Ingat Schumy? Kondisinya Kini Rahasia

Penulis: Darmansyah

Jumat, 30 November 2018 | 08:58 WIB

Dibaca: 1 kali

Michel Schumacher?

Ya, Schumy, begitu ia dipanggil.

Dan jangan pernah melupakannya di ajang balap Formula One.

Lantas bagaimana dengan kondisinya sekarang?

Manajer Michael Schumacher, Sabine Kehm, mengungkap alasan kondisi mantan pebalap Formula One tersebut dirahasiakan selama lima tahun.

Informasi terkait Schumacher sangat minim sejak mantan pebalap asal Jerman itu mengalami kecelakaan fatal saat bermain ski bersama sang anak, Mick Schumacher, di Pegunungan Alpen pada lima tahun silam

Sang istri, Corinna Betsch, memilih untuk tidak mempublikasikan kondisi terakhir sang legenda.

“Secara umum, media-media tidak pernah melaporkan kehidupan pribadi Michael dan Corinna. Ketika dia [ tinggal di Swis, misalnya, itu jelas dia adalah seorang individual yang yang tertutup,” kata Kehm seperti yang dikutip dari situs Mirror hari ini, Jumat, 30 November.

“Suatu ketika dalam sebuah diskusi panjang, Michael mengatakan kepada saya: ‘Anda tidak perlu menghubungi saya tahun depan, saya [ingin] menghilang.”

“Saya pikir itu adalah mimpi rahasia dia untuk bisa diwujudkan suatu hari nanti. Itulah kenapa sekarang saya masih ingin untuk memproteksi harapan dia, saya tidak ingin segalanya terungkap,” katanya menambahkan.

Sementara itu mantan bos Ferrari Jean Todt menyatakan dia kerap berkunjung ke kediaman Schumacher dua kali dalam sebulan.

“Saya mencintai Michael. Saya melihat keluarga dia. Saya harap situasi sekarang berbeda,” ujar Todt.

“Ketika orang-orang bertanya kepada saya tentang apa memori terbaik [dengan Schumacher], saya katakan adalah seri balapa di] Suzuka,” tuturnya melanjutkan.

Informasi dari ‘relasi dekat’ Schumacher yang menyebut mantan pebalap yang kini berusia lima puluh tahun tersebut berada dalam kondisi yang baik.

“Ketika Anda menempatkan dia di kursi roda untuk menyaksikan panorama indah dari pegunungan dan danau, Michael kadang menangis,” ucap sumber itu.

Schumacher saat ini tinggal di sebuah kota bernama Gland yang terletak dekat Danau Geneva.

Kesuksesan pebalap legenda Formula Satu  Michael Schumacher di lintasan balap tentu tak lepas dari peran Ross Brawn.

Pria asal Inggris punya andil besar membuat Schumacher berjaya.

Brawn merupakan mantan insiyur motorsport dan kepala tim  Pria  tersebut pernah bekerja sebagai direktur teknik tim Benetton dan Ferrari. Dua tim yang membesarkan nama Schumacher.

Hubungan kerja antara Brawn dan Schumacher terjalin sejak  dua puluh lima tahun silam. Kala itu Brawn masih bekerja sebagai Direktur Tim Benetton, tim baru Schumacher setelah meninggalkan Jordan di pertengahan musim 1991.

Bersama Benetton, Brawn dan Schumacher berhasil menyabet gelar banyak gelar

Brawn  juga mengikuti kepindahan Schumacher ke tim Ferrari. Setelah empat tahun bereksperimen, Brawn sebagai direktur teknik kemudian mengembalikan kejayaan Ferrari di tengah dominasi tim Williams dan McLaren kala itu.

Ferrari yang sebelumnya sepi gelar selama kurang lebih dua puluh tahun, memenangkan predikat konstruktor terbaik pada 1999 yang kemudian mereka pertahankan selama lima kali beruntun.

Tak hanya itu, Brawn juga membantu Schumacher menyabet lima gelar berturut-turut. Duet Brawn dan Schumacher membuat para pencinta balap menyebut mereka dalam Ferrari dengan sebutan ‘Tim Impian’.

Schumacher sempat pensiun pada akhir musim dua belas tahun lalu dan menjadi konsultan untuk tim Ferrari. Tiga tahun kemudian, ia memutuskan untuk kembali membalap bersama tim Mercedes, tentu dengan kehadiran Brawn di dalamnya.

“Hanya kombisnasi ini (Schumacher-Brwan) yang membuat saya ingin kembali membalap. Tak ada kombinasi lain karena Ross merupakan teman saya sejak lama, dia kenal betul saya dalam setiap detil,” kata Schumacher delapan tahun lalau seperti yang dikutip dari GP Update.

“Kami berdua memenangkan banyak balapan, kami melalui masa-masa sulit, yang pada akhirnya kami selesaikan dengan cara yang baik,” sambungnya.

Schumacher pensiun untuk yang kedua kalinya, setelah mendapati performanya tak sebaik dahulu. Sebab, ia tak lagi mampu menembus peringkat lima besar dalam masa pengabdian dua tahun di tim Mercedes.

Kendati demikian, Brawn menilai Schumacher turut berkontribusi dalam struktur organisasi di Mercedes yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini.

“Dia membantu menciptakan kesuksesan yang kami dapatkan di Ferrari dan dia melanjutkan pendekatannya di Mercedes,” katanya

Posisi Schumacher kemudian digantikan pebalap Inggris, Lewis Hamilton.

Tak hanya itu, di musim tersebut Mercedes juga menjadi konstruktor terbaik. Mercedes kemudian secara beruntun menyabet gelar juara dunia dan konstruktor terbiak

Komentar