Marquez Ancaman MotoGP Musim 2014

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 3 Mei 2014 | 18:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua topik hangat yang menyertai balapan di Sirkuit Jerez, GP Spanyol, di suarakan dengan antusias oleh Valentino Rossi. Pertama makin kencangnya dominasi Marc Marquez sehingga legenda balapan moto gede itu secara bercanda mengatakan, maunya Marquez bisa absen dengan kecelakaan.

Topik kedua yang kalah hebohnya adalah mundurnya “bridgeston” sebagai penyuplai ban untuk balapan.

Khusus terhadan ancaman Marquez di aerna balapan MotoGP, Rossi mengatakan, pernah menang sebelas kali dalam satu musim di kelas premier, dan itu tidak hanya terjadi sekali, tetapi tiga kali. Kali pertama dia melakukannya pada 2001, yang mengingatkannya pada Marc Marquez musim ini.

Pada 2001, Rossi memenangi tiga seri pembuka, seperti Marquez musim ini. “Marc sedikit mengingatkan saya pada balapan 2001, musim kedua saya di kelas 500cc. Saya juga menang pada tiga seri pembuka dan saya sangat kuat, sangat cepat dibanding pebalap lain,” kata Rossi pada konferensi pers jelang GP Spanyol.

Pada 2001, setelah memenangi tiga balapan di depan, Rossi mengalami beberapa kesulitan, termasuk finis ketiga pada seri keempat di Perancis dan gagal finis pada seri kelima di Italia.

“Saya sangat ingin memenangi musim 2001. Saya melakukan kesalahan, kehilangan beberapa balapan dan pada saat yang sama Biaggi sangat kuat dan membuat saya berada di bawah tekanan,” papar Rossi.

“Musim ini masih sangat panjang dan saya berharap Marc juga akan menghadapi masalah yang sama seperti saya pada 2001,” lanjut Rossi sambil tertawa.

Meski begitu, Marquez seharusnya tidak perlu khawatir. Meski sempat mengalami masalah di beberapa balapan, pada akhirnya Rossi tetap keluar sebagai juara dunia 2001 dengan keunggulan poin 100 lebih dari Biaggi yang finis sebagai runner-up.

Rossi mengakui ancaman Marc Marquez dalam tiga balapan terakhir dengan memenangkan tiga balapan pembuka di Losail, Austin dan Argentina. Di Jerez ia juga mencatat waktu tercepat pada sesi latihan bebas kedua..

Sesi kedua ini berlangsung di bawah cuaca yang sangat panas, dengan suhu mencapai 53 derajat celsius.

Setelah memuncaki daftar pencatat waktu tercepat pada awal sesi, posisi Marquez tak tergoyahkan. Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo berada di urutan kedua dan ketiga hingga jelang akhir sesi.

Marquez dan Espargaro adalah dua pebalap yang mencatat waktu terbaik di bawah 1 menit 40 detik pada sesi ini.

Beberapa rider mengalami kecelakaan jelang berakhirnya sesi ini, yakni Bradly Smith dan Hector Barbera. Kedua pebalap tidak mengalami cedera.

Meski di free practice ketiga hari ini ia hanya berada di peringkat tiga di bawah Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo, Marc tetap merasa puas.

Pedrosa, yang di sesi kedua hanya menempati posisi keenam. Kali ini menunjukan performa impresif dengan berhasil menjadi yang tercepat.

Kejutan terjadi di sesi ketiga ini, pembalap NGM Forward Racing, Colin Edwards berhasil menjadi yang tercepat kelima.

Ketika paddock Sirkuit Jerez mulai dipenuhi para pebalap dan kru tim, topik paling hangat yang muncul jelang GP Spanyol adalah keputusan mundurnya Bridgestone sebagai penyuplai tunggal ban untuk MotoGP, pada akhir musim 2015.

“Kejutan besar. Dengan segala hormat, secara pribadi, saya sangat sedih,” kata Rossi yang menghabiskan delapan tahun di 500cc/MotoGP dengan Michelin sebelum berpindah ke Bridgstone, hanya setahun sebelum peraturan satu ban diterapkan.

“Bagi saya, ini adalah berita buruk karena -oke semua pebalap ingin mendapatkan ban terbaik- tetapi menurut saya kualitas Bridgestone sangat, sangat tinggi dan saya tidak tahu apakah penyuplai lain akan datang dengan level yang sama,” tambah Rossi.

Rossi mengaku khawatir karena kali terakhir memakai ban lain di luar Bridgstone adalah pada 2007. Dia mengaku senang dan cocok ketika tahun berikutnya berganti memakai Bridgestone.

Pergantian produsen ban tentu saja akan berefek pada perubahan sistem ECU, hardware maupun software. “Balapan akan mengalami perubahan besar pada 2016. Sepertinya, penerapan elektronik akan berkurang dan jika ban juga berubah, artinya motor akan mengalami banyak perubahan, terutama dalam gaya balap,” terang Rossi.

Rossi tentu saja bukanlah satu-satunya pebalap yang menyadari banyaknya perubahan yang akan terjadi di depan. Pebalap Repsol Honda Marc Marquez mengakui bahwa Bridgestone sudah berkembang sangat banyak dibanding ketika awal-awal bergabung pada 2008-2009.

“Tentu saja ini tidak akan pernah cukup bagi pebalap, tak pernah sempurna, tetapi ini akan sama bagi semua orang. Ini akan jadi masalah bagi semua pabrikan untuk mengadaptasi motor dengan ban baru,” kata Juara Dunia 2013 tersebut.

Komentar