Marquez Diving di Podium MotoGP Katalonia

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 Juni 2017 | 09:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, mengakui dirinya terlihat bodoh ketika terjatuh karena tersandung papan starter jelang balapan GP Katalonia.

Marquez merasa cemas jelang balapan GP Katalonia.

Hal itu disebabkan sepanjang latihan bebas hingga babak kualifikasi, pebalap asal Spanyol itu mengalami kecelakaan hingga empat kali.

Kesialan Marquez berlanjut di sesi pemanasan jelang balapan.

Pebalap Repsol Honda  itu terjatuh setelah tersandung papan starter saat latihan mengganti sepeda motor.

“Ini akhir pekan yang sulit, terutama dengan mentalitas sebelum balapan. Setelah lima kali kecelakaan, tidak pernah mudah. Saya sulit tidur, tapi saya terus berpikir ‘Oke ini akan jadi hari yang baik’,” ucap Marquez seperti dikutip dari situs resmi MotoG

Marquez sempat kembali ketakutan usai hampir mengalami kecelakaan sesaat start GP Katalonia berlangsung.

Marquez nyaris terjatuh karena manuver agresif Danilo Petrucci. Beruntung, meski sempat bersenggolan, Marquez dan Petrucci tetap mampu melanjutkan balapan.

Marquez kemudian finis posisi kedua di belakang pebalap Ducati, Andrea Dovizioso.

Untuk merayakannya, Marquez kemudian melakukan aksi diving dengan berguling-guling di parc ferme dan podium GP Katalonia, menirukan insiden terjatuh karena tersandung papan starter.

“Ya, Anda juga lihat di podium. Saya suka melihatnya. Ketika saya melihatnya lagi, saya berpikir saya terlihat bodoh. Saya tidak melihat papan starter karena mengunakan helm. Saya tidak marah kepada mekanik, karena itu salah saya,” ujar Marquez.

“Ketika saya melihat Dovizioso, saya tahu dia yang harus dikalahkan. Apa yang kami kehilangan di jalur lurus dari Ducati, tidak mampu kami pangkas saat tikungan. Jadi saya memutuskan untuk menerima finis kedua,” sambungnya.

Keberhasilan finis kedua di GP Katalonia membuat Marquez naik ke posisi tiga klasemen sementara MotoGP musim ini dengan delapan puluh delapan poin.

Juara dunia MotoGP tiga kali itu tertinggal dua puluh tiga3 poin atas Maverick Vinales di puncak klasemen.

Marc Marquez berhasil memenuhi targetnya untuk finis di depan Dani Pedrosa. Namun pada akhirnya ia gagal mengantisipasi kehebatan Andrea Dovizioso di paruh akhir GP Katalonia

Melihat status Pedrosa sebagai pemilik pole position, Marquez sejak awal telah menegaskan bahwa targetnya adalah bisa finis di depan Pedrosa. Bila itu tak bisa dilakukannya, maka Marquez akan puas ada di posisi kedua.

Sepanjang balapan berlangsung, Marquez ada di baris depan dan bersaing dengan Dani Pedrosa. Pada awal lomba, pertarungan Marquez-Pedrosa diganggu oleh Jorge Lorenzo.

Setelah Lorenzo gagal mempertahankan konsistensi, giliran Dovizioso yang datang menyerang.

Namun berbeda dari Lorenzo, Dovizioso mampu tampil lebih konsisten dan akhirnya justru mampu menjadi pebalap pertama yang menyentuh garis finis.

“Sepanjang minggu ini saya berusaha untuk terus tampil maksimal. Saat lomba berlangsung, target saya adalah finis di depan Dani Pedrosa.”

“Namun di akhir lomba, Dovizioso mampu tampil lebih cepat satu langkah dibandingkan kami, terutama di trek lurus,” kata Marquez dalam wawancara seusai lomba seperti dikutip dari Crash.

Meski gagal jadi juara, Marquez setidaknya bisa tersenyum lantaran dirinya mampu memangkas selisih poin dengan Maverick Vinales dengan cukup signifikan

Pebalap Honda, Marc Marquez memberikan pujian pada rekan setimnya, Dani Pedrosa yang tampil apik di sesi kualifikasi dan meraih pole position GP Katalonia.

Marquez yang bakal start dari posisi keempat GP Katalonia memuji Pedrosa yang tampil apik dan sukses jadi yang terdepan di garis start pada lomba nanti.

Marquez bahkan menyebut Pedrosa adalah musuh utama baginya untuk bisa menang di GP Katalonia.

“Saya rasa Dani Pedrosa adalah pebalap terbaik yang mampu mengatasi menurunnya performa ban pada saat balapan.”

“Pedrosa sangat ringan dan memiliki gaya balap yang sangat halus sehingga ia mampu mengatasi situasi ini dengan baik,” kata Marquez seperti dikutip dari Crash.

Marquez pun memilih bersikap realistis bila ia gagal menandingi kecepatan Pedrosa di lintasan.

“Jadi saya harus bisa memahami situasi yang ada di balapan nanti. Bila Pedrosa tampil lebih cepat seperti saat di Jerez, maka yang saya perlukan hanya finis di posisi kedua.”

“Namun bila saya memiliki peluang untuk memenangi balapan, maka saya pasti akan berjuang mendapatkan hal itu,” ujar juara dunia MotoGP tahun lalu ini.

Marquez sendiri saat ini ada di posisi yang kurang bagus dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. .

Komentar