MotoGP Seri 3: Kali Ini, Pedrosa Ungguli Lorenzo

Penulis: Darmansyah

Senin, 6 Mei 2013 | 09:12 WIB

Dibaca: 1 kali

Balapan  MotoGP seri tiga di Sirkuit Jerez menegangkan, sekaligus mengukuhkan persaingan yang ketat antara Yamaha dan Repsol Honda. Jerez juga makin menguatkan cengkeraman Honda untuk mengambil alih kepemimpinan konstruktor dan pebalap di musim ini, dengan tampilnya Dani Pedrosa dan Marc Marquez di posisi satu dan dua.

Jerez seperti mengulang kisah sukses Repsol Honda di Austin, dimana “rider”nya Marc Marqcuez menyabet podium puncak sedangkan Pedrosa menempati posisi tiga. Lorenzo sendiri di Austin berada dipodium dua.

Balapan  Minggu  malam WIB  itu  seolah-olah menjadi milik Pedrosa. Jagoan Honda ini,  yang tak pernah  menjuarai balapan Motto GP sepanjang karirnya itu, mengakhiri lomba tanpa adanya perlawanan. Ia meninggalkan jauh lawan-lawannya. Sedangkan Marc Marquez yang finis di posisi kedua sempat menyenggol Jorge Lorenzo, dan menjadi pemberitaan  kontroversial di media.

Pedrosa berhasil menjadi pembalap tercepat dengan mencatat waktu 45 menit 17.632 detik. Sedangkan Marquez yang tertinggal 2.487 detik finis kedua, disusul Lorenzo yang harus puas finis pada urutan ketiga.

Jalannya balapan menjadi antiklimak ketika duel sengit antara Pedrosa dengan Lorenzo  berakhir setelah pebalap Honda itu  melewati jagoaan Yamaha yang juara bertahan itu.ketika loma  baru dimulai. Lorenzo menempati “pole position” setelah dikualifikasi sehari sebelumnya mencatatkan waktu terbaik. Pedrosa sendiri berada diurutan dua.

Pada lap keenam, Lorenzo dan Pedrosa meninggalkan jauh pembalap lainnya. Dan Pedrosa terus menggeber motonya untuk menjauh dari Lorenzo.

Setelah tertinggal dari Pedrosa, juara bertahan MotoGP itu  dibayangi i oleh  Marquez. Pembalap debutan MotoGP perlahan mulai mendekati Lorenzo. Puncaknya pada lap terakhir, saat usaha Marquez untuk menyalip Lorenzo justru berakibat senggolan antara kedua pembalap.

Insiden itu mengingatkan orang saat Valentino Rossi menyalip Sete Gibernau dengan cara ilegal pada balapan MotoGP Jerez 2005 lalu. Praktis, Lorenzo harus merelakan posisi kedua kepada Marquez. Sedangkan Lorenzo melewati garis finis  di posisi tiga.

Dalam balapan tersebut, Lorenzo sejatinya memulai balapan dari posisi terdepan. Namun, sedari awal Pedrosa sudah langsung memberi persaingan ketat dan pada prosesnya berhasil mengambil alih posisi terdepan dalam balapan sampai dengan finis.

Setelah balapan, seperti ditulis Autosport, Lorenzo pada awalnya enggan mengomentari duel tersebut, boleh jadi karena agak kesal dengan manuver Marquez. Akan tetapi, pada akhirnya Lorenzo mengaku bahwa ia sudah melakukan kesalahan sehingga membuat dirinya “diasapi” oleh Marquez menjelang garis finis.

“Aku cuma melakukan dua kesalahan. Yang pertama adalah saat start, dan kemudian di tikungan terakhir karena tidak menutup celah lebih rapat lag.  Apapun, aku senang. Aku pikir kami menampilkan balapan bagus dengan motor yang kami miliki dan aku sudah melakukan yang terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu  pebalap Yamaha lainnya, yang digelari “The Doctor,” Valentiono Rossii harus puas menempati posisi empat, membuat Yamaha finis di posisi tiga dan empat. Di awal balapan, Rossi sebenarnya sempat berduel dengan Marquez, meski akhirnya harus mengakui keunggulan pebalap rookie MotoGP tersebut.

“Sayangnya aku tidak memiliki laju yang cukup di awal karena kami tidak menemukan keseimbangan yang tepat,” jelas Rossi di situs MotoGP. “Aku terlalu banyak memberikan tekanan di bagian depan motor; terutama di awal balapan. Setelahnya tidak terlalu buruk dan ada salah satu bagian dalam balapan di mana ritmeku sangat mirip dengan Jorge dan Marc,” jelasnya.

Mempertimbangkan hasil tersebut dan fakta bahwa balapan berikutnya, Le Mans, sudah menanti pada 19 Mei, Rossi yang tahun lalu finis di posisi dua bersama Ducati di sana pun mengisyaratkan untuk sesegera mungkin mengejar ketinggalan dari para rivalnya.

“Kami harus bekerja dengan amat keras–terutama karena Lorenzo lebih cepat dari kami–jadi kami harus menemukan keseimbangan tepat dan bekerja sama dengan Yamaha, karena dalam balapan ini kami sebenarnya berharap bisa lebih unggul dari para pebalap Honda, tapi pada akhirnya kami finis di belakang mereka, jadi kami punya banyak pekerjaan untuk dilakukan,” lugasnya.

Komentar