Rossi Bicara tentang Kegagalan Jadi Juara

Penulis: Darmansyah

Kamis, 2 November 2017 | 09:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi secara terus terang menyatakan bahwa kegagalannya  jadi juara dunia MotoGP musim ini bukan karena insiden patah kaki.

Tanpa insiden itu, Rossi juga yakin ia masih mengalami kesulitan dalam perburuan gelar juara.

Rossi mengalami patah kaki sepekan jelang perlombaan di GP San Marino pada September lalu.

Hal itu membuat selisih poin antara Rossi dengan pesaingnya makin melebar.

Meski Rossi berhasil comeback di GP Aragon, hal itu tak mampu membuat Rossi menutup selisih poin yang sudah sangat jauh.

Dalam pandangan Rossi, insiden patah kaki yang menimpanya ternyata bukan faktor utama kegagalan meraih titel juara dunia MotoGP musim ini.

“Bila saya tak patah kaki saya rasa tak akan berubah jauh lebih baik karena saya mengalami banyak masalah musim ini. Sepanjang musim ini dan sebelum seri di Silverstone, saya sudah berkata bahwa saya tak cukup kuat untuk perburuan gelar juara dunia.”

“Secara realistis, bila saya tak patah kaki pun, saya tak bisa bertarung dalam perburuan gelar juara dunia karena saya tak cukup kuat musim ini,” ujar Rossi seperti dikutip dari Eurosport.

Kendala Rossi dan Yamaha musim ini adalah balapan dalam kondisi hujan dan juga adaptasi dengan ban.

Ada sejumlah seri ketika Rossi sudah yakin ia tak mampu tampil kompetitif sebelum lomba digelar seperti GP Spanyol dan GP Barcelona.

“Saya tak pernah bisa menjalankan dua seri beruntun dengan baik. Dalam pendapat saya, motor musim inids potensi yang tak buruk, namun masalahnya adalah motor ini tak bisa bekerja dengan baik bersama ban yang ada.”

“Kami tertinggal dari pabrikan lain dalam beberapa aspek. Di lintasan kering kami memang telah mempelajari beberapa hal penting, meski tak menutup kemungkinan musim ini adalah musim yang sulit,” ucap Rossi.

Selain berbicara tentang kegagalannya menjadi juara dunia, Rossi juga mengomentari Johann Zarco  yang tidak akan menerima tawaran menggunakan sepeda motor Yamaha M1 musim ini untuk menjalani MotoGP musim depan.

Zarco yang memperkuat Yamaha Tech 3 untuk kali kelima musim ini berhasil meraih hasil lebih bagus daripada dua pebalap tim pabrikan Yamaha, Rossi dan Maverick Vinales, setelah finis ketiga di MotoGP Malaysia, akhir pekan lalu.

Rossi dan Vinales terus mengalami kesulitan menggunakan motor M1  musim ini, terutama di kondisi trek yang basah, karena masalah cengkeraman ban belakang.

Sementara Zarco berhasil tampil impresif menggunakan sepeda motor M1

Musim depan Yamaha kemungkinan besar akan menawarkan Tech 3 sepeda motor M1  untuk digunakan Zarco dan rekan setimnya, Jonas Folger.

Tapi, Rossi yakin Zarco akan menolak tawaran Yamaha.

“Menunggangi sepeda motor musim ini di kondisi basah sangat tidak memungkinkan dan Zarco tidak bodoh. Sepeda motor M1 tahun lalu bekerja dengan baik di kondisi basah, jadi saya mengerti kenapa Zarco berharap tidak mendapatkan motor  tahun depan,” ujar Rossi dikutip dari Autosport.

Meski berstatus sebagai pebalap rookie di MotoGP musim ini, Zarco dianggap Rossi sudah memiliki banyak pengalaman terkait sepeda motor yang ingin digunakannya.

“Zarco merebut gelar juara dunia Moto2 pertamanya pada dua tahun silam, dan ketika Kalex ingin memberinya sepeda motor lalu, dia menolaknya. Kemudian dia menjadi juara dunia lagi,” ucap Rossi.

Zarco sendiri menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak Yamaha. Pebalap asal Perancis itu yakin Yamaha akan memberinya sepeda motor terbaik untuk musim depan.

“Jika Yamaha melakukan kesalahan dengan sepeda motor tahun ini, saya tidak yakin mereka akan memberikannya kepada Tech 3. Tidak masuk akal untuk Yamaha. Target utamanya adalah kami punya empat motor di grid dan keempatnya harus kompetitif,” ujar Zarco

Komentar