Pebalap Mengeluh Pitstop Ala Phillip Island

Penulis: Darmansyah

Senin, 21 Oktober 2013 | 16:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Para pebalap MotoGP ramai-ramai mengeluh “pitstop” ala Sirkuit Phillip Island yang bisa mencelakakan peserta lomba ketika hendak kembali kelintasan. Mereka mengatakan, “pitstop” untuk mengganti motor di MotoGP Australia itu hampir saja menuai “maut” antara Jorge Lorenzo dengan Marc Marquez.

Keduanya sempat bersenggolan ketika Marquez masuk lintasan dan Lorenzo menggeber motornya dengan kecepatan penuh.

MotoGP untuk pertama kali melakukan pitstop di Australia Grand Prix. Namun, Jorge Lorenzo menolak regulasi ini digunakan disetiap pekan. Menurutnya, ini bisa sangat berbahaya untuk keselamatan pembalap.

Pitstop pertama kali digunakan ketika ban “bridgestone” mengalami masalah ketika tampil dipermukaan baru trek Sirkuit Phillip Island. Dunlop selaku pemasok ban di Moto2 juga mengalami masalah yang sama.

MotoGP memutuskan untuk mempertahankan lap sebanyak mungkin dengan memaksa pembalap untuk mengganti motor pada lap ke-10 dari 19 balapan. Lorenzo merasa penggunaaan regulasi ini sangat membahayakan untuk pembalap.

“Bagi saya ini bukan sebuah pilihan yang bagus (menggunakan pitstop) tanpa diragukan lagi. Semua semakin buruk dan berbahaya ketimbang sebuah balapan normal,” ujar Lorenzo, sebagaimana diberitakan Crash.

“Ketika saya keluar dari pits karbon bagian depan saya dingin, tapi yang berbahaya adalah pit lane. Sebab jika Anda empat atau lima detik di depan pembalap lain, maka Anda akan berpapasan dengan pembalap lain itu setelah Anda mengganti motor,” jelasnya.

Lorenzo bukan tanpa alasan. Juara bertahan MotoGP itu sempat ‘menyenggol’ saat Marc Marquez baru keluar dari pitstop. Beruntung, tidak ada yang terjatuh dari insiden tersebut. Meski pada akhirnya Marquez terkena diskualifikasi.

“Ini sangat berbahaya. Sebuah senggolan saat kecepatan 60km/perjam bisa menciptakan kehancuran yang besar. Saat balapan terjadi hujan, peraturan penggunaan pitstop bisa digunakan, tapi tidak saat kering. Ini bukan pilihan terbaik,” Lorenzo menambahkan.

Kejadian bermula saat Marquez menjadi pembalap yang telat masuk pit stop untuk mengganti motor. Saat akan membawa motor cadangannya ke lintasan utama usai melakukan pit stop dan tiba-tiba datang Lorenzo di trek tikungan.

Alhasil, sedikit senggolan antara keduanya tak terelakan. Beruntung, keduanya tak mengalami hal buruk atas insiden tersebut dan kembali melanjutkan balapan walaupun pada akhirnya Marc Marquez “out” dari lomba terkena “black flag”

Untuk senggolan tersebut, Lorenzo mengakui bahwa dirinya terlambat dalam melakukan pengereman. Akan tetapi, jawara MotoGP musim lalu itu menilai bahwa pembalap yang sudah dalam jalur memiliki prioritas lebih.

“Saya terlambat menginjam rem dan Marc baru saja keluar dari pit lane. Jadi kami berbenturan. Beruntung kami tidak jatuh,” ujar Lorenzo seperti yang dikutip situs MotoGP.

“Kami berdua bersalah. Dia tidak lihat siapa yang datang, tapi itu 50/50. Orang yang sudah di jalur harus memiliki prioritas,” sambung pembalap Yamaha tersebut.

Pada balapan seri ke-16 ini, Lorenzo keluar sebagai pemenangnya usai menjadi yang tercepat. Kemenangan ini membuat selisih poinnya dengan Marquez yang berada di puncak klasemen hanya 18 poin saja, dan balapan tinggal menyisakan dua seri lagi.

Komentar