Betulkah Marquez Akan Hijrah ke Yamaha

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 November 2017 | 08:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Marc Marquez akan ke Movistar Yamaha?

Ya. Itulah rumor yang makin kencang tentang kepindahan Marquez menggantikan Valentino Rossi di Yamaha usai belapan MotoGP musim depan.

Musim depan Rossi akan mengakhiri kontraknya dengan Yamaha.

Rumor ini dipicu setelah kepala mekanik Repsol Honda, Santi Hernandez, mengatakan juara dunia MotoGP empat kali itu ingin mencoba tantangan di tim lain.

Marquez sudah sempat dikabarkan hampir bergabung dengan Yamaha pada pertengahan musim lalu

Ketika itu Yamaha sedang mencari pengganti Jorge Lorenzo yang memutuskan bergabung dengan Ducati

Yamaha kemudian gagal merekrut Marquez setelah Rossi marah. Pasalnya, Yamaha berencana memberi Marquez gaji lebih besar daripada The Doctor.

Kini, rumor Marquez ke Yamaha kembali memanas kembali

Kali ini pebalap asal Spanyol  itu santer dikabarkan menjadi pengganti Rossi yang kemungkinan besar pensiun dari ajang MotoGP usai musim 2018.

Rumor tersebut muncul setelah Hernandez mengatakan Marquez menyimpan ambisi merebut gelar juara dunia MotoGP bersama tim lain.

“Marquez punya talenta, kekuatan, dan ambisi merebut gelar juara dunia MotoGP menggunakan sepeda motor yang lain,” ujar Hernandez dalam wawancara dengan Motorsport.com.

“Jika saya pemilik tim lain, saya ingin Marquez memperkuat tim saya. Saya ingin dia melakukan apa yang dilakukannya di Honda dengan sepeda motor saya,” sambung pria asal Spanyol tersebut.

Marquez juga sempat dihubungkan dengan pindah ke KTM. Tapi, kepindahan ke tim asal Austria itu tidak masuk akal bagi Marquez. Pasalnya, sepeda motor RC16 milik KTM belum mampu bersaing dengan motor milik Honda, Yamaha, Ducati, dan bahkan Suzuki.

Opsi terbaik bagi Marquez untuk menjadi juara dunia selain bersama Honda adalah bergabung dengan Yamaha. Terlebih Yamaha akan membutuhkan sosok besar untuk mengisi kekosongan Rossi jika pebalap asal Italia itu memutuskan pensiun.

Selain Yamaha, opsi lain bagi Marquez adalah bergabung dengan Ducati. Hernandez sendiri meyakini tim yang akan merekrut Marquez tidak akan menyesal.

“Marquez pekerja keras, ambisius, baik, dan selalu memberikan segalanya. Dia adalah pebalap yang seluruh merek menginginkannya,” ucap Hernandez

Sementara itu Marquez menyatakan dirinya tak tahu menahu dengan rumor itu.

Ia sendiri menolak mengomentarnya dan lebih senang menjawab pertanyaan tentang juara yang baru diraihnya.

Marquez mengungkapkan tak  akan pernah mengalami kebosanan untuk memburu kemenangan di ajang MotoGP

Marquez berhasil meraih titel juara dunia untuk keempat kalinya di kelas MotoGP dan titel keenam di semua kelas sepanjang kariernya.

Dengan usia yang masih muda, maka peluang Marquez untuk memperbanyak titel juara dunia miliknya masih terbuka lebar.

Selain harus bertahan dalam perburan titel juara yang makin sengit dari musim ke musim, tantangan terbesar Marquez adalah mempertahankan motivasi dan rasa lapar gelar dalam dirinya.

 

Dengan pengalaman berkompetisi sejak usia dini, kejenuhan dan rasa bosan bakal jadi musuh besar Marquez di masa depan.

Marquez sendiri menyatakan dia tak akan kesulitan melawan kejenuhan dan kebosanan yang mungkin timbul.

“Saya rasa tak akan ada seorang pun yang bosan menikmati kemenangan. Momen kebahagiaan tentunya akan selalu disambut,” ujar Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Marquez mengakui titel juara musim ini merupakan salah satu titel juara dunia yang sulit untuk didapatkan. Marquez sempat terpuruk di paruh awal musim sebelum akhirnya dominan di paruh akhir kompetisi.

“Tak mudah bagi saya untuk mendapatkan titel juara dunia keenam musim ini. Kami memulai kompetisi seolah mendaki puncak dan juga tekanan dari Andrea Dovizioso yang membuat saya seperti tercekik.”

“Kami mencoba untuk mengubah konsep mesin. Kami tahu bahwa kami akan kesulitan di paruh awal kompetisi namun kemudian kami mampu menemukan cara mengatasi maslaah,” ucap Marquez.

Marquez juga tak lupa memberikan pujian pada Dovizioso yang jadi rival utamanya musim ini.

“Meskipun tak ada rasa kasihan di atas lintasan, rasa respek di antara kami saling terjaga. Kami sama-sama menghadapi tekanan dan sadar bahwa bila kami melakukan kesalahan, maka lawan kami yang akan jadi juara,” kata pebalap dengan motor bernomor 93 ini

Komentar