Marquez Menebar Ancaman di San Marino

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 September 2018 | 09:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menebar ancaman jelang MotoGP Italia  di Sirkuit Misano San Mairini, akhir pekan ini. Ia adalah pemenang di sirkuit ini musim lalu.

Musim lalu, dalam balapan di lintasan basah pemabalap asal Spanyol itu meraih podium tertinggi. Ia unggul satu koma satu detik dari pembalap Pramac, Danilo Petrucci.

Marquez pun bertekad kembali meraih podium tertinggi pada balapan, Minggu  nanti. Menengok ke belakang, pembalap berjuluk The Baby Alien ini memang punya rekor apik di Sirkuit Misano.

“Misano adalah sebuah lintasan yang berkelok-kelok dan lambat dibandingkan sirkuit yang lain di kalender, dengan banyak pengereman dan akselerasi,” Marquez dikutip Crash.

“Selama ini sih sirkuitnya bagus untuk kami. Kami memiliki banyak memori bagus di sana dan kami sudah pasti akan berusaha menambah sebuah memori bagus lainnya pada hari Minggu nanti.”

“Pada tahun lalu aku merasa nyaman di atas motor dan aku bisa membalap seperti yang kuinginkan, tapi pada hari Jumat kami akan melaju di atas lintasan dengan mentalitas seperti biasanya, bersiap, dan beradaptasi pada setiap situasi yang kami temui.”

“Kami akan mencoba memahami kondisi dan grip lintasan, mencari perbaikan di sesi satu ke sesi lainnya dan mudah-mudahan di dalam akhir pekan yang cerah dan hangat,” seru Marquez.

Marquez untuk sementara nyaman di puncak klasemen

Untuk tahun depan Marquez akan berduet dengan L<orenzo.

Duet ini dikatakan, manajer tim Ducati, Davide Tardozz akan menjadi sulit bagi Lorenzo

Ia memprediksi Jorge Lorenzo akan mengalami kesulitan di Repsol Honda tahun depan. Lebih dari itu ia mengaku salah atas kepindahan Lorenzo dari Ducati.

Ducati pada akhirnya melepas Lorenzo, imbas dari performa buruk pembalap asal Spanyol itu musim lalu. Namun, setelah Lorenzo bersedia bergabung dengan Honda, justru menampilkan performa oke.

Lorenzo telah meraih tiga kemenangan, termasuk pada MotoGP Austria pekan lalu. Dengan tambahan dua puluh ;lima poin, ia menjadi pembalap Ducati teratas di klasemen di bawah Marc Marquez dan Valentino Rossi.

“Marc sudah jelas berpikir bahwa dia diuntungkan dari ini — apakah dia benar atau tidak, saya tidak tahu,” kata Tardozzi kepada La Gazzetta dello Sport dikutip Autosport.

“Apa yang bisa saya katakan adalah bagaimanapun juga Jorge akan kesulitan sudah pasti, karena di sini dia sudah menemukan sebuah keluarga yang mengikuti dia dan sebuah tim yang memberi apa yang dia inginkan.”

“Di Honda, dia akan harus mulai semuanya lagi dari awal dan beradaptasi lebih cepat daripada yang dia lakukan dengan Ducati,” lanjut Tardozzi.

“Kami semua memang membuat kesalahan dan kami semua kalah. Pihak yang diuntungkan sesuatu adalah Honda. Sudah tentu, kami akan menjaga banyak hal untuk masa depan, kami tidak bodoh.”

Komentar