Mayweather Jr Kini Dijadikan Olok-olok

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Mei 2015 | 15:57 WIB

Dibaca: 0 kali

“Duel Abad Ini,” yang mempertemukan Manny “Pacman” Pacquiao dengan Floyd “The Money” Mayweather Jr, di ring tinju MGM Grand Arena, Las Vegas, telah usai, Minggu menjelang siang WIB kemarin, 03 Mei 2015, dan pemenangnya adalah “The Money.”

Tapi “perang” olok-olok dari kubu Pacquiao, yang merasa dicurangi oleh keputusan juri yang memenagkan Mayweather dengan angka mutlak malah makin heboh.

Media sosial global, sejak kemarin, hingga siang ini dipenuhi dengan sindiran dan berbagai pertanyaan yang tak terjawab kenapa Manny bisa dikalahkan.

Siang ini media sosial global di penuhi dengan perbincangan tentang gaya bertarung Floyd Mayweather Jr saat berhadapan dengan Manny Pacquiao.

Seringnya dia memeluk Pacman dan beragam aksinya di atas ring jadi bahan lelucon.

Banyak meme yang muncul di berbagai jejaring sosial tak lama setelah Mayweather menang angka dari Pacman.

Fakta bahwa Mayweather kerap menghindar dan kemudian memeluk Pacman jadi sasaran olok-olok.

Ada Sylvester ‘Rocky’ Stallone, Ariana Grande sampai Justin Bieber muncul dalam meme-meme tersebut.

Selain itu sebagai respons hasil megaduel itu muncul meme di twitter yang harus meniadakan nazar dengan cake yang sudah dibuat.

Tak sedikit fans yang kecewa dengan keputusan itu. Sebab, penampilan Pacquiao lebih agresif, sedangkan Mayweather terlihat lebih kerap berkelit.

Ketidakpuasan itu diungkapkan seketika setelah tiga juri mengumumkan kemenangan Mayweather.
Fans Pacquiao yang kebanyakan nonton bareng kecewa berat. Muka-muka kecewa dan sedih tergambar usai duel itu.

Ungkapan kekecewaan berlanjut lewat meme di media sosial. Ada pula yang membuat sajian kopi dengan latte art wajah Pac Man, sampai ada yang harus melakoni nazar dengan cake raksasa mirip Pacquiao yang sudah dibuat.

Cake cokelat replika dengan rangka kayu mirip Pacquiao itu sudah dibuat sebelum pertarungan akbar itu dihelat.

Adalah pasangan suami istri, Aila Sim-Yonzon dan Zach Yonzon, yang menyusun cake seberat delapan puluh kilogram itu.

Cake Pac Man itu sudah diberitakan sebelum pertandingan bergulir kemudian menjadi viral dan makin ramai setelah duel berakhir.

“Replika Pacquiao itu memang lebih berat ketimbang Pacquiao yang asli,” ucap Yonzon seperti dikutip BBC.

“Aku sendiri sebenarnya tak tahu-menahu soal membuat cake. Media tidak benar soal itu. Aku cuma membantu membuat cake-nya tapi istriku yang meracik cake-nya. Dialah bosnya.

“Kalau Pacquiao menang, kami akan memakan cake itu untuk merayakannya, tapi jika dia kalah kami akan mengoleskan cake itu ke badan kami sendiri,” ucap dia.

Ungkapan kekecewaan yang muncul di media sosial juga sangat ramai.

“Mayweather memeluk Manny lebih sering ketimbang ayahku memelukku sepanjang hidup.” Begitulah salah satu kicauan di twitter.

“Aku Mayweather dan aku senang pelukan hangat.” Kicauan lain yang muncul di twitter.
Secara keseluruhan, pendapat masyarakat dunia atas pertarungan Floyd Mayweather Jr vs Manny Pacquiao berakhir kontroversi.

Di Amerika Serikat sendiri – tanah air Mayweather Jr – banyak warganya yang mempertanyakan mengapa ketiga juri, Dave Moretti, Burt Clements dan Glenn Feldman sama-sama memberikan kemenangan untuk petinju tak terkalahkan berusia tiga 38 tahun itu.

Banyak penonton yang menyaksikan pertarungan lewat televisi percaya seharusnya Pacquiao yang menang.

Secara kasatmata, petinju Filipina itu terlihat bermain lebih agresif, terus menekan dan memojokkan Mayweather Jr. Sedangkan The Best Ever lebih sering menghindar dengan berlari-lari, menahan pukulan atau memeluk Pacman – julukan Pacquiao – jika terdesak.

Ketika ronde berakhir, ring announcer mengumumkan hasil penilaian ketiga dewan juri yang memberikan kemenangan untuk Mayweather Jr.

Sorakan kekecewaan pun terdengar dari sebagian penonton di MGM Grand Garden, Las Vegas, tempat pertandingan itu berlangsung, Minggu 3 Mei 2015 siang WIB.

Lalu benarkah Mayweather layak menang? Dan mengapa Pacquiao kalah padahal ia bertinju lebih “aktif”?

“Saya sebenarnya meminta Pacquiao untuk melepaskan lebih banyak pukulan kombinasi. Tapi entah mengapa ia seperti tak bereaksi dengan taktik itu,” jelas Freddie Roach, pelatih Pacman, mengutip dari News.com.au, Senin.

Roach menyadari kalau penampilan Pacquiao di bawah standar. Itu sebabnya ia memerintahkan jagoan Filipina itu bermain lebih ganas di atas ring.

Baru setelah pertandingan usai, pelatih tinju yang mengidap Parkinson itu mengakui kalau anak asuhnya menderita cedera bahu dua minggu sebelum bermain dan sempat disuntik obat anti nyeri jelang naik ring.

Kembali ke data statistik, Pacquiao sepertinya akan memenangkan pertarungan ketika mengurung dan terus memukul di ronde empat dan enam yang memaksa Mayweather Jr beberapa kali terpojok ke sisi tali ring. Aksi itu mungkin membuat penonton yakin Pacquiao akan menang.

Namun bermain dan menentukan pemenang di olahraga tinju bukan selalu seperti itu. Bukan cuma mengandalkan pukulan yang bertubi-tubi tapi sebenarnya cuma serangan “hampa”.

Mayweather Jr terkenal sebagai petinju yang lincah dalam berkelit dan bagus menahan serangan. Ia tidak banyak memukul, tapi setiap melakukannya pasti akan dihitung angka. The Money hanya memukul jika diperlukan, bukan diumbar layaknya senapan mesin.

“Para juri menilai bukan karena kemauan atau sorakan penonton, tapi dari pukulan yang kena,” ketus Mayweather Jr.

Komentar