Rossi dan ‘Kebodohan’nya di Debut MotoGP

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 Maret 2018 | 08:32 WIB

Dibaca: 2 kali

Valentino Rossi kepada “crash,” bercerita tentang debutnya di MotoGP  dengan  mengingat kembali kala ia berada  di kelas primer Grand Prix.

The Doctor mengaku melakukan ‘kebodohan’ pada penampilan debut di Sirkuit Phakisa Freeway, Welkom, Afrika Selatan.

Rossi promosi ke kelas  lebih tinggi di delapan belas tahun lalu setelah menjadi juara dunia di kelas lebih bawah setahun sebelumnya.

Debut pebalap asal Italia itu di kelas primer Grand Prix di Afrika Selatan

Debutnya inic merupakan salah satu balapan terburuk Rossi. Namun, pebalap yang dijuluki The Doctor itu masih memiliki ingatan yang jelas apa yang terjadi pada balapan di Afrika Selatan tersebut.

“Balapan pertama saya di Welkom, Afrika Selatan, bersama sepeda motornya. Saya sangat ingat balapan itu karena saya memulai balapan cukup buruk. Tapi, kemudian saya mendapatkan catatan waktu lap terbaik dengan sepeda motor Honda dua tak,” ujar Rossi.

Rossi kemudian mengatakan melakukan ‘kebodohan’. Minim pengalaman di kelas primer, pebalap Movistar Yamaha itu mengaku memacu sepeda motor terlalu kencang hingga akhirnya terjatuh.

“Saya mendekat dengan para pebalap di depan, dan saya berpikir ‘Kenapa mereka sangat lambat?’. Saya kemudian terjatuh dan gagal finis. Dan sejak saat itu saya mengerti kalau pengalaman sangat penting, mereka punya kecepatan bagus dan saya terlalu cepat,” ucap Rossi.

Rossi mengaku banyak belajar dari balapan debut di kelas primer Grand Prix. Juara dunia Grand Prix sembilan kali itu kemudian menjadi runner-up musim itu di bawah Kenny Roberts Jr.

“Ketika itu saya kesulitan dalam mengatur kecepatan akselerasi, karena sepeda motor sangat besar  Saya juga kesulitan mengerti batas bagian depan karena sepeda motor lebih berat sulit,” ujar Rossi.

Sementara itu, seperti juga ditulis “crash,” Rossi  berharap Andrea Dovizioso meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Marc Marquez di Honda pada MotoGP musim depan.

Rossi yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun bersama Yamaha masih menyimpan ambisi meraih titel juara dunia kesepuluh dalam kariernya.

Dengan kontrak dua tahun ke depan, maka Rossi kembali antusias membicarakan kemungkinan yang bisa terjadi di musim depan.

Menurut Diario Gol seperti dikutip dari Daily Star, Rossi dikabarkan berharap Dovizioso meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Honda.

Bila hal itu terjadi, Rossi diyakini akan mendapatkan keuntungan karena adanya dua lawan terkuat dalam satu tim yang sama bisa menimbulkan potensi friksi di antara keduanya.

Bila Marquez dan Dovizioso nantinya sering bertikai di Honda, maka Rossi bisa mengambil keuntungan dari hal tersebut.

Dovizioso saat ini belum membicarakan masa depannya bersama Ducati. Pebalap Italia ini ingin mendapatkan kenaikan nilai kontrak setelah tampil sensasional di musim lalu.

Honda sendiri sudah menggenggam Marc Marquez untuk dua musim ke depan namun masih menahan pembicaraan perpanjangan kontrak Dani Pedrosa.

Hal ini yang kemudian mendorong spekulasi Honda ingin pebalap anyar untuk mendampingi Marquez.

Selain Honda, Dovizioso juga dikaitkan dengan Suzuki. Namun, juara MotoGP Qatar musim ini tersebut tetap mengutamakan pembicaraan dengan Ducati terlebih dulu. Saat ini Dovizioso adalah pebalap terbaik Ducati, mengungguli Jorge Lorenzo yang sudah tiga kali juara dunia MotoGP bersama Yamaha.

Dovizioso sendiri sukses memenangi GP Qatar setelah menaklukkan Marquez dalam duel di lap terakhir.

Sementara itu Valentino Rossi harus puas berada di posisi ketiga pada seri pertama MotoGP musim ini. Seri MotoGP kedua akan berlangsung di Argentina,  April mendatang.

Tentang adanya sindiran yang mengatakan dia terlalu tua untuk balapan di MotoGP  Rossi tak memungkiri cibiran negatif  itu

Namun, ia berjanji akan membuktikan diri di lintasan balap.

Kendati sudah menginjak usia 39 tahun, Yamaha resmi memperpanjang kontrak Rossi hingga 2020. Sebagian orang menyebut ini merupakan keputusan yang salah.

“Ketika ada berita pembaruan kontrak, memang benar ada seseorang yang mengatakan saya terlalu tua,” kata Rossi seperti dikutip Autosport.

“Yang penting, apa yang terjadi di lintasan. Saya percaya, karena saya tahu saya masih bisa melaju dengan cepat.”

“Masalah terbesar saat kita menua adalah masalah fisik. Tetapi saya percaya bila porsi latihan keras yang rutin saya lakukan lebih dari sepuluh tahun yang lalu akan membuat saya tetap bisa kompetitif hingga akhir,” tuturnya.

Rossi berhasil meraih tempat ketiga di bawah Andrea Dovizioso dan Marc Marquez yang berada di posisi pertama dan kedua pada MotoGP Qatar di Sirkuit Losail

Semula, Rossi berencana akan memutuskan masa depannya di MotoGP usai balapan ketiga MotoGP musim ini untuk mengetahui apakah dirinya masih bisa tampil kompetitif.

Juara dunia Grand Prix sembilan kali itu mengaku sempat tidak yakin akan memperpanjang kontrak dengan Yamaha dan bertahan di MotoGP. Namun, Rossi mengubah keputusannya jelang balapan di Qatar.

Komentar