close
Nuga Sport

Rossi Belum Menyerah Kejar Juara

Valentino Rossi secara terus terang dan bersemangat mengingatkan bahwa ia  belum kehilangan kepercayaan diri dalam perburuan titel juara dunia MotoGP musim ini, terutama dalam  menghadapi Marc Marquez dan rival-rival lainnya.

Rossi masih ada di peringkat keempat, namun kini ia tertinggal dua puluh dua poin dari Marquez usai balapan GP Republik Ceko.

Keberhasilan Marquez jadi juara di Sirkuit Brno, plus hasil finis Rossi yang hanya di posisi keempat, membuat jarak Marquez-Rossi lebih lebar dibandingkan sebelumnya sepuluh poin.

“Tentunya akan lebih baik bila saya berada di posisi tertinggal angka.”

“Namun kompetisi perburuan gelar juara dunia masih sangat terbuka dan kami semua berjarak sangat dekat,” ujar Rossi seperti dikutip dari Motorsport.

Sumber kepercayaan diri Rossi lainnya adalah motor Yamaha YZR-M1 miliknya berada dalam performa bagus di GP Ceko.

Hal itu terbilang penting lantaran jarak antara GP Ceko dengan seri berikutnya, GP Austria, hanya satu pekan.

“Penting bagi kami untuk tampil kuat dan solid di minggu ini. Bila saja lintasan kering sejak awal tanpa flag to flag, maka saya bisa berburu podium.”

“Bahkan bila perlombaan berlangsung dalam lintasan basah, maka saya bisa berharap lebih dari itu,” tutur Rossi.

Rossi sendiri mengakui bahwa dirinya kurang piawai dalam perlombaan flag to flag.

“Sangat sulit untuk berlomba dalam kondisi flag to flag seperti ini. Saya rasa balapan flag to flag bukanlah poin terhebat yang ada dalam diri saya.”

“Namun pada akhirnya hasil yang saya dapat tidaklah buruk,” ucap Rossi

Rossi juga tak merasa senang karena bukan hanya dia yang melakukan kesalahan ketika melakukan pergantian sepeda motor pada balapan MotoGP Republik Ceko).

Rossi mengakui telah melakukan kesalahan pada balapan GP Ceko.

Pebalap gaek itu telat masuk pit untuk mengganti sepeda motor saat trek Sirkuit Brno mulai kering.

Alhasil, Rossi harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi.

Setelah telat mengganti sepeda motor, pebalap asal Italia itu sempat terpuruk hingga ke posisi empat belas.

Namun, Rossi akhirnya berhasil finis posisi empat.

Rossi mengakui balapan flag-to-flag bukan kondisi favoritnya. Bahkan Rossi menganggap dirinya pebalap paling bodoh dalam kondisi balapan flag-to-flag.

Namun Rossi kini senang, karena ada sejumlah pebalap lainnya yang juga melakukan kesalahan.

Pada balapan GP Ceko, Rossi baru masuk pit untuk melakukan pergantian sepeda motor pada lap keenam bersama Andrea Dovizioso.

Sementara pebalap Tech 3 Yamaha, Johann Zarco, melakukan kesalahan lebih buruk dengan baru masuk pit satu lap kemudian.

“Saya senang kali ini, karena biasanya hanya saya pebalap yang bodoh di kondisi flag-to-flag. Kali ini ada empat atau lima pebalap. Kami berbagi nama ‘Keledai Bodoh’. Kali ini, seperti yang saya bilang, kami tidak beruntung,” ujar Rossi seperti dilansir Crash.net.

Rossi mengaku pada balapan GP Ceko dia berusaha mematuhi perintah tim untuk masuk pit, berbeda seperti ketika dia tidak menggubris permintaan tim untuk masuk pit pada balapan GP Jerman musim lalu.

Rossi mengatakan kali ini tim Yamaha telat untuk menunjukkan perintah masuk pit. Andai pengumuman di papan datang lebih cepat, The Doctor mengaku bisa masuk pit pada lap kelima, bukan lap keenam.

“Balapan sangat sulit. Saya menekan sejak awal hingga akhir balapan. Sangat disayangkan karena seharusnya kami bisa meraih poin lebih banyak dan naik podium. Tapi, kondisinya seperti ini. Mengingat kondisinya, finis keempat tidaklah buruk,” ujar Rossi.

Valentino Rossi secara terbuka juga  mengakui Marc Marquez merupakan pebalap paling pintar saat ini.

Rossi hanya sanggup finis di posisi keempat pada GP Rep.Ceko di saat Marquez mampu jadi yang terbaik.

The Doctor mengakui bahwa momen pergantian motor antara keduanya jadi momen penting di balik terciptanya hasil balapan di GP Rep.Ceko.

“Marquez adalah pebalap paling cerdik jadi saya tidak akan terkejut ketika melihat dirinya telah memutuskan taktik sebelum pebalap lain.”

“Marquez bukan hanya yang terbaik untuk saat ini, namun juga yang terpintar,” kata Rossi seperti dikutip dari Republicca.

Marquez mengganti motor di lap kedua dan langsung bisa memangkas waktu yang terbuang akibat masuk ke pit. Sementara itu, Rossi membuang waktu terlalu lama dengan bertahan di motor pertama.

Alih-alih menciptakan selisih waktu yang signifikan saat pebalap lain masuk pit, Rossi justru dengan mudah tersusul oleh para pebalap yang mengganti motor.

Ketika Rossi sudah berhasil melejit ke urutan keempat, The Doctor tak punya cukup waktu untuk mengejar tiga pebalap lain yang sudah terlalu jauh di depan.

Rossi mengakui bahwa keputusan untuk baru masuk ke pit pada lap keenam jadi blunder baginya.

“Satu lap itu berarti saya kehilangan 10 detik jadi hal itu yang menjelaskan situasi saya di balapan ini.”

“Bila saya masuk pit satu lap sebelumnya, maka saya masih punya kemungkinan untuk bertarung dalam perburuan podium,” ujar Rossi meyakini.

Tags : slide