Marquez Buang Kata Damai untuk Rossi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Desember 2015 | 15:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Kata “damai” antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez usai “tragedi” Sepang dan “hujatan” Valencia, makin menjauh bersamaan dengan pernyataan “The Baby Allien,” yang “membongkar” perilaku buru “The Doctor,” seperti dimuat di laman situs “crash,” Kamis, 10 November 2015.

Marquez yang jengkel dengan ketidakbersediaan Rossi untuk “berdamai” dalam waktu dekat melontarkan kalimat yang menyudutkan seniornya dengan mengatakan kalau sebenarnya Rossi-lah yang jadi biang masalah di antara mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan MCN, Kamis, 10 Desember 2015, Marquez belum bisa terima dengan tudingan Rossi soal aksinya di Valencia.

Ia mengelak telah membantu Jorge Lorenzo untuk menjadi juara dunia MotoGP 2015.

Bahkan insiden di Sepang, Marquez menegaskan ia sama sekali tidak bersalah.

Marquez membeberkan sebenarnya intimidasi yang dilancarkan Rossi jauh hari sudah dirasakan. Namun ia berusaha untuk diam.

Bahkan perilaku Rossi jauh melebihi apa yang dilakukannya.

“Apa yang dilakukan di atas motor sangat luar biasa. Semuanya apa yang diperolehnya sangat superior di MotoGP. Tapi pada akhirnya tidak ada orang yang sempurna dan Anda dapat melakukan kesalahan,” ungkap Marquez.

Menurutnya, Rossi mempunyai banyak kekuatan dun tahun ini dan Anda rasanya akan kalah dari Rossi.

“Ini sudah terjadi di masa lalu dengan Gibernau, Biaggi dan Stoner. Jadi memang diperlukan konsentrasi di lintasan jika ingin mengalahkannya”

Marquez juga membantah kalau dirinya sama sekali tak mempunyai jasa buat Rossi musim ini.
Ia menunjuk GP Australia.

Ketika itu Marquez berhasil keluar sebagai juara dengan mengalahkan saingan terdekat Rossi, Jorge Lorenzo.

“Tapi, sama sekali hal itu tidak dilihat Rossi. Padahal ketika itu Rossi menjabat tangan saya. Tapi ketika kami pergi ke Malaysia… boom! semuanya berubah. Saya terkejut, tapi pada akhirnya Rossi menciptakan masalah ini,” terangnya.

Kejadian Sepang hingga kini masih jadi perdebatan di kalangan pecinta MotoGP.

“Saya tahu orang-orang bertanya mengapa saya menyalip Rossi berkali-kali. Saya pun bertanya, mengapa Rossi melakukannya untuk saya”

“Saya memang menekan Rossi, tapi berulang kali dia menyalip. Saya menghabiskan satu lap di belakangnya tapi masih bisa melihat kalau saya lebih cepat darinya. Inilah yang jadi pertanyaan saya,”mengapa dia membuat pertempuran begitu ketat di Malaysia?” pungkasnya.

Pernyataan “marah Marquez ini, seperti diun gkapkan adiknya, Alex Marquez, adalah akibat kakaknya menderita oleh kontroversi dengan Valentino Rossi

GP Malaysia menjadi salah satu seri terbaik dalam sejarah dunia balap lantaran dibumbui drama yang dilakoni Rossi dan Marquez.

The Doctor terbukti bersalah setelah menendang MM93 hingga terjatuh. Akibatnya, VR46 harus start paling buncit dalam lomba pamungkas di Valencia, dan peluangnya untuk menjadi juara pun pupus.

Di mata publik terutama fans Rossi, Marquez adalah kambing hitam kegagalan The Doctor mengklaim juara dunia.

“Ini kakak saya. Saya juga menderita atas apa yang terjadi dan berusaha menyemangati dia. Saya berharap takkan ada lagi pembalap lain yang mengalami situasi serupa, sebab ini tidak mudah,” papar Alex, seperti diberitakan Speedweek, Kamis, 10 Desember 2015.

“Banyak hal-hal yang di luar kendali, tapi kini Marc sudah jauh lebih baik. Dia telah mencabut ‘colokan’ yang membuatnya menderita, dan sedang bersenang-senang melakukan aktivitas motor trail dengan teman-temannya. Dia telah melupakan segalanya,” jelasnya.

Marc Marquez kini sejuga sedang menjalani masa liburan.

Namun, liburannya juga tak jauh-jauh dari balap motor.

“Kami sangat beruntung terdapat banyak sirkuit di sekitar rumah, yang membuat Anda bisa membalap kapan pun Anda mau. Ketika Anda berada di atas motor, Anda lupa akan dunia dan semua yang salah,” kata Alex, seperti diberitakan Speedweek.

Marc memiliki musim yang buruk pada MotoGP musim ini karena motor RC213V yang kurang kompetitif
Alex sendiri mengalami karier yang naik-turun di musim pertamanya dalam Moto2. Di usia 19 tahun, dia masih memiliki banyak waktu untuk berkembang.

“Kami telah melakukan hal-hal bagus dan buruk, tapi Anda harus melihat semuanya dengan positif dan belajar. Kami tahu bagaimana cara untuk meningkatkan performa, tapi sekarang kami berusaha untuk rileks dan mengisi kembali baterai,” papar Alex.

“Saat musim sudah menginjak lima, enam, atau tujuh seri, mudah melihat segala kemungkinan. Sehingga, penting untuk terus mencetak angka di lomba pertama,” jelasnya.

Komentar