Marquez “Crash” Saat Test Private di Brno

Penulis: Darmansyah

Rabu, 16 Juli 2014 | 09:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Marc Marquez, “rider” Repsol Honda, Selasa pagi waktu Brno, atau sore WIB, 15 Juli 2014, mengalami kecelakaan dalam uji coba terhadap motor musim 2015. Belum ada berita rinci tentang kondisinya usai kecelakaan tes private oleh pabrikan Honda itu.

Ujicoba itu, seperti diberitakan oleh “mcn” dalam situsnya, Rabu, 16 Juli 2014, dilakukan Honda dengan melibatkan dua pembalapnya yakni Marquez dan Dani Pedrosa. Pada sesi hari pertama yang digelar Selasa pagi waktu setempat, keduanya turun ke lintasan dan banyak terbantu oleh cuaca cerah.

Namun cuaca berubah saat siang dengan hujan deras turun di beberapa titik lintasan. Dalam situasi itulah Marquez mengalami kecelakaan. Dtulis oleh “mcn” Marquez tergelincir justru di lintasan yang kering yakni pada tikungan kelima.

Kubu Honda memastikan tidak ada cedera dialami Marquez.

Salah satu agenda tes Honda di Brno adalah menguji tunggangan baru untuk musim 2015. Rencananya motor baru tersebut baru akan diturunkan pada Rabu, hari ini, 16 Juli 2014.

“Hari ini berjalan cukup baik, di pagi hujan turun dan kami berhasil melakukan tes terhadapn beberapa hal di lintasan basah dan saya mengalami kecelakaan kecil.”

“Saat siang lintasannya sudah kering, meski tingkat gripnya masih buruk. Yang terpenting di akhir sesi suhunya meningkat jadi kami bisa melakukan perubahan pada setelan motor. Semoga besok kondisinya lebih baik,” sahut Marquez di akun Facebook HRC.

Dalam akunnya itu, Marquez juga menulis tentang peluangnya untuk kembali menjadi juara dunia MotoGP 2014, jika ia bisa menutup kompetisi pada balapan di Aragon.

Sembilan kemenangan dari sembilan seri yang telah dilombakan, semuanya disapu bersih oleh Marc Marquez. Juara dunia musim lalu itu menyebut dirinya tak akan pernah puas dengan apa yang sudah didapat, dan karenanya akan berusaha terus menang sampai akhir musim.

MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring, Minggu malam WIB, pekan lalu, menjadi seri kesembilan yang digelar musim ini. Dari seluruh balapan tersebut cuma ada satu nama yang muncul sebagai pemenang, dia adalah Marc Marquez.

Marquez yang menyapu bersih seluruh balapan di musim ini, berada di puncak klasemen pebalap dengan raihan 225 poin. Dia unggul tujuh puluh tujuh poin dari rekan setimnya, Dani Pedrosa, yang ada di posisi kedua.

Dengan komposisi seperti itu, maka Marquez bisa lebih cepat memastikan mempertahankan gelar juara dunia miliknya. Jika bisa terus meraih kemenangan, pemuda asal Spanyol itu akan berpeluang mengunci gelar juara dunianya yang kedua pada race di Aragon.

“Menyenangkan bisa merasakan ini semua, tapi itu tak akan pernah cukup,” tulis Marquez di akun Facebook-nya.

Meski meraih kemenangan di Belanda, Marquez sebenarnya tengah berada dalam kondisi yang kurang optimal. Diakuinya, sebelum hari balapan kesehatannya sedikit terganggu.

“Masalahnya adalah saya tidak merasa terlalu oke sepanjang akhir pekan ini, setelah dapat flu di hari Rabu dan harus mengonsumsi antibiotik. Badan saya terasa lemah tapi saat berada di atas motor saya sudah merasakan berada dalam kondisi 100%,” tegasnya seperti dikutip dari Marca.

Jika Marquez meraih lima kemenangan beruntun di balapan-balapan berikutnya, Indianapolis, Republik Ceko, Inggris, San Marino dan Aragon, maka poinnya akan berjumlah 350. Sementara jika Pedrosa diasumsikan bisa terus berada di posisi kedua pada balapan yang sama, maka jumlah angka akan menjadi 248.

Dengan hanya ada empat balapan tersisa setelah Aragon, perolehan poin Marquez tidak akan bisa dikejar oleh Pedrosa.

“Saya belum memikirkan soal menjadi juara dunia di Aragon. Yang terpenting sekarang adalah memenangi kejuaraan ini, soal kapan itu akan terjadi tidaklah penting,” sahut Marquez usai balapan.

Diakui Marquez, jadi juara di Aragon akan sangat berkesan untuknya lantaran keluarnya akan menyaksikan balapan. Namun dia juga mengantisipasi jika di paruh kedua musim persaingan menjadi lebih berat.

“Buat saya tidak akan sama rasanya menang di Aragon jika dibandingkan di Australia, karena semua keluarga saya akan berada di Aragon. Tapi sulit untuk memikirkan paruh kedua musim akan berjalan sama seperti itu meraih kemenangan beruntun,” lanjutnya di Marca.

sumber : mcn, marca dan crash

Komentar