Marquez Akui Tak Selebrasi di Mugello

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Mei 2016 | 15:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah dua hari usai balapan MotoGP di Mugello Circuit, Selasa, 24 Mei 2016, kepada “crash,” Marc Marquez yang keluar sebagai juara dua, mengaku tak ingin selebrasi berlebih saat berada di podium pada GP Italia.

Menurutnya, ia menghargai pendukung tuan rumah yakni Valentino Rossi yang berjumlah kurang lebih dari seratus ribu orang  di hari perlombaan.

Seperti diketahui, jarak antara Mugello dengan kampung halaman Rossi, Tavullia berjarak dua puluh ratus tiga puluh  kilometer yang memakan waktu dua jam perjalanan.

Tak ayal, sebelum perlombaan pihak Dorna sampai mempersiapkan bodyguard untuk menjaga Marquez dan Lorenzo selama di Italia.

Pada balapan seri kelima tersebut, The Baby Alien sukses finis di urutan kedua setelah kalah bersaing di lintasan bersama pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.

Marquez mengaku sangat berterima kasih dengan Rossi yang menghimbau agar para fansnya bisa menghormati pembalap lain.

“Itu bukan reaksi terbaik. Alasannya saya tak merayakannya di podium. Semua Sirkuit terlihat kuning, namun semua menikmati perlombaan itu yang paling penting,” ucap Marquez mengutip Autosport, Selasa, 24 Mei 2016

“Itu bagus dan saya berterima kasih ia Rossi mengatakan hal tersebut. Saya merasa baik saja dan balapan berjalan seperti biasa. Saya rasa Sirkuit ini adalah rumah Rossi jadi kami menghormatinya,” ujar Marquez.

Menurut  Marquez, ia juga  tak melakukan selebrasi berlebihan setelah meraih podium kedua di Mugello, Italia akhir pekan lalu, yang disesaki oleh fans fanatik joki gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Seperti diketahui, sejak penghujung tahun lalu, Marquez memang dianggap sebagai public enemy no. 1 oleh fans Rossi.

The Baby Alien pun mengaku tak mau membuat masalah di hadapan penggemar The Doctor.

Apalagi, rider kebanggaan publik tuan rumah itu harus gagal finis akibat mesin Yamaha YZR-M1 miliknya rusak pada lap kedelapan.

“Vale sungguh tidak beruntung, tapi pada akhirnya rider lain harus memanfaatkan momen ini karena Anda tak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ya, apakah keberuntungan akan kembali padanya atau tidak,” kata Marquez, mengutip RACER.

“Saya tahu saya tak diterima di Mugello. Reaksi penonton tentu bukanlah yang terbaik, dan atas alasan inilah saya tak melakukan selebrasi di atas podium karena saya tak suka situasi ini.”

“ Seluruh area Mugello memang berwarna kuning, tapi saya menikmati balapan ini sampai lap terakhir dan ini sangat penting!” urai dua kali juara premier class tersebut.

Terhadap kekalahan di trek lurus dari Lorenzo di ujung balapan, Marquez, kembali memberikan warning kepada timnya tentang masalah akselerasi motor RC213V.

Terutama setelah ia dikalahkan secara dramatis oleh joki Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo di MotoGP Italia. Marquez harus menelan pil pahit karena diasapi X Fuera tepat sebelum garis finis.

“Saya sudah tahu sebelumnya ini bakal sangat ketat. Kami sangat kesulitan dengan akselerasi dan top speed sepanjang akhir pekan lalu,” buka Marquez

“Saya sudah berusaha maksimal dan mengerahkan semua potensi. Saya mengambil banyak risiko untuk memenangi balapan ini,” imbuh rider asal Spanyol tersebut.

“Kami harus terus bekerja membenahi akselerasi ini. Ini harus menjadi perhatian kami jika ingin meraih titel juara musim ini. Namun, seperti yang saya katakan sebelum-sebelumnya, saya selalu percaya dengan semua elemen di Honda. Kami bisa menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

Marquez juga mengungkapkan momen di saat Rossi mengalami masalah motor adalah momen ia menyadari dirinya dapat bersaing dengan Lorenzo di baris depan.

Kala itu, Marquez memang langsung tancam gas dan mencuri posisi kedua.

“Menurut saya, itu adalah seri yang luar biasa, target utama kami adalah podium.”

“ Namun saat saya melihat Valentino mengalami masalah, saat itulah saya melihat kesempatan untuk membuntuti Lorenzo. Lalu saya berpikir untuk melakukannya,” ujar Marquez, sebagaimana dilansir dari Motorsport

“Lupakan kemenangan, ini adalah momen bagi saya. Saya mencoba 100 persen dan mengambil setiap risiko karena saya melihat ada kemungkinan meraih kemenangan di sana,” pungkasnya.

Komentar