Rossi Abaikan Latihan Bebas MotoGP

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Mei 2017 | 09:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi mengubah peta persaingan balapan MotoGP musim ini dengan mengabaikan perseteruan di sesi latihan bebas dan lebih fokus dengan lomba sebenarnya untuk meraih podium.

“Saya ingin podium bukan latihan bebas,” ujar Rossi seperti ditulis “crash,” 02 Mai.

Strategi Rossi ini merupakan pengulangan dari yang pernah ia lakukan beberapa tahun silam kala bersaing dengan  Sete Gibernau di Jerez, Spanyol.

Rossi dan Giberneu sempat terlibat perseteruan sengit ketika mengaspal di Jerez pada dua belas tahun silam

Saat itu kedua pembalap bersenggolan pada tikungan terakhir di lintasan terakhir  dan membuat Gibernau terjebak masuk gravel.

Itulah kisah yang tak akan pernah terlupakan

Seiring waktu, Rossi memiliki beberapa musuh sebut saja Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. The Doctor bahkan menuding The Baby Alien kongkalikong untuk membantu X-Fuera

Sekarang pemandangan itu masih menghiasi layar kaca saat sirkus MotoGP saling berebut podium di setiap seri.

Tapi, bedanya ada pembalap fenomenal yakni Maverick Vinales yang mampu mengubah pandangan pengamat MotoGP.

Gesekan inilah yang harus diwaspadai Rossi jika ia tidak ingin posisinya dikudeta Vinales atau Marquez saat menjalani balapan di MotoGP Jerez akhir pekan ini.

Apalagi, Vinales dan Marquez berstatus pembalap tuan rumah di Jerez dan hanya terpaut tipis dari The Docto

Tapi, bagaimanapun bukan waktu sebentar buat Rossi untuk bisa menempati posisi pertama. Hal itu sebagaimana dikatakan juara dunia tiga kali Wayne Rainey.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Marca baru-baru ini dia menjelaskan bahwa ia memiliki kecerdikan dalam menempatkan situasi.

Rainey membeberkan jika Rossi selalu mengalami kesulitan selama menjalani sesi latihan bebas dan kualifikasi. Tapi, itu tidak memiliki kepentingan yang sama ketika tampil di hari Minggu.

“Rossi selalu merujuk pada balapan di hari Minggu. Dia terkesan mengabaikan hasil buruk di latihan bebas dan kualifikasi. Usia dalam hal ini tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur, saya masih ingat ketika saya mendekati akhir karier saya,” ungkap Rainey.

“Saat itu saya terobsesi meskipun situasinya saya tidak yang tercepat. Saya selalu mengatakan kepada diri sendiri bahwa berada di posisi kelima sudah baik buat saya. Tapi hari Minggu saya harus memberikan seratus persen” jelas Rainey.

Berada di podium pertama menjadi harga mati buat Valentino Rossi saat tampil di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan depan.

Pembalap tertua pada ajang MotoGP musim ini bisa dikatakan sebagai penguasa Jerez.

Sembilan kemenangan telah diraih di empat kelas berbeda. .

Dengan catatan enam kemenangan MotoGP, Rossi merupakan pembalap non-Spanyol tersukses di Sirkuit Jerez.

Hanya ada tiga pembalap non-Spanyol yang pernah memenangi balapan di Negeri Matador.

Melihat statistik Rossi selama mengaspal di Jerez, pembalap yang dikenal dengan julukan The Doctor punya peluang untuk mencetak kemenangan perdananya di musim ini.

Tapi ada hal unik dalam lima musim terakhir.

Karenanya pimpinan klasemen sementara MotoGP musim ini harus mewaspadai musuh bebuyutan mereka seperti Marc Marquez dan Maverick Vinales.

Valentino Rossi tidak khawatir kehilangan statusnya sebagai legenda MotoGP. Pembalap Yamaha Movistar itu percaya persaingan ketat akan menguntungkan semua pihak.

Menurutnya, ada tujuh hingga delapan pembalap yang memiliki kemampuan untuk menjadi juara dunia.

Artinya, persaingan musim ini hampir menyerupai capaian tahun lalu dimana ada sembilan pembalap yang sukses naik podium pertama.

Menariknya, Rossi tak merasa tersaingi jika ada banyak pembalap yang bersaing merebut podium.

Diakuinya, itu akan menambah daya tarik penonton untuk menyaksikan ajang balap motor paling bergengsi di dunia.

“Seperti biasa levelnya sangat tinggi terlebih lagi tahun ini. Anda bisa memiliki tujuh atau delapan pembalap yang bisa memenangkan perlombaan dan memperjuangkan kejuaraan. Ini bagus dan kami harus berusaha bertahan di grup itu,” ujar Rossi seperti dikutip dari Motorsportweek.

“Bagi saya semua pembalap punya peluang yang sama yakni Mar Marquez, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, Cal Crutchlow dan Andrea Iannone. ”

“Ditambah Andrea Dovizioso dapat menang dalam kondisi normal, tapi bagaimanapun ini masih terbuka untuk semua orang. Pedrosa tentu saja masuk hitungan, dia dalam kondisi prima sejak pramusim,” Rossi mengakhiri.

Sikap Valentino Rossi campur aduk menanggapi rekor sebagai pembalap tertua  yang menguasai puncak klasemen MotoGP.

Rossi merasa gelar tersebut sebagai kehormatan sekaligus menjadi sinyal peringatan.

“Di satu sisi, menjadi pembalap tertua yang berhasil memimpin klasemen sejak tahun ’49, adalah berita yang membuat saya bahagia. Tapi di sisi lain ini menyedihkan, karena itu berarti saya sudah tua. Saya lebih suka jika menjadi yang termuda, tapi saya rasa ini cukup adil,” kata Rossi seperti dikutip dari Radio Deejay,.

Rossi sangat senang mampu menduduki puncak klasemen MotoGP musim ini Apalagi sebelumnya, pembalap berjuluk The Doctor itu tidak menduga bisa menjangkaunya.

“Sebenarnya ini adalah hasil yang tidak saya harapkan, karena dalam sesi pengujian saya selalu berjuang untuk beradaptasi dengan motor baru ini. Jadi saat balapan saya hanya bertekad untuk melaju secepatnya tanpa terjatuh,” pungkas Rossi.

Namun Rossi sadar tugasnya belum usai. Sebab musim ini MotoGP masih menyisakan banyak seri. The Doctor bahkan sudah tidak sabar menantikan balapan di Eropa.

“Sekarang akan datang waktu terbaik musim ini, karena kami akan segera memulai balapan di Eropa. Di sana ada budaya yang sama sekali berbeda dan suasana yang sama sekali berbeda dari balapn-balapan sebelumnya,” ungkap Rossi.

Komentar