saat berlaga di sirkuit Motegi, Jepang dengan tiga seri yang tersisa.

Pujian demi pujian disematkan pada rider berjuluk The Baby Alien itu. Walau demikain, duo Yamaha bukannya tanpa perlawanan. Rossi sempat beberapa kali duel sengit dengan Marquez, sedangkan Lorenzo kembali menemukan top form-nya usai jeda tengah musim.

“Sangat indah. Marquez adalah seorang fenomena. Rossi sempat ingin pensiun dan kembali menemukan kebanggaan dalam dirinya. Kemudian ada Lorenzo yang terlihat sedikit berhati-hati. Musim lalu sangat lengkap. Bagaimanapun Pedrosa tidak memiliki kecepatan berada di tiga besar,” kata Carlo, seperti dikutip dari “crash.”

Lebih lanjut, pria yang kini menjadi penghubung dari tim-tim MotoGP Italia itu masih melihat ada kans bagi The Doctor untuk menyabet gelar dunia ke-sepuluh Rossi di seluruh kelas MotoGP, meski sulit.

Bagi pria kelahiran Genoa itu semuanya bergantung kepada kinerja dari masing-masing tim di seri-seri awal.

“Pertama-tama adalah usia. Tiga p[uluh enam tahun melawan Marquez yang dua puluh dua tahun, itu sangat jauh. Tetapi di atas semuanya itu harus dilihat bagaimana Yamaha akan bekerja. Jika mereka bisa berada dalam satu level dengan Honda sejak seri pertama, maka Vale akan beraksi sepanjang musim,” tandasnya.

Juara dunia MotoGP 2013 dan 2014, Marc Marquez, dalam kesempatan yang lain, kepada “crash” menganggap pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, sebagai pesaing terberatnya musim ini. The Baby Alien juga mengkhawatirkan ancaman dari Valentino Rossi dan Dani Pedrosa.

Lorenzo mengalami musim terburuknya di ajang MotoGP musim lalu sejak melakoni debut pada 2008. Pebalap dua puluh tujuh tahun itu hanya mampu meraih dua kemenangan dari delapan belas seri balapan.

Lorenzo tampil buruk di awal musim lalu. Bahkan pebalap asal Spanyol itu sudah tertinggal hingga empat puluh empat poin dari Marquez saat baru dua seri berlangsung.

“Kesalahan terbesar Lorenzo musim lalu adalah di paruh pertama musim, terutama sampai seri Italia. Setelah itu dia tampil kuat,” ujar Marquez seperti dilansir MCN.

Lorenzo mulai menunjukkan kualitas terbaiknya mulai seri kesembilan di Jerman. Sejak saat itu, Lorenzo berhasil meraih sembilan posisi podium, termasuk kemenangan di Aragon dan Jepang.

Namun, peluang juara Lorenzo sudah tertutup, karena Marquez berhasil meraih dua belas kemenangan beruntun di MotoGP 2014.

“Lorenzo sudah kehilangan banyak poin ketika itu, dan selalu sulit untuk mendapatkan poin sebanyak itu,” ucap Marquez.

Marquez juga mewaspadai penampilan Valentino Rossi, yang musim lalu menjadi runner-up. Kehadiran Dani Pedrosa juga dianggap Marquez sebagai salah satu ancaman untuk mempertahankan gelar juara dunia.

“Anda tidak pernah tahu penampilan Rossi. Saya mengharapkan penampilan seperti musim lalu, karena Rossi punya motivasi,” ujar Marquez.

“Pedrosa selalu konsisten, dan dia mungkin tidak akan pernah lebih buruk atau lebih baik daripada Anda. Tapi, saya tetap menganggap Lorenzo sebagai rival terberat,” sambungnya.

Kepala mekanik Valentino Rossi di Movistar Yamaha, Silvano Galbusera, mengakui timnya harus bekerja keras untuk bisa mengimbangi performa pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, di MotoGP 2015.

Dalam wawancara dengan Cycle World, Galbusera menyatakan Yamaha masih satu langkah di belakang Honda. Mantan direktur teknik Yamaha Superbike itu mengatakan, timnya harus bekerja keras untuk membuat Rossi tampil lebih kompetitif.

“Di akhir musim 2014, kami paham kalau Honda sedikit lebih baik dari Yamaha. Kami banyak berkembang sepanjang musim lalu, tapi kami harus melakukan langkah lebih lanjut untuk mengimbangi Honda, terutama dalam hal rem,” ucap Galbusera.

Pria asal Italia itu mengatakan, salah kunci sukses Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP dalam dua musim terakhir adalah kemampuannya dalam menikung. Galbusera menganggap gaya menikung Marquez aneh.

“Marquez mengerem sangat dalam. Hanya dia yang melakukannya. Dia masuk ke tikungan dengan cara yang tidak biasa. Seperti yang kita lihat, dia memaksakannya hingga batas akhir. Tapi, dia mampu melewati tikungan dan menghemat waktu,” ucap Galbusera.

Galbusera dipilih Rossi untuk menggantikan posisi Jeremy Burgess musim lalu. Galbusera yakin juara dunia kelas primer Grand Prix tujuh kali itu masih berpeluang merebut gelar juara dunia MotoGP musim ini.

“Rossi hanya tua di atas kertas. Setiap balapan, tes, dia selalu belajar. Dia dalam kondisi terbaiknya saat ini. Kami hanya perlu meningkatkan performa motor, dan memberi Rossi motor yang dia inginkan,” ucap Galbusera.

Komentar