Mengerikan, Helm Schumacher Terbelah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 2 Januari 2014 | 14:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Michael Schumacher sempat berfoto dengan istrinya sebelum meluncur dengan papan skinya di hari Minggu yang nahas itu di resor Meribel Pegungan Alepen, Perancis

Mengerikan. Helmnya terbelah. Itu pesan terbaru dari kondisi Michael Scumacher ketika terjatuh di resor bermain ski di Meribel, Pegunungan Alepen, perbatasan Perancis dengan Swiss, hari Minggu, 29 Desember 2013 lalu.

“Helm yang dipakai Michael Schumacher saat terjatuh, terbelah dua. Kondisi tersebut menunjukkan kerasnya benturan yang terjadi dalam kecelakaan ski di Resor Meribel, Alepen, Perancis,” tulis surat kabar Jerman terkenal “Bild” dalam edisi terbarunya, Kamis, 02 Januari 2014.

“Kami melihat ada banyak sekali ceceran darah,” ujar saksi yang pertama kali menolong Schumacher, seperti wawancara dalam media Jerman, Bild.

Saksi mata lain menyebutkan, Schumacher tidak melaju dengan kecepatan tinggi ketika insiden terjadi. Manajer Schumacher, Sabine Kehm, mengatakan bahwa Schumi mengalami rangkaian situasi yang tidak beruntung.

“Schumacher bersama dengan satu grup kecil pemain ski. Dalam kecelakaan ini tampaknya helm yang dia pakai pecah,” tutur Kehm. “Tapi itu tidak berarti bahwa Michael melaju dengan kecepatan tinggi. Sepertinya dia terbentur batu saat berbelok. Rangkaian ketidakberuntungan saja,” ujar dia.

Kehm mengatakan, kecelakaan ski bahkan bisa terjadi dalam kecepatan luncur 10 kilometer per jam, termasuk dalam manuver yang biasa-biasa saja di tikungan.
Sabine Kehm menyebut kecelakaan yang terjadi pada Minggu tersebut sebagai ketidakberuntungan Schumacher.

Schumacher sudah menjalani dua kali operasi sejak kecelakaan tersebut. Pertama setelah tiba di rumah sakit di Grenoble, lalu pada Senin malam. Kondisi juara dunia tujuh kali tersebut sedikit membaik tetapi masih tetap dalam kondisi kritis.

“Saya sudah berbicara dengan beberapa orang yang bersama Michael (saat ski) di tebing yang cukup landai. Di sana ada tebing biru dan tebing merah yang di antaranya terdapat salju yang dalam dan Michael pergi ke sana. Tetapi setelah itu pun, orang-orang berkata bahwa dia tidak melaju dengan kecepatan tinggi dan sempat menolong teman yang jatuh di situ,” papar Kahn.

“Lalu, dia mulai ber-ski lagi, pergi ke salju yang lebih dalam lagi dan di situlah dia menabrak batu saat akan melakukan lompatan. Dia terlempar ke udara lalu jatuh dengan kepala lebih dulu membentur batu yang lain.”

“Ini adalah kejadian yang sangat buruk dan tidak beruntung, dan bukan karena dia melaju terlalu cepat. Saya sudah berbicara dengan beberapa orang, termasuk instruktur ski, dan mereka berkata ini bisa terjadi pada kecepatan 10 kilometer per jam,” ujarnya.

“Ini hanya kejadian yang sangat, sangat tidak beruntung,” tegas Kahn.

Kondisi Michael Schumacher sudah sedikit membaik setelah operasi kedua. Namun, dia belum keluar dari masa kritis.

Tim dokter yang merawat Schumacher mengatakan, kondisi Schumacher sedikit membaik setelah operasi lanjutan pada Senin malam. Operasi selama dua jam dilakukan untuk mengurangi tekanan di otak mantan pebalap asal Jerman tersebut.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah keluar dari bahaya. Jam-jam ke depan sangat menentukan,” ujar dr Jean-Francois Payen. “Keluarga sudah tahu. Mereka memahami bahwa kondisinya sensitif, dan apa pun bisa terjadi,” imbuh dia.

Komentar