Marquez Tak Ingin “Maksa” Juara di Motegi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Dua hari sebelum balapan di MotoGP Jepang di Motegi, Marc Marquez secara terbuka menytakan, tak ingin memaksakan diri mengejar target juara dunia

Iajuga menegaskan akan berfusaha tampil maksimal apa pun hasilnya.

Peluang Marquez untuk bisa jadi juara dunia di MotoGP Jepang terbuka lebar. Saat ini ia unggul tujuh puluh tujuh poin atas Andrea Dovizioso yang ada di posisi kedua.

Bila mampu mempertahankan selisih poin di angka tujuh puluh enam poin ke atas, maka Marquez akan mengunci titel juara dunia kelima di ajang MotoGP di sirkuit Motegi.

Meski punya peluang besar untuk menyudahi pertarungan di Motegi, Marquez menyatakan dirinya tak akan memaksakan diri di Motegi.

“Ketika dirimu bertarung untuk perburuan juara dunia pertama kali, tentu ada lebih banyak rasa gugup, namun kini saya lebih tenang. Akhir pekan ini seperti halnya pekan lainnya, kami punya banyak kesempatan.”

“Saya manusia biasa, masih memiliki rasa gugup. Suka atau tidak, saya tentu memikirkan jadi juara dunia setidaknya sekali. Manajemen ingin saya memenangkan titel juara dunia di sini, namun (saya) tak peduli dimana dan kapan saya bisa memenangkan titel juara dunia,” kata Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Meski berkata tak mau memaksakan diri, Marquez sendiri berhasrat bisa kembali mengalahkan Andrea Dovizioso di MotoGP Jepang. Pada MotoGP Thailand dua pekan lalu, Marquez sukses memenangkan duel lawan Dovizioso yang berlangsung hingga tikungan terakhir.

“Saya harus mengalahkan Dovizioso yang selalu tampil baik di sirkuit ini. Dia akan tampil sangat bagus di tipe sirkuit macam ini namun mental saya akan tetap saya.”

“Motegi adalah satu-satunya trek ketika saya tidak berhasil meraih pole. Honda ingin saya jadi juara di Jepang dan saya harap saya mampu melakukannya,” ucap Marquez.

Pada musim ini Marquez tampil apik dan konsisten sepanjang muisim. Selain di MotoGP Argentina  dan MotoGP Italia  Marquez selalu naik podium di  dua belas seri MotoGP yang dijalani dengan rincian tujuh kemenangan, empat runner up, dan satu kali podium ketiga.

Kemenangan di Motegi  akan mengantarkan Marquez meraih gelar juara MotoGP yang kelima.

Tetapi jika gagal meraih kemenangan, maka persaingan menuju tangga juara musim ini akan makin seru.

Saat ini Marquez yang memiliki dua ratus tujuh puluh satu poin atau unggul tujuh puluh tujuh  angka atas pesaing terdekatnya, Dovizioso yang mengoleksi seratus sembilan puluh empat poin. Jika finis pertama di MotoGP Jepang, perolehan poin The Baby Alien tidak akan terkejar oleh pebalap lain termasuk Marquez. Sekalipun Marquez gagal finis di tiga balapan tersisa.

“Kami memiliki bola pertandingan pertama di kandang Honda, yang sangat penting untuk perusahaan kami,” ujar Marquez dikutip dari Crash.

Balapan di Sirkuit Motegi tidak saja penting untuk Marquez, tetapi juga pendukungnya. Karena kemenangan akan terasa manis lantaran perlombaan berlangsung di kandang sendiri.

“Tentu saja kami akan mencoba mendapatkan hasil terbaik di depan orang-orang Honda dan pendukung tuan rumah. Tetapi Motegi memiliki trek stop and go, di mana kekuatan berakselerasi jadi faktor kunci,” ucap Marquez.

“Jadi, kami akan bekerja keras dan sedikit peningkatan di area itu jika kami ingin bertarung melawan Ducati,” Marquez menambahkan.

Kendati demikian, Marquez juga tidak akan putus asa apabila gagal meraih kemenangan dalam balapan nanti. Karena bukan tidak mungkin Andrea Dovizioso kembali berjaya di MotoGP Jepang seperti musim lalu.

Dalam dua balapan terakhir Dovizioso selalu membuntuti Marquez di posisi kedua.

“Jika tidak [menang], kami akan mencoba tetap fokus dan tenang serta menangani situasi sebaik mungkin. Hal yang paling penting adalah akhirnya mencapai tujuan kami di beberapa poin,” Marquez menuturkan.

Minggu pekan ini para pebalap akan kembali bersaing untuk menjadi yang tercepat pada ajang seri balapdi Sirkuit Motegi, dan ada beberapa  fakta unik gelaran balapan di sirkuit tersebut.

MotoGP Jepang meninggalkan sejumlah cerita dan pengalaman menarik bagi para pebalap. Balapan di Sirkuit Motegi didominasi tim pabrikan Honda dan Yamaha selama enam tahun.

Musim lalu, Marc Marquez yang mewakili tim Honda hampir saja kembali memperpanjang rekor dominasi bagi Honda. Namun, Andrea Dovizioso berhasil mengandaskan ambisi Marquez di lap terakhir.

Kini ajang perburuan gelar yang tercepat tentu akan menjadi target utama Marquez.

Kemenangan Marquez di sirkuit Motegi nanti, akan memastikan dirinya sebagai juara MotoGP musim ini

Fakta Motegi ini datang dari panjang sirkuitnya.

Sirkuit Motegi mencapai empat koma delapan kilometer dengan jumlah empat belas tikungan (enam ke kiri, delapan ke kanan).

Trek lurus terpanjangnya yaitutujuh ratus enam puluh dua meter dengan lebar lintasan lima belas meter.

Terakhir kali Ducati menjadi yang tercepat di Sirkuit Motegi pada delapan tahun lalu dengan pengendara Casey Stoner.

Setelahnya, pebalap Honda dan Yamaha mendominasi kemenangan di MotoGP Jepang selama enam tahun. Berikutnya pada musim lalu, pebalap Ducati Dovizioso berhasil mematahkan dominasi tersebut.

Jepang pernah tunda MotoGP akibat gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter dan tsunami pada tujuh tahun lalu

Bencana ini diperparah dengan meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir yang menimbulkan bahaya radioaktif.

.Marquez jadi juara MotoGP Jepang musim lalu, sedangkan dua rivalnya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, mengalami kecelakaan karena masalah ban.

Sempat bersaing di posisi terdepan dengan The Baby Alien, The Doctor terjatuh pada lap ketujuh, Lorenzo pada lap kedua puluh.

The Baby Alien pun finis pertama sekaligus memastikan gelar di Jepang.

Jorgen Lorenzo menjadi pengendara yang meraih kemenangan terbanyak di Sirkuit Motegi dengan empat kali menang sejak edisi MotoGP. Rossi dan Loris Capirossi masing-masing meraih tiga kali kemenangan di MotoGP Jepang.

Komentar