Repsol Honda Sedang Kacau Balau

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Mei 2015 | 16:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Repsol Honda memasuki masa suram di tengah perjudian Marc Marquez dan munculnya friksi oleh kehadiran kembali Dani Pedrosa yang kacau balau dalam lomba MotoGP 2015 pada seri keempat di Le Mans, Paris, Minggu malam WIB, pekan lalu.

Masa suram Repsol Honda ini dimulai dari seri pertama, Sirkuit Losail GP Qatar, dimana Marc Marquez diasapi oleh Valentino Rossi.

Penderitaan Honda makin menjadi-jadi di seri ke empat di Jerez Circuit dan seri kelima di Le Mans.

Andrea Dovizioso, rider Ducati, meyakini motor RC213V milik tim Repsol Honda tidak sehebat dulu lagi. Menurut Dovi, kekurangan tersebut tertutupi lantaran talenta luar biasa sang pembalap, Marc Marquez.
Musim lalu, Honda praktis mendominasi ajang MotoGP.

Sebanyak tiga belas kemenangan diraih Marquez, plus satu melalui Dani Pedrosa. Musim ini, Baby Alien – julukan Marquez baru mengoleksi dua podium dari lima serie pertama.

Dovi yakin ada masalah di sektor teknis RC213V, yang membuat prestasi Repsol Honda hancur lebur.

“Musim ini, saya rasa talenta Marquez bisa menyembunyikan semua kekurangan Honda. Dia luar biasa berbakat, agresif, dan juga pernah juara di semua kelas. Dia satu-satunya pembalap yang mampu melaju cepat.”

“Saya yakin musim ini Honda memang tidak punya keseimbangan yang sempurna,” ujar rider berjuluk The Little Dragon mengutip Crash, Selasa, 19 Mei 2015.

“Honda selalu bisa lolos dari lubang jarum musim ini, saya pikir cukup fair kalau kita bilang itu murni karena Marc. Meski tak sedominan musim lalu, tapi dia tetap bisa kompetitif. Itu harus diapresiasi,” ujar rider asal Italia itu, yang juga pernah membela panji Repsol Honda tersebut.

Saat ini, Marquez bercokol di peringkat keempat klasemen sementara. Dia tertinggal tiga puluh tiga poin dari rider legendaris Movistar Yamaha, Valentino Rossi yang ada di puncak.

Sebelumnya, Marc Marquez, kecewa karena gagal meraih podium tertinggi di MotoGP Prancis, Minggu 17 Mei 2015. Tak hanya gagal jadi juara di sirkuit Le Mans, juara bertahan MotoGP itu juga finis di luar tiga besar.

Wajar memang kalau the Baby Alien gusar, karena dia meraih hasil impresif di sesi kualifikasi dengan meraih pole position. Start dari posisi pertama di balapan, ia malah mengalami masalah pada bagian depan motor RC213V-nya dan sempat melorot ke posisi enam.

Marquez pun harus bersusah payah memperbaiki posisi. Rider berdarah Spanyol itu bahkan sempat tertinggal jauh dari pembalap Monster Yamaha Tech 3, Bradley Smith. Di pertengahan balapan, Marquez sempat terlibat aksi salip-menyalip yang begitu sengit dengan Smith dan rider Ducati, Andrea Iannone.

“Temperatur saat balapan meningkat tajam, dan kami (Honda) tak mengalami kondisi ini sepanjang akhir pekan sesi latihan bebas dan kualifikasi. Pada lap keempat, saya menyadari ada masalah di bagian depan motor. Sepertinya banyak rider yang mengalaminya, kebanyakan terjatuh dengan masalah yang sama,” ungkap Baby Alien mengutip laman resmi MotoGP.

“Kami tahu dengan naiknya temperatur, segala kondisi bisa berubah. Tapi, saya pikir kami bisa lebih baik, namun faktanya kali ini malah lebih buruk dari perkiraan. Kami harus belajar banyak dari seri ini, terutama dari data yang kami kumpulkan. Kami harus bangkit dan segera mengejar ketertinggalan dari Yamaha. Saya yakin kami masih punya waktu,” tandasnya.

Selain dengan masalah tunggangannya, Marquez, meyakini bahwa ada atau tidaknya sang tandem, Dani Pedrosa, tak akan memberi pengaruh pada dirinya. Meski demikian, Baby Alien – julukan Marquez – tetap berharap kalau Pedrosa bisa segera kembali fit.

Seperti diketahui, Pedrosa yang menjalani pemulihan cedera arm pump absen di MotoGP Austin, Argentina dan Jerez. Meski ditemani rider Jepang, Hiroshi Aoyama, di tiga serie tersebut, Marquez sebenarnya “bertempur sendirian” melawan duo Movistar Yamaha dan Ducati.

Ketika ditanya apakah absennya The Spanish Smurf – julukan Pedrosa – merupakan kerugian, Marquez membantahnya.

“Ada Dani atau tidak, tak akan ada bedanya. Kami memang satu tim, tapi kami bekerja sendiri-sendiri. Kami punya motor yang sama, tapi punya setting-an yang sangat-sangat berbeda. Saya tidak merasa sendirian, absennya Dani sama sekali tidak ada hubungannya dengan performa saya yang dibilang menurun” jelas juara bertahan MotoGP ini.

“Meski begitu, saya berharap Dani bisa kembali fit seratus persen di Le Mans. Dia sudah memastikan akan kembali balapan, tapi kembali ke ritme setelah absen cukup lama pasti sulit” ujarnya.

crash, motogp.com dan mcn

Komentar