Prediksi, Rossi-Marc Masih Jadi Pesaing

Penulis: Darmansyah

Kamis, 28 Januari 2016 | 09:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi dan Marc Marquez diprediksi akan kembali menjadi dua pesaing yang akan memenangkan lomba MotoGP musim ini di tengah tuntutan terhadap otoritas balapan untuk segera membuka insiden Sepang secara terbuka ke publik.

Laman situs moto sport terkenal “crash,” Kamis, 28 Januari 2016, yang mengutip, Cal Crutchlow, menulis, Rossi dan Marquez masih berada di atas para pebalap lainnya untuk memenangkan setiap lomba.

Selain keduanya, Crutchlow, juga menunjuk nama lainnya, pembalap Repsol Honda, Daniel Pedrosa.

Seperti diketahui sejak mentas di kelas MotoGP, Pedrosa memang belum pernah merasakan menjadi juara dunia.

Sebab, pemilik julukan The Little Spaniard itu hanya mampu meraih status runner up selama tiga musim.

Meski begitu tak lantas mengubah kekaguman Crutchlow kepada sosok Pedrosa. Pembalap asal Inggris itu tetap yakin bahwa Pedrosa memiliki kans besar untuk meraih titel juara dunia MotoGP pertamanya di tahun ini.

“Apabila saya harus memilih seseorang, Dani Pedrosa adalah juaranya pilihan saya. Sebab, dia tidak menekan ban depan. Sesederhana itu saja. Dan Dani sangat mengenal karakter Michelin dengan baik,” ucap Crutchlow.

“Dia tidak mengambil risiko yang begitu besar. Jadi, saya akan menjagokan Dani untuk menjuarai olahraga ini, jika saja dia punya segalanya untuk bisa lebih kompetitif. Tapi jelas ada banyak pembalap yang mampu bersaing,” sambung pembalap berusia tiga puluh tahun tersebut.

“Kupikir Marc Marquez, Rossi,akan sama seperti tahun lalu. Itu prediksi saya. Saya tidak tahu yang mana,” tuntasnya.

Walaupun akan bersaing pada musim balapan tahun ini, Rossi dan Marquez tetap saling menghormati setelah terlibat insiden di Sepang, Malaysia pada MotoGP tahun lalu.

Selepas insiden tendangan yang dilepaskan The Doctor ke setang motor RC213V milik Marquez, hubungan keduanya langsung memanas.

Ditambah komentar Rossi yang menyudutkan Marquez karena dianggap membantu Jorge Lorenzo meraih gelar juara MotoGP 2015, segalanya semakin panas.

Mantan teknisi ban Bridgestone di Yamaha, Pit Baumgartner, tak percaya hubungan panas keduanya akan terus berlanjut.

Menurutnya Rossi dan Marquez diketahui saling mengidolai.

Marquez mengganggap Rossi sebagai panutan. Sementara Rossi menilai Marquez sebagai pembalap muda bertalenta dan layak menggantikannya sebagai ikon MotoGP.

Karena itu, tak ada alasan bagi keduanya untuk tidak saling menghormati. Apalagi seri pembuka MotoGP 2016 segera digelar di Sirkuit Losail, Qatar pada 20 Maret mendatang.

Sangat disayangkan jika tensi panas masih menghiasi pikiran keduanya saat memulai musim baru.

“Hubungan panas antara Marquez dan Rossi ditandai dengan rasa saling menghormati. Setidaknya hal itu saling menghormati telah ditunjukkan keduanya,” jelas Baumgartner seperti mengutip dari Speedweek.

Tentang keputusan Rossi yang menendang motor Marquez

Menurut Baumgartner, Rossi layak kesal karena sebelum terjadinya insiden, Baby Alien –julukan Marquez– tampil agresif untuk menutup pergerakan rider berpaspor Italia.

Padahal saat itu Marquez dinilai sanggup melewati Rossi dan tak harus terlibat adegan balapan.

“Cara Marquez membalap di Malaysia membenarkan Rossi untuk melakukan hal itu tendangan,” jelas Baumgartner.

Tentang telah ditutupnya kasus insiden yang melibatkan Valentino Rossi dengan Marc Marquez dalam GP Malaysia Giacomo Agostini ternyata mendukung keputusan Honda untuk tidak lagi mempersoalkannya.

Federation of International Motorcycling mendukung penuh keputusan Honda yang tidak membeberkan telemetri insiden Rossi dengan Marquez.

“Mereka ingin menutup kontroversi karena jika terus terbuka, itu akan buruk. Semua orang melihat apa yang terjadi di Sepang dan itu tidak bagus. Anda harus berada di motor untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata Agostini, seperti dilansir Motoscene, Kamis, 28 Januari 2016.

“Anda harus memahami tensi yang terjadi saat balapan. Faktanya mereka bertarung demi kemenangan Waktu masih aktif, saya juga kerap melakukan kontak.”

“Ketika itu terjadi kepada saya, saya jadi marah dan itulah balapan. Akan sangat sulit jika kejadian musim lalu akan kembali terulang,” jelasnya.

Komentar