Ritual Aneh Marquez Sebelum Balapan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:20 WIB

Dibaca: 1 kali

Marc Marquez selalu memiliki trik khusus untuk menghilangkan stres sebelum balapan MotoGP berlangsung.

Bukan bermain game atau mendengarkan musik, melainkan memejamkan mata alias tidur sebagai ritual yang hampir selalu dilakukannya.

Marquez bercerita tentang mekanik yang terkejut ketika menemukan dirinya tertidur pulas di garasi sebelum balapan MotoGP berlangsung.

Menurutnya, semakin dia rileks maka ia akan tampil bagus di lintasan balap.

“Semakin saya rileks, semakin baik saya mengemudi. Beberapa kali saya berhasil tertidur di garasi sebelum balapan,” tutur Marquez dikutip dari Speedweek

Pembalap asal Spanyol ini menyebut, para mekanik menyebut ritualnya ini aneh. “Mereka hampir tidak bisa memercayainya.”

Ditambahkan, tidur merupakan cara untuk membangun keseimbangan sebelum balapan MotoGP. Tapi anehnya, dia selalu sulit untuk menghilangkan ketegangan.

Meski begitu, Marquez menilai itu wajar bagi seorang pembalap yang berada di kelas utama MotoGP. Pasalnya, dia harus tetap fokus menjaga irama balap dengan kecepatan penuh. Kendati demikian, mental memainkan peran penting pada baapan.

“Menghilangkan ketegangan jauh lebih sulit ketimbang menjaga mental. Anda harus membuat keputusan dalam kondisi fisik ekstrem ini,” pungkas Marquez.

Sebelumnya, pebalap Repsol Honda Marc Marquez ingin tiru gaya rivalnya Andrea Dovizioso.

Pebalap yang sedang dalam performa terbaiknya ini mengakui dirinya belum sehalus Dovizioso di MotoGP musim ini

Marquez buka suara setelah mengamankan posisi juara MotoGP Thailand, Minggu

Pebalap asal Spanyol ini berhasil meraih posisi utama setelah menyalip Dovizioso di lap terakhir.

Pebalap asal Spanyol itu menilai teknik pengereman terakhir yang dilakukan bisa dibandingkan dengan pebalap legendaris Kevin Schwantz. Ia juga mengakui meniru beberapa aspek Dovizioso seperti teknik Wayne Rainey-Esque.

“Saya mungkin lebih seperti Schwantz karena saya mengerem lebih banyak saat mencapai batas dan pengereman spesial tersebut dimiliki setiap orang.” ujar Marquez seperti dikutip Motorsport.

“Tentu tahun lalu dan tahun ini kami miliki pertarungan yang baik dan itu hal bagus karena pertarungan selalu terjadi hingga akhir tikungan,” ujar pebalap asal Spanyol tersebut.

Marquez menilai pertarungannya dengan Dovi selalu ketat hingga garis akhir. Meski sama-sama ngotot namun kedua pebalap tetap saling menghormati hingga akhir balapan.

“Kami memiliki gaya balapan dan motor yang berbeda dan dia memiliki poin tertentu yang sangat kuat. Saya juga memiliki hal kuat tertentu, jadi ini membuat situasi di mana kami dapat bermain dengan cara yang baik untuk mengatasi yang lainnya.” jelasnya.

Marquez menegaskan ingin seperti Dovi yang memiliki teknik mengendarai lebih halus.

“Target saya adalah mencoba merubah gaya dan ingin lebih seperti Dovi, yakni halus, lebih menyandar sedikit dan cepat. Tapi saat ini, itu tidak mungkin.” ujarnya.

Sementara Dovizioso mengatakan gaya balapan Marquez merupakan buah pengembangan yang dilakukan Honda dan metode perspektif masing-masing tidak dapat terjadi pada motor satu sama lain.

“Gaya mengendarai adalah hal lain, karakteristik motor adalah cerita lain. Keduanya menciptakan perbedaan yang besar, karena saya pikir gaya berkendaranya (Marquez), akan sesuai dengan gaya Honda, sangat lincah dan aggresif,” ujar Dovizioso.

“Dia mampu melakukan hal tersebut, dia yang terbaik dalam melakukannya. Tapi hal itu juga akan mengubah gaya balapannya selama bertahun-tahun di MotoGP, cara tersebut, motornya, dan gaya mengendarainya.”

Dovizioso menilai gaya balapannya lebih santai dari Marquez. Namun, teknik yang harus digunakan bisa berubah sesuai dengan karakter tunggangannya masing-masing.

“Gaya balapan saya lebih sedikit lebih santai dan Anda harus mengendarai motor saya seperti itu. Anda tidak dapat mengendarai Ducati dengan agresif dan berpikir saya tidak dapat mengendarai Honda dengan cara yang sama seperti saya mengendarai Ducati.”

Komentar