close
Nuga Sport

Podium ke 200 untuk Rossi, Spektakuler

Sulit tertandingi.

Itulah yang ditorehkan Valentino Rossi di Sirkuit Jerez, MotoGP Spanyol, Minggu malam WIB, 03 Mei 2015, ketika “The Doctor” ketika menggapai sebuah prestasi spektakuler, podium ke-2000 dalam karir balapnya di grand prix.

Rossi tidak tampil sebagai pemenang. Tapi ia memenangi sebuah pencapaian yang sangat sulit untuk digapai oleh pebalap manapun dalam waktu yang singkat.

Di Sirkuit Jerez, Rossi menyentuh garis finis di posisi ketiga.

Rider Movistar Yamaha itu pun naik podium bersama Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, yang masing-masing finis pertama dan kedua.

Bagi Rossi, itu adalahi ke-200 kalinya dia naik podium dalam kariernya. Dia menjadi pebalap pertama dalam enam puluh tujuh tahun sejarah balapan grand prix yang mencapai jumlah tersebut.

Hasil di Jerez membuat Rossi tetap memimpin klasemen pebalap. Dia telah mengumpulkan delapan puluh dua poin dalam empat seri musim ini, unggul lima belas poin atas Andrea Dovizioso yang berada di posisi kedua dan dua puluh poin atas Lorenzo yang duduk di posisi ketiga.

Sehabis menerima predikat sebagai pebalap yang mampu menaiki podium ke dua ratus Rossi tak bicara tentang pencapaian hebatnya itu. Seperti biasanya, ia tetap santu dan merendah atas pencapaiannya itu. Ia lebih suka bicara tentang pencapaian seri terakhirnya di Jerez.

“Ini adalah podium lainnya. Saya telah melebarkan jarak dengan Dovizioso. Tapi, setelah akhir pekan ini, tampaknya Jorge juga menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara,” ujar Rossi seperti dikutip Crash.

“Lorenzo cuma tertinggal dua puluh poin, tapi kompetisi masih panjang. Kami tak harus memikirkan soal poin. Kami cuma harus memikirkan motor, berusaha untuk kompetitif setiap akhir pekan,” tambahnya.

Jika setiap naik podium Rossi mendapatkan satu piala, maka bisa dibayangkan betapa banyaknya piala yang dimiliki Rossi hingga sekarang.

Pebalap Italia itu pun sampai butuh lebih dari satu tempat untuk menyimpannya.

“Beberapa di rumah saya, beberapa di rumah ibu saya, beberapa bersama Graziano. Ada di mana-mana!” seru Rossi.
Tentang balapan di Jerez, Rossi mengakui bahwa dirinya menjalani akhir pekan yang berat karena selalu mendapat masalah.

“Ada satu momen dalam balapan di mana saya merasa bisa mengejar Marc karena saya membalap dengan baik dan punya kecepatan yang bagus,” ungkap Rossi di Crash.

“Tapi, terus terang ini adalah akhir pekan yang berat untuk kami. Kami selalu menghadapi sejumlah masalah. Kami membaik untuk balapan, tapi saya tahu bahwa Jorge punya kecepatan yang lebih baik daripada siapapun,” imbuh pebalap Movistar Yamaha itu.

“Saya harus mengambil risiko yang terlalu besar. Saya sempat berjarak satu detik dari Marc, tapi saya mulai mengalami masalah, jadi saya pikir itu terlalu berisiko untuk dicoba,” tuturnya.

Rossi mengungkapkan bahwa masalah utama yang dia hadapi di Jerez adalah soal ban. Dia dan timnya sudah berusaha membenahinya, tapi masalah itu tak benar-benar hilang hingga balapan.

“Kami tak pernah menemukan settingan yang tepat. Kami sudah mencoba sesuatu yang berbeda pada hari Jumat dan kami kehilangan waktu. Pada hari Sabtu, kami sudah jauh membaik, tapi itu tak cukup. Sepanjang akhir pekan ini, saya selalu kesulitan dengan ban,” ujarnya.

“Untuk ban belakang, saya mengira akan memakai ban keras, yang di atas kertas sedikit lebih baik. Tapi, sayangnya ban keras gripnya kurang. Itu terlalu lambat. Jadi, kami harus memakai ban lunak,” tambah Rossi.

“Kami juga berusaha memperbaikinya hari ini dan dalam sesi pemanasan hasilnya tak terlalu buruk. Tapi, saya tahu untuk balapan itu akan sulit,” kata dia.

Dalam balapan di Jerez sendiri, Rossi sempat menguntit Marquez, dan ia hanya finis ketiga.

Dikuntit oleh Rossi sempat membuat Marquez merasakan deja vu seperti ketika ia berduel dengan Rossi–yang mengakibatkan ia terjatuh di MotoGP Argentina.

“Aku melihat Valentino mendekatiku dan aku berpikir, ‘Ini sudah seperti di Argentina lagi’. Tapi aku lalu mengerahkan tenagaku dan kali ini aku mampu menjaga jarak di antara kami berdua,” ujar Marquez.

“Kali ini segalanya berjalan dengan baik sejak awal balapan. Saya dapat melakukan late brake dan masuk tikungan dengan cepat. Kecepatan saya di tikungan juga bagus, begitu juga dengan akselarasi,” kata Marquez seperti dilansir Crash, Senin, 04 Mei 2015.

“Ketika Anda seperti itu, maka Anda harus memberikan penampilan maksimal mencoba untuk lebih cepati. Masalahnya adalah, saya sempat terkesima ketika dia mendekat di lap keempat hingga saya goyah,” sambungnya.

“Tetapi saya mampu memperbesar keunggulan. Saya juga memiliki beberapa getaran dari belakang, sehingga saya pikir harus sangat berhati-hati. Namun, setelah itu keadaan menjadi normal kembali. Saya dapat bernafas lega dan memenangkan grand prix yang istimewa ini. Jerez adalah trek yang paling spesial,” tuntas Marquez tentang persaingannya dengan Rossi

crash, motogp.com dan mcn

Tags : slide