Michael Schumacher Masih “Darurat”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 2 Januari 2014 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Inilah komplek rumah sakit Grenoble, Perancis, tempat Michael Schumacher di rawat setelah terjatuh saat bermain ski di Pegunungan Alpen. Di halaman rumah sakit terlihat bendera Ferrari dan foto-foto mantan pebalap itu sebagai pelampiasan rasa sedih penggemarnya

Michael Schumacher, akrab di sapa dengan Schumy, legenda hidup Formula One, masih koma setelah melewati masa kritis fase awal di rumah sakit Grenoble, Perancis. Hari ini, Kamis, 02 Januari 2014, pebalap dengan tujuh gelar F1 itu, yang masih menjalani perawatan intensif, akan di diagnosa ulang untuk menentukan langkah “darurat” bagi kelanjutan perawatannya.

Kondisinya, sampai dengan tengah malam Rabu, 01 Januari 2014, dikabarkan membaik usai tim dokter melakukan dua kali operasi pada bagian kepalanya.

Kepala Anaesthesia Grenoble University Hospital Centre, Jean-Francois Payen, menjelaskan kondisi Schumacher sedikit lebih baik. Kabar baik itu diketahui setelah tim dokter sukses melakukan operasi tahap kedua. Sayangnya, Schumacher belum bisa dikatakan keluar dari bahaya.

“Situasi saat ini lebih terkendali dibandingkan hari sebelumnya. Tapi, kami tidak bisa mengatakan dia sudah keluar dari bahaya,” kata Payen kepada “Reuters” kepada ratusan wartawan yang masih bertahan menunggu rilis kesehatannya dari rumah sakit.

“Kami telah melewati waktu krusial, tapi kami harus terus mengawasinya jam demi jam,” paparnya.

Kecelakaan yang menimpa juara dunia tujuh kali F1 itu terjadi lantaran dirinya ingin membantu temannya yang terjatuh di lereng. Saat membantu seorang teman yang jatuh dan mencoba masuk ke salju, tiba-tiba dirinya terpental dan kepalanya menghantam batu.

Dunia olahraga digemparkan dengan berita kecelakaan yang menimpa juara dunia tujuh kali Formula One , Michael Schumacher. Saat tengah bermain ski di pegunungan Alpen, Prancis, Schumacher yang akan genap berusia 45 tahun, pada 3 Januari nanti itu terjatuh dan kepalanya membentur batu besar.

Juru bicara Schumacher, Sabine Kehm membeberkan kronologi kecelakaan yang menimpa pria yang kini berdomisili di Swiss itu. Penjelasan Sabine bertujuan agar tidak ada berita simpang siur terkait kecelakaan yang menimpa Schumi –sapaan akrab Michael Schumacher.

Berita kecelakaan yang dialami Michael Schumacher atau dikenal juga dengan julukan “Schumi”, “Schuey”, dan “Schue”, hari Minggu kemarin di Meribel Resort, Alpen, Perancis, mendapatkan perhatian khusus media Jerman. Bisa dimaklumi, Schumi adalah legenda dan belum ada yang memecahkan rekornya sebagai juara tujuh kali Formula 1.

“Kami mohon pengertian, tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang kesehatannya,” ungkap juru bicara Schumacher, Sabine Kehm, semalam, seperti dikutip berbagai media. Di rumah sakit, Schuey ditunggui oleh istrinya, Corinna Betsch, dan kedua anaknya, tidak disebutkan namanya.

Saat mengalami kecelakaan—berdasarkan keterangan Christophe-Gernigno-Lecomte, direktur Meribel Resort yang dikutip berbagai media—Schumacher terguncang tetapi masih sadar. Ia jatuh dari puncak Meribel pada Minggu pagi, tepatnya pada pukul 11.07 waktu setempat atau 17.07 WIB.

Setelah jatuh, ia dijaga oleh dua polisi patroli ski dan membawanya dengan helikopter ke tempat terdekat, Moutiers. Setelah itu, ia diterbangkan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap di Grenoble. Saat jatuh dari tebing, tubuh Schumi langsung menghunjam ke timbunan salju dan terpental dengan kepala menghantam batu. Dijelaskan, ia memperoleh pertolongan pertama 10 menit setelah kecelakaan.

Schumi kali ini juga langsung memperoleh perhatian dari Profesor Gerad Saillant, teman dekat dari bosnya saat di Ferrari, Jean Todt. Saillant adalah ahli di bidang otak dan cedera tulang belakang. Profesor inilah yang merawat Schumacher secara medis setelah mengalami kecelakaan dan patah tulang pada GP Inggris di Silverstone, tahun 1999.

Berita yang ditandatangani oleh ahli bedah saraf dan anesthesiologist dan Marc Penaud, Wakil Direktur Rumah Sakit Grenoble, mengatakan, kondisi Schumacher tetap kritis. Sementara itu, media menilai, kondisi kritis didasari dari tindakan Profesor Gerard Saillant yang langsung terbang dari Paris ke Grenoble.

Schumacher, pebalap F1 paling sukses di dunia dengan rekor kemenangan 91 kali, kini tinggal di Swiss dengan istri dan kedua anak. Pada November lalu, ia sempat mengatakan kepada GP Today, “Saya sekarang sedang menjalani kehidupan yang baru dan sangat menyenangkan.”

Berita terakhir, direktur teknik Ferrari pada era Schumi, Ross Brown, juga sudah sampai di Grenoble. Para pebalap F1 yang masih aktif saat ini pun terus mengirim pesan dan doa melalui Twitter, berharap Schumi cepat sembuh.

Pebalap F1, Martin Brundle, rekan satu timnya di Benetton, juga berkicau, “Ayo Michael, tunjukkanlah kepada kami satu dari sekian usahamu untuk menang saat balapan di kualifikasi sesungguhnya, seperti yang biasa kamu lakukan. Kamu pasti bisa!”

Sementara itu, Fellipe Massa, mem-post foto bersama Schumacher melalui Instagram. Kiriman itu diimbuhi pesan dalam bahasa Portugis: “Saya berdoa, semoga Tuhan bersama Anda, Bro!”

Komentar