Rossi dan Lorenzo Tak Tegur Sapa Lagi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Desember 2015 | 10:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Yamaha Movistar, menurut rencana, akan memisahkan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dalam tim yang berbeda pada balapan Motto GP musim mendatang karena, hingga kini, keduanya masih terlibat dalam “pertengkaran” berkepanjang yang bisa membuat penampilan buruk tim asal Jepang itu.

Hingga kini, seperi diungkapkan seorang petinggi Yamaha kepada “crash,” Kamis, 10 Desember 2015, perselisihan antara keduanya tak kunjung selesai.

Kedua pembalap Movistar Yamaha tersebut tak saling bertegur sapa

Menanggapi perselisihan ini, bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal akhirnya memberikan komentar.

Dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hukuman penalti yang diberikan kepada Rossi.

Hanya saja, diakui oleh Herve, memulai lomba dari posisi terakhir memang sangat menyulitkan Rossi. Terlebih saat itu, persaingan menuju tangga juara amat ketat.

“Bagi saya pribadi hukuman kepada Rossi cukup adil, tetapi memang start terlalu berat baginya,” ujar Herve seperti dilansir Crash.

“Rossi tidak akan memulai lomba dari grid terakhir jika dia tidak mendapatkan hukuman di Misano. Aturan poin penalti berlaku untuk semua orang,” ujarnya menambahkan.

Herve menilai, balapan musim lalu menjadi amat menarik.

Dan Rossi sebagai ikon dari Yamaha menjadi salah satu aktor di balik cerita yang luar biasa ini.

“Tahun ini sangat mengagumkan dengan perebutan gelar sampai seri terakhir. Dan tentu saja, salah satu pembalap yang terlibat dalam cerita ini adalah ikon kami, Rossi. Dia adalah kaisar kami.”

Sementara itu, “DORNA “ selaku promotor MotoGP sudah merilis daftar pembalap yang akan bersaing pada musim mendatang.

Nama rider yang bersaing ketat sepanjang musim lalu, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo masih tercantum membela Tim Movistar Yamaha pada MotoGP 2016.

Namun, ada kemungkinan The Doctor dan X-Fuera takkan berada satu tim meski masih terikat kontrak hingga dua tahun mendatang.

Seperti diberitakan Gazzeta World, Rossi dan Lorenzo bisa memutus kontraknya dengan Yamaha karena beberapa perubahan yang terjadi di ajang MotoGP.

Setidaknya ada dua perubahan yang terjadi di MotoGP musim depan, yakni pergantian dari ban Bridgestone ke Michelin serta sama ratanya perangkat elektronik .

Perubahan – perubahan itu membuat pembalap memiliki alasan untuk meninggalkan tim yang dibela saat ini.

“Sungguh bahwa kita masih perlu bekerja pada banyak hal. Terlebih Honda dan Yamaha adalah motor yang sangat sensitif di beberapa daerah seperti Wheel Control, kontrol traksi dan pengereman mesin,” lanjutnya.

Sekadar informasi, Rossi yang memenangkan sembilan gelar juara dunia balap motor terakhir kali merasakan manisnya predikat pembalap terbaik bersama Yamaha.

Setahun kemudian The Doctor bergabung bersama Ducati namun gagal mempersembahkan gelar

Di ajang MotoGP, tidak ada kontrak standar yang mengharuskan seorang pembalap bertahan hingga kontraknya berakhir. Rumornya, bukan Rossi yang berpotensi hengkang ke tim lain melainkan Lorenzo.

X-Fuera sempat dirumorkan akan hengkang ke Ducati. Sebab Direktur Proyek Ducati, Pablo Ciabatti, memiliki hubungan baik dengan Lorenzo.

Yamaha baru saja memasang perangkat elektronik anyar untuk motor Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang akan digunakan musim 2016.

Dengan ECU itu, Rossi dilaporkan merasa cocok.

Lorenzo yang berhasil merebut gelar juara dunia musim ini sebenarnya tidak ingin berpolemik panjang.

Namun, dia mengaku tidak ingin memulai perdamaian terlebih dulu karena merasa dalam posisi tidak salah.

“Saya tidak punya masalah dengan Rossi. Saya akan terima jika dia ingin datang dan berbicara,” ujar Lorenzo seperti dilansir Motorsport.

Pria asal Spanyol itu kemudian mencoba memberi penjelasan kronologi awal mula perseteruan ini muncul.

Sikap Rossi yang menuding dia dibantu oleh Marc Marquez di beberapa balapan sisa ternyata membuatnya jengkel.

Bahkan dia merasa The Doctor –julukan Rossi– sengaja melemparkan tudingan serupa agar dia dibenci oleh para penggemar olahraga adu kebut motor paling bergengsi di dunia ini.

“Sebelum GP Malaysia, hubungan kami baik. Hingga kemudian Rossi mengatakan bahwa Marquez membantu saya untuk menang, dan dia terus mengatakannya,” ungkap Lorenzo seperti dilansir Motorsport.

“Karena sikap Rossi saya diserang di media sosial, terutama dari fans Italia,” imbuh pembalap asal Spanyol itu.

Komentar