Marquez Juga Tanpa Poin di Le Mans

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 Mei 2017 | 13:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidak hanya Valentino Rossi, lawan tangguhnya, pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, juga  harus pulang dari GP Perancis dengan kondisi tanpa poin lantaran ia terjatuh di lap kedelapab belas.

Seperti yang ungkapkan kepada “crash,” Senin, 22 Mei, Marquez mengaku berambisi mengejar para pebalap Yamaha yang ada di depannya.

Marquez terjatuh ketika ia ada di posisi keempat dan tengah berusaha menempel Valentino Rossi yang ada di depannya.

Posisi tiga besar saat itu dipenuhi oleh para pebalap yang menunggangi motor Yamaha, Maverick Vinales dan Johann Zarco.

“Peristiwa terjatuh dari motor tak datang dengan sendirinya. Itu terjadi ketika saya berusaha memacu motor hingga mencapai batasnya.”

“Pada momen tersebut, saya berusaha memacu motor untuk menjaga jarak dengan pebalap Yamaha,” tutur Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Marquez mengakui ia mengambil risiko besar dalam upayanya mengejar Rossi dan Vinales sehingga akhirnya harus terjatuh dari motornya.

“Di seri ini, kami kesulitan dalam menciptakan akselerasi motor yang baik, jadi saya berusaha mengambil risiko dengan teknik pengereman,” kata Marquez.

Marquez kini ada di peringkat keempat.

Selain  Marquez terjatuh, Rossi menyusul di lap kedua puluh lima usai  tampil impresif dan sukses menyusul Johann Zarco dan Maverick Vinales untuk merebut tempat pertama.

Ketika akhirnya Vinales kembali menyusul Rossi, The Doctor berusaha keras untuk bisa mendahului Vinales. Upaya ini berbuah pahit lantaran Rossi justru jatuh di lap terakhir.

Kegagalan finis Rossi dan Marquez dalam sebuah seri grand prix secara bersamaan merupakan sebuah hal yang jarang terjadi.

Sebelum insiden di GP Perancis ini,  satu-satunya seri ketika Rossi dan Marquez sama-sama gagal finis adalah di GP Italia di empat musim silam.

Saat itu Rossi harus menghentikan balapan di awal lomba karena terlibat insiden dengan Alvaro Bautista. Sementara itu Marquez mengalami kecelakaan di lap kedua puluh.

Setelah peristiwa di GP Italia itu, baik Marquez maupun Rossi tak pernah gagal finis bersamaan.

Sepanjang tiga tahun lalu, Marquez dan Rossi sama-sama hanya sekali gagal finis. Rossi mengalami itu di GP Aragon sedangkan Marquez mengalaminya di GP Australia.

Setahun kemudiannya, Rossi sama sekali tidak pernah gagal finis Marquez enam kali gagal finis di Argentina, Italia, Katalonia, Inggris, Aragon, dan Malaysia.

Pada musim tahun lalu, giliran Rossi yang mengalami gagal finis lebih banyak dibandingkan Marquez. Rossi empat kali gagal finis di Amerika Serikat, Italia, Belanda, dan Jepang, sedangkan Marquez hanya sekali gagal finis di Australia.

Sementara itu pada musim ini, Marquez sudah dua kali gagal finis setelah sebelumnya ia juga terjatuh di GP Argentina. Sedangkan bagi Rossi, kecelakaan di GP Perancis merupakan kegagalan finis perdana musim ini.

Sementara itu, pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, menganggap kesalahan yang dilakukan Valentino Rossi di GP Perancis, bukanlah kesalahan terakhir yang akan terlihat di MotoGP musim ini.

“Sejauh ini, balapan menunjukkan bahwa musim ini merupakan musim yang gila karena terlihat banyak kesalahan yang terjadi.”

“Jadi kesalahan yang dilakukan Valentino Rossi hampir pasti bukan kesalahan terakhir (dari seluruh pebalap) yang akan terlihat di MotoGP musim ini,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Kecelakaan yang dialami oleh Rossi sendiri disebut Lorenzo bisa jadi pengingat bagi pebalap-pebalap lain untuk tak terlalu memacu motor melebihi batas.

“Sangat penting untuk mengetahui batas kecepatan) dan tak berusaha untuk melaju melebihi hal itu,” ucap Lorenzo.

Lorenzo sendiri tak bisa tampil kompetitif di balapan kali ini dan tak mampu bersaing di rombongan depan. Namun hasil finis di peringkat keenam cukup bagus baginya.

Kegagalan finis yang dialami Valentino Rossi di GP Perancis,  membuat Dani Pedrosa kembali masuk radar persaingan gelar juara dunia MotoGP.

Pedrosa naik podium untuk kali ketiga beruntun setelah finis posisi ketiga di Sirkuit Le Mans. Kesalahan Rossi di beberapa tikungan terakhir membuat pebalap yang dijuluki ‘The Spanish Smurf’ itu berhasil naik podium.

Rossi sebenarnya sempat memimpin balapan saat memasuki lap terakhir. Setelah melakukan kesalahan karena melebar, Rossi kemudian terjatuh ketika berusaha mengejar Maverick Vinales di beberapa tikungan terakhir.

Vinales berhasil finis pertama, disusul Johann Zarco, dan Pedrosa di posisi ketiga. Sedangkan Rossi gagal menyelesaikan balapan setelah motornya mati karena kecelakaan.

“Rossi memberi saya kado yang manis. Kami melakukan tugas luar biasa, terutama sepanjang hari Sabtu. Saya ingin mengucapkan selamat kepada tim, karena ini tidak mudah. Saya merasa motor terus meningkat dan berharap bisa terus seperti ini,” ujar Pedrosa seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Pedrosa benar-benar beruntung pada balapan GP Perancis.

Tidak hanya karena Rossi terjatuh, keberhasilan Pedrosa naik podium tidak lepas dari kecelakaan yang dialami rekan setimnya, Marc Marquez.

Juara bertahan MotoGP itu melakukan kesalahan dan terjatuh ketika mempertahankan posisi keempat, di depan Pedrosa.

“Ini balapan yang sulit. Sepanjang malam saya memikirkan bagaimana caranya melewati tikungan pertama, karena saya tahu akan sangat ketat. Selalu mudah untuk menyentuh pebalap lain dan melakukan kesalahan,” ujar Pedrosa.

Pedrosa juga minta maaf kepada pebalap LCR Honda, Cal Crutchlow, karena sempat menyenggol pebalap asal Inggris tersebut. Pedrosa mengaku tidak sengaja hampir membuat Crutchlow kecelakaan.

“Saya melihat Crutchlow melakukan kesalahan kecil dan saya ingin memanfaatkannya. Kami bersenggolan, saya minta maaf karena tidak berniat menyenggolnya. Beruntung kami tidak terjatuh,” ucap Pedrosa

Komentar