Red Bull Racing Hapus “Team Order”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 April 2013 | 15:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Perseteruan “duo” pebalap Red Bull Racing makin tak terkendali, usai Sebastian Vettel mengungkapkan tidak akan mematuhi “team order” dalam balapannya di Grand Prix China akhir pekan ini. Pernyataan Vettel ini langsung di respon directur motorsport  Red Bull, Helmut Marko, yang mengatakan, mereka tidak akan lagi menggunakan team order “Multi-21” seperti di Sepang, Malaysia, dua pekan lalu.

Kepada majalah olahraga Jerman “Bild,” edisi Jumat,  Helmut Marko menegaskan, “Tak akan ada lagi team order. Kami sudah sepakat akan menyerahkan kepada pebalap bagaimana mereka harus menyelesaikannya di sirkuit. Kami tidak akan mecampuri urusan adu cepat di antara mereka”

Saat GP Malaysia, Sebastian Vettel mengabaikan instruksi tim agar dia tetap berada di belakang rekan setimnya, Mark Webber, yang waktu itu memimpin lomba. Vettel akhirnya menjadi juara setelah menyalip pebalap Australia itu. Inilah yang menimbulkan kontroversi.

Vettel kepada media di Sanghai menjelang latihan bebas pertama, mengaakui dia memang tidak mematuhi perintah yang datang dari “paddock.” Ia beralasan, Webber juga pernah berbuat hal yang sama.

Pemilik tim, Dietrich Mateschitz, sangat tidak senang dengan hal itu kerena perbuatan Vettel  itu menjadi pusat perhatian media. Pebalap Jerman ini sudah minta maaf kepada tim dan Webber, setelah lomba di Sirkuit Sepang, Malaysia, tapi tidak menghentikan permusuhan kedua sehingga Mark, seperti diungkapkan sebuah media di Australia, akan hengkang dari Red Bull musim depan.

Team principal Christian Horner berkali-kali mengatakan persoalan telah selesai. Menurut dia, kini Red Bull menatap seri-seri selanjutnya tanpa ada friksi. Akan tetapi, aroma kontroversi itu masih tersisa, seperti yang terlihat dalam konferensi pers FIA di Sanghai Kamis, ketika Vettel tidak hadir bersama Webber.

Sementara itu team principal Ferrari, Stefano Domenicali, mengakui bahwa masalah “Multi-21” membuatnya tersenyum. Dulu, Ferrari pernah melakukan hal serupa,  dan  mengundang kecaman publik.

Pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel, mengatakan dirinya mungkin akan melakukan hal yang sama dan mengabaikan team order jika diminta bertahan di belakang rekan setimnya, Mark Webber. Pebalap Jerman ini terkesan ingin membalas dendam dengan apa yang pernah dilakukan Webber.

Berbicara menjelang GP China akhir pekan ini, Vettel mengatakan bahwa Webber pun pernah mengabaikan perintah tim dari pit wall.”Saya sangat menghormati Mark sebagai seorang pebalap, tetapi saya pikir ada lebih dari satu kejadian di masa lalu ketika dia seharusnya membantu tim tetapi tak dilakukannya,” ujar Vettel.

“Ini balasan? Mungkin anda bisa mengatakan demikian. Tetapi seperti yang saya jelaskan setelah balapan, menurutku selalu terbaik untuk jujur. Mungkin kadang-kadang kebenaran itu bukan hal yang orang inginkan untuk mendengarnya, karena seperti yang anda lihat kontroversi lebih populer dibandingkan kebenaran,” kata Vettel.

Vettel menjelaskan, saya seorang pebalap dan harus focus untuk  meraih kemenangan. Saya mendapat panggilan radio yang memang saya dengar, tetapi saya tak memahaminya waktu itu.
“Saya seharusnya mengerti, itulah mengapa saya minta maaf kepada tim karena dalam aksiku saya lebih mementingkan diri sendiri daripada tim. Apakah anda percaya kepadaku atau tidak, terserah anda,” kata juara Formula One tiga kali iyu.

Vettel pun dengan kalimat yang sinis mengungkapkan i bahwa dirinya tak pernah mendapat dukungan dari Webber. Selama ini, dukungan tersebut hanya datang dari tim, dan Red Bull  yang memang harus memberikan support yang sama kepada dua pebalapnya. Jadi, Vettel tetap pada pendiriannya bahwa dia takkan “menyerah” untuk meraih kemenangan.

 

 

Komentar