Marquez Ingin Menangkan MotoGP Malaysia

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Oktober 2018 | 08:36 WIB

Dibaca: 1 kali

Usai gagal di balapan MotoGP Australia, juara balapan musim ini Marc Marquez sangat antusias menyambut loba di  Malaysia

Marquez gagal finis di MotoGP Australia pekan lalu.

Marquez yang baru saja memastikan gelar juara dunia MotoGP di  Jepang gagal menuai hasil positif di Phillip Island, Australia.Saat tengah bertarung di rombongan depan, Marquez ditabrak dari belakang oleh Johann Zarco.

Meski Marquez tak terjatuh, namun bagian belakang motor Marquez rusak sehingga ia memutuskan kembali ke pit dan tak lagi melanjutkan balapan.

“Sungguh mengecewakan bahwa saya tak bisa menyelesaikan balapan dan bertarung hingga akhir di Australia. Namun hal itu sudah berlalu dan kini saya sudah tak sabar untuk menanti seri MotoGP berikutnya di Malaysia dengan semangat dan fokus yang biasa kami tampilkan.”

“Kami masih memiliki tujuan untuk mendapatkan dua gelar juara dunia lainnya. Kami juga ingin kembali meraih kemenangan bila hal itu memungkinkan,” kata Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Setelah Marquez jadi juara dunia MotoGP,Marquez berharap bisa mengantar Honda jadi juara pabrikan dan tim.

Marquez menilai MotoGP Malaysia bakal mengurang fisik para pebalap. Selain kondisi cuaca di Malaysia, hal lain yang jadi tantangan pebalap adalah MotoGP Malaysia merupakan seri ketiga beruntun bagi para pebalap.

“Malaysia menghadirkan seri yang menantang bila melihat dari kesiapan fisik, namun kami sudah siap untuk hal itu. Jadi kami akan berusaha mempertahankan konsentrasi dan coba tampil solid sejak hari Jumat,” ucap Marquez.

Dalam balapan di Australia Marquez ditabrak oleh Zarco dan gagal melanjutkan lomba

Marquez mengaku sudah memaafkan Zarco yang telah menabraknya karena menganggap pebalap asal Perancis itu tak sengaja.

“Ketika saya masih menunggangi motor, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Sejujurnya, saya sempat marah karena saya merasakan kontak di bagian belakang motor.”

“Saya tidak bisa melanjutkan [balapan] karena kursi motor saya hancur dan sangat goyang. Tak mungkin lagi melanjutkan balapan dan jika kerusakannya parah, bakal lebih berbahaya,” ucap Marquez seperti dikutip dari Crash.

Pebalap Repsol Honda itu kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan balapan MotoGP Australia dan masuk garasi.

Setelah menganalisa video insiden, Marquez menganggap insiden tabrakan dengan Zarco murni kecelakaan.

“Saya melihat foto-foto dan videonya kemudian memahami yang terjadi dan itu murni kecelakaan karena pada trek tersebut kami memulainya sangat cepat.”

“Miller di depan, saya mengikuti tepat di belakangnya pada kecepatan 300 kilometer per jam. Saya mengerem meskipun agak terlambat dan berusaha lebih keras menurunkan kecepatan. Namun, saya merasakan kontak karena Zarco berada dalam posisi slipstream di belakang dua pebalap,” terang Marquez.

Ia lantas memaklumi kecelakaan yang dialaminya dengan Zarco sehingga gagal finis di MotoGP Australia.

“Anda bisa saja mengatakan, ia seharusnya mempertimbangkan itu [slipstream], tapi itu murni kecelakaan. Saya sudah bicara dengannya.”

“Saya merasa beruntung karena saya dan dia baik-baik saja. Ini jauh lebih penting,” terang Marquez.

Podium pertama MotoGP Australia sendiri dimenangkan oleh Maverick Vinales. Sedangkan Andrea Iannone meraih posisi kedua dan Andrea Dovizioso finis ketiga.

Sementara itu, dalam keterangannya kepada media  Marc Marquez merasa belum pantas disejajarkan dengan legenda-legenda olahraga Spanyol seperti petenis Rafael Nadal dan pegolf Seve Ballesteros.

Peraih tujuh gelar juara dunia balap motor itu enggan disamakan dengan atlet-atlet lain yang sudah lebih dulu mengibarkan bendera Spanyol di kancah olahraga.

Marquez akan bersedia menempatkan diri di jajaran olahragawan top Spanyol ketika sudah menyelesaikan kariernya kelak.

“Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan nama-nama ini [legenda olahraga Spanyol] karena pada akhirnya saya akan membandingkannya ketika saya pensiun. Saya masih berharap dapat berumur panjang,” ucap salah satu dari empat pebalap yang berhasil menjadi juara di tiga kelas berbeda.

“Saya akan berupaya untuk tetap berada di level saat ini tapi hal yang terakhir ingin saya lakukan adalah menyadari apa yang telah saya lakukan dan membandingkannya dengan legenda-legenda lain karena saya ingin memiliki mental yang sama,” sambung Marquez seperti dilansir Crash.

Mental juara Marquez masih terlihat jelas dalam sesi kualifikasi MotoGP Australia

Setelah memastikan gelar juara MotoGP 2018 pada akhir pekan lalu di Jepang, pebalap berjuluk Semut dari Cervera itu tetap berjuang sengit untuk memastikan posisi terdepan.

“Saya merasa sama saja dengan akhir pekan lainnya dan saya ingin merasa lebih baik dengan motor karena saya harus berjuang setiap akhir pekan. Saya memacu motor sepeti biasa,” kata Marquez.

“Sulit untuk memaksakan karena kami mengendarai motor dengan kecepatan 200 kilometer per jam di setiap putaran dan menakutkan melihat ada tetesan air di kaca helm, tapi di luar itu saya mencoba untuk membukukan catatan waktu terbaik dan itu terjadi di percobaan ketiga,” tambahnya

Komentar