Persaingan Marc-Jorge Terasa di Sepang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Oktober 2013 | 16:13 WIB

Dibaca: 0 kali

“Panas sekali aroma persaingan Repsol Honda dengan Yamaha Racing,” tulis Salahuddin Gamal, kontributor “nuga.co” dari Sepang Sircuit, Kuala Lumpur, Kamis, 10 Okotober 2013, petang WIB, menjelang ditutupnya aktifitas sirkuit yang akan memulai latihan bebas Jumat, 11 Oktober 2013. Persaingan itu makin membara kalau menyebut dua nama, Marc Maquez dan Jorge Lorenzo. “Kedua berapa diposisi satu-dua klasemen sementara MotoGP.

Salahuddin yang melongok garasi kedua tim, dari kejauhan menemukan adanya diskusi para “enginer” untuk memasok informasi serta mencarikan solusi bagaimana tunggangan masing-masing bisa sangat kompetitif.

Dengan sisa empat seri, termasuk Sepang, dan Marquez berada di puncak, kedua tim “pabrikan” Jepang itu sibuk mendiskusikan bagaimana masing-masing pebalap bisa mempertahankan posisinya dan mengejar angka untuk mendekatkan serta melebarkan jarak.

Marc Marquez, seperti dikutip Salahuddin dari tim prinsipalnya akan ngotot menahan laju Lorenzo mendekat. Di kepala Marc Marquez yang tertanam adalah predikat juara. Sedangkan Lorenzo akan mengejar tambahan poin bagi merapatkan jarak dengan Marc usau absen di Assen dan Sachsenring akibat kecelakaan.

Yamaha, menurut situs “autosport,” seperti dikatakan Direktur timnya, Massimo Meregalli, jalannya balapan akan ditentukan oleh kondisi cuaca di sirkuit, yang kerap berubah-ubah.

Yamaha memang membutuhkan performa terbaik dari para pebalapnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, agar mampu menyalip “rider” Repsol Honda, Marc Marquez yang kini memuncaki klasemen sementara. Apalagi, Yamaha, di Sepang, diuntungkan dengan cederanya Dani Pedrosa –akibat terjatuh di Aragon.

“Di Sepang, kami melakukan dua tes pada awal musim ini.Sama seperti yang tim lain lakukan, tapi kemudian motor telah sangat banyak berubah. Cuaca dan kondisi yang bagus akan sangat penting untuk balapan nanti,” ujar Meregalli.

“Penting juga untuk tak membuat kesalahan-kesalahan, karena balapan akan berlangsung selama tigas pekan beriku, dan beruntun pula, bisa mengumpulkan banyak poin. Kami berharap bisa terus mengalami peningkatan pada Rossi dan Lorenzo. Kami siap untuk menjalani tiga pekan penting ini,” lanjutnya.

Saat ini Lorenzo berada di peringkat dua klasemen dengan koleksi poin 239, atau tertinggal 39 poin dari Marquez. Sedangkan Rossi berada di peringkat empat dengan poin 185. Bagi Lorenzo, peluang untuk mempertahankan gelar juara MotoGP masih terbuka, meskipun dipastikan akan mendapat perlawanan sengit Marquez, pembalap rookie yang tengah menjalani musim dengan fantastis.

Semantara itu laman berita “crashnet,” Kamis, 11 Oktober 2013, menurunkan catatan kecelakaan yang dialami tiga “rider Spain,” Marc Márquez, Jorge Lorenzo dan Daniel Pedrosa dengan berbagai analisanya menghadapi balapan di Sepang, MotoGP Malaysia.

Menurut “crashnet” soal keberuntungan, Lorenzo dan Pedrosa lebih “buntung”, sementara Marquez mampu memanfaatkan keuntungan dari kondisi cedera keduanya di Assen dan Sachsnering.

Lorenzo sendiri, yang juara bertahan, mengakui bahwa musim ini dirinya tak terlalu beruntung lantaran didera cedera patah tulang selangka, dalam dua kecelakaan. Hal yang sama dialami Pedrosa. Tapi Márquez yang mengalami kecelakaan lebih sering, baik di sesi latihan maupun race, hanya sempat cedera patah jari.

“Saya sangat tak beruntung tahun ini karena tulang selangka saya patah hanya dalam dua kali insiden kecelakaan. Begitupun Dani, dia dua kali terjatuh dan mengalami cedera yang sama,” tutur Lorenzo.

“Akan tetapi, Marc yang jatuh sembilan atau sepuluh kali, hanya patah jari dan itu sama saja seperti Anda mengalami patah kuku – itu tak seberapa. Kadang saya merasa putus asa karena saya tampil dengan performa terbaik tapi belum cukup,” lanjutnya, seperti dinukil Eurosport, Kamis.

Baik Lorenzo maupun Pedrosa kehilangan angka berharga di seri Sachsenring dan ketika comeback di seri-seri berikutnya, Márquez sudah jauh meninggalkan mereka di papan klasemen.

Meski diakui sang rookie juga tampil konsisten, tak dipungkiri pula bahwa unggulnya Márquez hingga kini tak lepas dari keuntungan yang dimanfaatkannya kala Lorenzo dan Pedrosa absen dan gagal tampil maksimal kala belum prima menunggangi kuda besinya usai cedera.

“Saya juga sangat cepat di seri-seri awal sebagai rookie tapi kemudian hasil-hasil buruk mulai datang karena sering jatuh. Musim pertama saya tak konsisten. Sementara Marc sangat konsisten tapi saya rasa, dia juga beruntung karena kesalahan kami,” tambah Lorenzo.

“Sebelum saya kecelakaan di Assen dia masih tertinggal 30 poin di belakang Pedrosa, tapi ketika cedera saya dan Dani mulai pulih, dia sudah jadi pemimpin (klasemen),” tutup joki kelahiran Palma 26 tahun silam itu.

Komentar