Max Biaggi Puji Penampilan Valentino Rossi

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Oktober 2017 | 08:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Legenda balap MotoGP, Max Biaggi, tanpa rasa sungkan  mengaku bahwa dirinya merupakan tipe pebalap yang belajar banyak dari  Valentino Rossi ketika masih berada di lintasan.

Sebagai pebalap  dunia balap asal Italia, Biaggi sempat merajai berbagi kelas di era sembilan puluhan

Sempat jadi pesaing Michael Doohan, Biaggi pada akhirnya gagal MotoGP  kelas utama karena kalah bersaing dengan Valentino Rossi.

Walaupun tak pernah memenangi MotoGP, Biaggi dianggap jadi rival terkuat pada awal karier Valentino Rossi.

“Salah satu poin kekuatan saya adalah saya melihat pebalap lain dan coba mempelajari hal positif dari mereka.”

“Saya memerhatikan apa yang mereka lakukan dan detail-detailnya.”

“Rivalitas dengan Rossi juga membantu saya berkembang karena dia selalu memberikan energi lebih pada saya. Seorang pebalap pasti bisa memetik sesuatu dari sebuah rivalitas,” tutur Biaggi seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Senin, 09 Oktober.

Biaggi sendiri mengakui bahwa ia termasuk sebagai pebalap yang terlambat terjun ke dunia profesional.

Ia baru mulai serius menekuni balap motor pada usia tujuh belasn

Namun pada usia selanjutnya, ia sudah mampu merebut titel juara dunia  dan mempertahankan status itu untuk tiga musim berikutnya.

“Ketika saya kecil, rasanya saya sangat jauh dari dunia balap karena saya sangat fokus untuk jadi pemain sepak bola.”

“Saya memang memulai hal tersebut lebih lambat, namun saat itu saya yakin bahwa dunia roda dua merupakan dunia saya,” ujar Biaggi.

“Saya terus berusaha mencuri rahasia kehebatan pebalap senior dan saya makin berkembang sebagai seorang pebalap. Dua tahun kemudian, saya berhasil jadi juara dunia,” tutur Biaggi.

Tentang kecelakaan yang dialami Rossi beberapa waktu lalu, Max Biaggi merupukan pebalap yang sangat bersimpati atas musibah itu

Rasa simpati itu ia ungkapkan lewat  akun Twitter miliknya.

“Semoga beruntung dan  tidak parah,” demikian tulis Biaggi dalam akun Twitter resminya kala itu.

“Saya mengerti perasaan tersebut, saya ikut merasa prihatin untuknya dan kejuaraan yang diikutinya. Segera lah kembali!”

Meski demikian, tampaknya sulit bagi Rossi untuk segera kembali ke lintasan balap dengan cedera cukup serius yang dialaminya ini.

Sebelumnya, kaki yang sama juga sempat patah saat Rossi berlatih untuk Italian Grand Prix pada tujuh tahun silam

Saat itu, Rossi kembali membalap di MotoGP setelah absen enam minggu.

“Saya pernah mendengar bahwa Rossi sangat sakit dan Valentino tidak optimis… sungguh kacau,” tulis kantor berita ANSA mengutip pernyataan ayah Rossi, Graziano.

“Saya tahu mereka masih harus memberi X-ray untuk kaki Rossi dan mereka khawatir terjadi keretakan.”

Sebelumnya, Mei lalu Rossi juga sempat mengalami cedera yang mengharuskannya menginap di rumah sakit di Rimini. Saat itu, ia mendapat masalah di ginjal dan hati setelah terjatuh dari motor.

Biaggijuga memuji  penampilan Valentino Rossi usai kecelakaan.

“Saya sangat simpati dengan Rossi,” ujar Biaggi seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Biaggi juga memberi pujian untuk Rossi, yang notabene merupakan mantan rivalnya di ajang MotoGP.

Rossi harus memulai balapan di Aragon dari posisi sepuluh setelah kesulitan sepanjang latihan bebas. Namun, The Doctor tampil impresif dan beruntung saat balapan sehingga mampu finis di posisi ketiga.

“Rossi adalah jaminan panutan, yang mampu keluar dari masa-masa sulit, meraih finis ketiga setelah start dari posisi kesepuluh,” ucap Biaggi.

Rivalitas Rossi dengan Biaggi memuncak menyusul insiden di GP Jepang enam tahun lalu.

Biaggi hampir membuat Rossi mengalami kecelakaan.

Setelah berhasil melewati Biaggi, Rossi kemudian mengacungkan jari tengah ke arah mantan pebalap Ducati tersebut.

Terkait penampilan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, Biaggi menyayangkan pebalap Repsol Honda itu melakukan pemilihan ban yang salah. Marquez sempat bersaing di posisi terdepan, tapi kemudian harus finis di posisi keempat.

Keputusan Marquez mengubah ban depan dari medium ke keras membuatnya gagal bersaing di lap-lap akhir.

Komentar