Memakai Pakaian Olahraga Tanpa Dicuci?

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Oktober 2017 | 14:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Pagi hari biasanya adalah waktu yang pas untuk melakukan olahraga. Namun Anda ternyata belum sempat mencuci pakaian olahraga.

Jadi, cari pakaian di keranjang cucian, mencium aromanya, dan bila ternyata masih OK, pakai saja lagi.

Begitukah yang biasa Anda lakukan?

Ternyata hal tersebut bukan pilihan yang baik untuk kesehatan dan lingkungan.

Meskipun terlihat cukup bersih, namun memakai pakaian olahraga yang belum dicuci bisa membuat rekan olahraga Anda terganggu, selain juga kenyataan bahwa pakaian itu tak sebersih yang anda kira.

Keringat yang dihasilkan tubuh sebenarnya tidak berbau kata Kay Obendorf, Ph.D, profesor emeritus ilmu serat di Cornell University.

Yang memunculkan aroma tak sedap adalah sebum berminyak dan bakteri yang terkena keringat. Semakin banyak bakteri yang menempel di keringat, maka semakin kuat juga bau yang ditimbulkan.

Nah, saat olahraga, suhu tubuh akan meningkat dan kelembaban dari keringat membuatnya menjadi tempat yang nyaman untuk berkembang bakteri.

Artinya, sumber-sumber bau itu akan diserap baju olahraga yang memang didesain mudah menyerap keringat.

Menurut sebuah studi oleh Ghent University di Belgia, penyerapan keringat  oleh baju olahraga berbahan dasar kain spandex dan polyester akan lebih besar dibandingkan jika pakaian itu berbahan katun.

Artinya, bila Anda tidak segera mencuci pakaian olahraga yang telah dipakai, bakteri dapat terus berkembang biak di sana.

Dan jika Anda masih memutuskan untuk memakainya kembali, itu hanya akan semakin memperburuk keadaan dan bau yang ditimbulkan akan semakin menjadi-jadi.

Selain itu, kotoran yang bercampur keringat dan menempel di pakaian Anda bisa menimbulkan noda kekuningan dan sulit untuk dibersihkan.

Dan itu juga bisa berakibat buruk bagi kulit.

“Orang-orang mengenakan pakaian olahraga mereka yang belum dicuci, akibatnya kainnya menjadi sedikit lebih kasar. Hal itu bisa menyebabkan ruam, gatal dan iritasi kulit.” kata Arielle Nagler, MD, asisten profesor dermatologi di NYU Langone Health.

Anda juga mungkin akan mendapati lebih banyak jerawat pada tubuh karena mengenakan kembali pakaian yang telah dipakai dan tidak dicuci, kata Dr Nagler.

Lalu bagaimana aturan menggunakan pakaian olahraga?

Dalam hal mencucinya, perlakukan pakaian olahraga seperti pakaian dalam. Itu berarti Anda harus mencucinya setiap habis dipakai, kata Obendorf.

Cuci dengan merendamnya terlebih dahulu menggunakan air panas dan deterjen. hal itu akan menghilangkan bakteri penyebab bau.

Selain itu, kotoran yang bercampur keringat dan menempel di pakaian Anda bisa menimbulkan noda kekuningan dan sulit untuk dibersihkan. Dan itu juga bisa berakibat buruk bagi kulit.

 

Pakaian olahraga biasanya terbuat dari bahan poliester mungkin akan membuat Anda merasa adem dan kering saat berolahraga, namun jika setelah dipakai dibiarkan saja tanpa langsung dicuci, jumlah bakterinya akan bertambah banyak.

Bakteri yang berkembang biak pada baju tersebut juga akan menimbulkan bau tidak sedap. Jenis bakteri micrococci yang memicu bau diketahui lebih gampang berkembang biak di bahan poliester dibandingkan bahan katun.

Walau Anda merasa keringat yang dikeluarkan saat olahraga tidak berbau, tetapi micrococci dapat mengubah keringat tersebut menjadi bau.

Bakteri ini juga diketahui akan mengubah asam lemak rantai panjang, hormon, dan asam amino menjadi komponen kecil yang akan menyebabkan bau badan.

Penelitian mengenai bakteri pada bahan poliester ini dilakukan oleh Chris Callewaert dari Ghent University. Dalam studinya ia meneliti 26 orang sehat yang tidak memiliki infeksi kulit atau gangguan kesehatan.

Para responden itu diminta melakukan olahraga sepeda statis selama satu jam. Kemudian, pakaian yang dipakai para peserta diambil dan disimpan dalam plastik bertutup dan didiamkan selama 28 jam dalam suhu ruangan dan gelap.

Pakaian olahraga yang dipakai para peserta bermacam-macam, ada yang kaus katun, sintetis, dan campuran katun-sintetis.

Setelah 28 jam, kemudian tujuh orang yang memiliki tingkat sensitivitas terhadap penciuman, membaui baju olahraga tersebut. Ternyata, kaus yang terbuat dari poliester paling mengeluarkan bau tak sedap.

“Secara spesifik baju berbahan poliester memiliki bau lebih intens, lebih kuat aroma amonia, lebih kuat, lebih banyak keringatnya dan lebih asam,” tulis para peneliti.

Oleh karenanya, jangan menunda mencuci baju yang sudah dipakai olahraga. Baju yang menyimpan bakteri ini bukan tidak mungkin akan menyebabkan jerawat di badan.

Komentar