close
Nuga Sport

Marquez; Muda, Ganteng dan Berprestasi

Marquez usai balapan di Sirkuit Valencia

Marc Marquez menghadirkan sensasi tersendiri pada MotoGP 2013. Sederet rekor dipecahkan dan dicatat oleh rookie asal Spanyol tersebut. Musim ini berubah jadi tahun rekor MotoGP, dan itu dilakukan oleh pemuda 20 tahun!

Marquez adalah rookie pertama di kelas primer yang jadi juara dunia, sejak Kenny Roberts menjadi juara dunia di kelas 500 cc pada 1978. Pada usia 20 tahun 266 hari, Marquez jadi juara dunia termuda kelas primer sepanjang sejarah, melewati rekor Freddie Spencer yang meraih gelar juara dunia 1983 di kelas 500 cc ketika berumur 21 tahun 258 hari, juga dengan mengendarai Honda.

Marquez, juga, adalah pebalap keempat dalam 65 tahun Grand Prix yang bisa memenangi tiga kelas berbeda, setelah Mike Hailwood, Phil Read, dan Valentino Rossi.

Sepanjang kehadiran pertamanya di MotoGP usai naik peringkat dari Moto2, Marquez terus mencatatkan prestasi sepanjang 2013. Ia dengan wajah yang sangat-sangat “baby face,” menghadirkan decak kagum ke dunia dengan menjadi pebalap termuda keempat sepanjang sejarah yang naik podium kelas primer, setelah Randy Mamola, Eduardo Salatino, dan Norick Abe.

Pada balapan pertamanya di MotoGP, di Losail, MotoGP Qatar, Marquez mencatat rekor sebagai pebalap termuda yang mencatat fastest lap di kelas primer, saat berusia 20 tahun 49 hari. Rekor sebelumnya dipegang Freddie Spencer ketika berusia 20 tahun 161 hari, pada balapan pertama 500 cc di Misano 1982.

Juara pada GP Americas di Sirkuit Austin ketika berusia 20 tahun 63 hari, menjadikan Marquez sebagai pebalap termuda yang memenangi balapan di kelas primer, melewati rekor Freddie Spencer yang menjuarai balapan 500 cc di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia 1982, di usia 20 tahun 196 hari.

Meraih pole position di Austin ketika berusia 20 tahun 62 hari membuat Marquez menjadi pebalap termuda yang meraih pole di kelas primer, sekali lagi melewati rekor Freddie Spencer yang berusia 20 tahun 153 hari ketika menjadi pole sitter untuk kali pertama di kelas 500 cc, di Jarama pada 1982.

Kemenangan di Austin menjadikan Marquez sebagai pebalap termuda sepanjang 65 tahun sejarah Kejuaraan Dunia Grand Prix, yang pernah memenangi balapan di tiga kelas berbeda, melewati rekor Dani pedrosa yang melakukannya ketika berusia 20 tahun 227 hari saat memenangi GP China pada 2006.

Marquez adalah pebalap pertama yang langsung menang pada balapan pertama atau keduanya di kelas primer, sejak 15 tahun lalu ketika Max Biaggi menang pada debutnya di Suzuka 1998.

Marquez adalah pebalap pertama setelah Jorge Lorenzo pada 2008 yang naik podium pada dua balapan pertamanya di kelas primer.

Setelah finis dengan menaiki podium pada dua balapan pertama, Marquez memimpin klasemen sementara bersama Jorge Lorenzo, dan menjadi pebalap termuda yang memimpin klasemen kelas primer. Catatan ini melewati rekor Lorenzo yang memimpin klasemen setelah menang di Estoril pada 2008 dan berusia 20 tahun 345 hari.

Kemenangan di Austin juga menjadikan Marquez sebagai pebalap termuda yang bernah melakukan back-to-back podium di kelas primer, melewati rekor Randy Mamola yang finis podium di Spanyol dan Perancis 1980, ketika berusia 20 tahun 197 hari.

Pada GP Spanyol, seri ketiga, Marquez yang berusia 20 tahun 77 hari menjadi pebalap termuda yang naik podium pada tiga seri berturut-turut di kelas primer, melewati rekor Jorge Lorenzo yang melakukannya saat berusia 20 tahun 345 hari pada 2008.

Setelah GP Perancis, Marquez jadi pebalap kedua yang bisa finis podium dalam empat seri pertama di kelas primer. Pebalap lainnya adalah Max Biaggi yang melakukannya pada 1998.

Kemenangan di Sachsenring, MotoGP Jerman dan Laguna Seca membuat Marquez mencatat rekor sebagai pebalap termuda sepanjang sejarah yang menang di dua seri secara berturut-turut di kelas primer, pada usia 20 tahun 154 hari, melewati rekor Freddie Spencer yang berusia 21 tahun 104 hari saat menang di Afrika Selatan dan Perancis pada 1983, dengan mengendarai Honda.

Kemenangan di Sachsenring dan Laguna Seca ini juga menjadikan Marquez sebagai rookie kelas primer yang menang back-to-back, sejak Kenny Roberts melakukannya di Austria dan Perancis pada 1978.

Kemenangan di Indianapolis menjadikan Marquez sebagai rookie kedua di kelas primer yang memenangi tiga balapan beruntun, setelah Kenny Roberts yang menang di Austria, Perancis, dan Italia pada 1978.

Kemenangan Marquez di Sachsenring, Laguna Seca, dan Indianapolis, menjadikannya sebagai pebalap termuda sepanjang masa yang memenangi tiga balapan kelas primer secara beruntun, di usia 20 tahun 182 hari. Rekor sebelumnya dicatat oleh Freddie Spencer yang berusia 21 tahun dan 125 hari saat menang di Afrika Selatan, Perancis, dan Italia pada 1983.

Kemenangan di GP Ceko menjadikan Marquez sebagai rookie pertama di kelas primer yang memenangi empat balapan secara beruntun.

Kemenangannya di MotorLand Aragon adalah yang keenam pada musim ini. Ini adalah kemenangan terbanyak sapanjang sejarah yang dicatat rookie kelas primer.

Kemenangan Marquez di Sachsenring, Laguna Seca, Indianapolis, dan Brno jadi rekor baru sebagai pebalap termuda sepanjang sejarah yang memenangi empat balapan secara beruntun di kelas primer, saat berusia 20 tahun 189 hari. Rekor sebelumnya dicatat Mike Hailwood pada 1962 saat berusia 22 tahun 139 hari.

Marquez finis di posisi tiga besar sebanyak 16 kali pada 2013, yang merupakan finis podium terbanyak sepanjang sejarah yang pernah dicatat rookie di kelas primer.

Dia meraih sembilan pole position pada 2013, yang merupakan jumlah pole terbanyak sepanjang sejarah bagi rookie di kelas primer.

Total poinnya, 334 adalah jumlah terbesar yang pernah diraih seorang rookie di kelas primer.

Dihimpun dari mottogp.com

Tags : slide