Marquez Sulit Menjuarai MotoGP 2015

Penulis: Darmansyah

Minggu, 5 Juli 2015 | 16:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Marc Marquez, yang baru memenangi satu balapan MotoGP musim ini berjanji akan mengincar podium teratas MotoGP Jerman yang berlangsung Minggu, 12 Juli 2015 di Sirkuit Sachsenring.

“Saya ingin berhati-hati, ini hanya salah satu akhir pekan. Kita akan lihat apa yang terjadi di Jerman,” kata Marquez, sepert2015i diberitakan Autosport, Minggu 05 Juli 2015 .

“Tapi, apa yang saya rasakan adalah saya menikmati motor saya lagi. Saya masih merasa kami bisa lebih baik saat masuk tikungan, terutama pada balapan terakhir MotoGP Belanda,” jelasnya.

Pembalap asal Spanyol ini juga mengaku hanya ingin tampil lebih konsisten untuk sisa MotoGP musim ini. Marquez menyatakan, dia datang dengan mentalitas yang sama untuk bisa memenangkan balapan lagi.

“Tapi, saya konsisten dalam beberapa akhir pekan terakhir dan selama balapan saya mampu tepat di belakang pembalap terdepan dan saya senang dengan hal itu,” terang Marquez.

“Sekarang kami akan pergi ke Jerman dengan mentalitas yang sama dan mencoba memenangkan balapan, serta meyakini perasaan saya,” tutur rider berjuluk The Baby Alien ini.

Marc Marquez akan nothing lose dan tak akan memikirkan soal juara karena ingin mengejar kemenangan.

Marquez tercecer di posisi keempat klasemen sementara terpaut tujuh puluh empat poin dari Valentino Rossi dan enam puluh empat poin dari Jorge Lorenzo, yang menghuni dua urutan teratas.

Pada seri terakhir di Belanda sepekan lalu, Marquez kembali gagal menyudahi puasa kemenangannya setelah dikalahkan Rossi dalam pertarungan ketat sampai tikungan terakhir Sirkuit Assen.

Dengan hasil itu, maka Marquez sudah menjalani enam balapan tanpa kemenangan sejak menjadi yang terdepan di seri Austin. Bahkan tiga di antaranya pebalap Spanyol itu harus retired karena crash di tengah-tengah lomba.

“Apa yang aku inginkan hanyalah kembali ke level yang bagus,” ucap Marquez di Autosport. “Sekarang targetnya adalah memenangi balapan.”

“Bukan hanya satu pebalap, tapi dua pebalap yang harus bisa kukalahkan; Valentino dan Jorge. Sulit sekali untuk memangkas jarak yang sekarang,” lanjut si juara bertahan.

“Sekarang aku tidak punya apapun untuk dipertaruhkan jadi aku hanya ingin memenangi sebanyak mungkin balapan,” cetus dia.

Untuk kali kesekian di musim ini Marc Marquez terlibat insiden yang nyaris membuat pebalap rival jatuh.

Aksi Marquez yang terlalu berani dinilai menbahayakan rider lain. Marquez pun diminta lebih tenang di atas lintasan.

Pebalap terakhir yang nyaris ‘dijatuhkan’ Marquez adalah Valentino Rossi. Keduanya terlibat duel sengit di MotoGP Belanda, yang memuncak pada tikungan terakhir jelang garis finis.

Rossi, yang dalam posisi memimpin ketika memasuki chicane, disalip Marquez dari sisi dalam. Saat motor keduanya bersenggolan, Rossi meluncur ke luar lintasan. Dia melaju melewati gravel tanpa terjatuh dan kembali ke trek untuk merebut kemenangan di seri tersebut.

Ini bukan kali pertama Marquez nyaris membuat celaka pebalap lain. Di Argentina pada pertengahan April lalu Marquez malah terjatuh saat dia dianggap terlalu memaksakan diri ingin mengambil kembali status pemimpin balapan dari tangan Rossi.

Di Catalunya, kejadian nyaris serupa terjadi. Marquez terjatuh setelah dia mengambil risiko dalam upaya menyalip Jorge Lorenzo.

Soal gaya membalap Marquez yang dianggap berbahaya, sudah banyak dikomentari rider-rider lain sejak dia mulai turun di kelas MotoGP dua musim lalu. Namun dalam beberapa kesempatan, Marquez menegaskan kalau dia tidak akan mengubah pendekatan yang dilakukan.

“Saya melihat tayangan ulangnya berkali-kali dan satu-satunya kesempatan yang dipunya Rossi adalah menegakkan motornya dan melaju menuju gravel. Jika tidak begitu saya pikir dia dia tidak akan bisa melewati tikungan itu,” analisa Andrea Iannone.

Sementara itu pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, merasa terbantu dengan adanya sasis baru yang dipakai timnya saat membalap di Sirkuit Assen, X-Fuera menilai motor YZR-M1 miliknya jadi lebih bertenaga saat melibas tikungan.

Ya, Movistar Yamaha memang melakukan pengembangan jelang tampil di Belanda. Sasis baru sudah mulai dicoba saat menjalani sesi tes di Aragon.

Saat itu, Rossi dan Lorenzo mengaku terbantu dengan adanya sasis tersebut dan akhirnya diputuskan Yamaha bakal memakai sasis baru di Assen.

Hasilnya? Rossi dan Lorenzo berhasil meraih podium. The Doctor –julukan Rossi– berhasil finis pertama, sementara Lorenzo mampu menyelesaikan balapan dua tingkat di bawah rekan setimnya tersebut.

“Ini perubahan sasis sangat positif bagi semua pembalap. Perubahan ini juga memberi kami tarikan ketika ban belakang mulai drop. Jadi, menurut saya itu adalah hal yang positif,” jelas Lorenzo seperti mengutip Crash, Minggu,05 Juli 2015.

Sasis baru ini bisa dikembali dicoba saat mentas di seri kesembilan MotoGP yang diselenggarakan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu 12 Juli 2015.

Komentar