Marc “Baby Allien” Marquez Menyerah

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Juni 2015 | 10:43 WIB

Dibaca: 1 kali

Marc Marquez, “rider” Repsol Honda, yang menjuarai dua musim balapan MotoGP, dan tampil sensasional di awal keikutsertaannya di lomba “kuda besi” itu, tiga tahun lalu, “mengibarkan” bendera “putih” sebagai tanda menyerah untuk bisa mempertahankan predikat juaranya di lomba musim ini.

Tampil impresif dari posisi start empat, dan berhimpitan dengan Jorge Lorenzo di lap ketiga Catalunya Circuit, Barcelona, MotoGP Spanyol, Minggu malam WIB, 14 Juni 2015, untuk berebutan mendapatkan posisi terdepan, Marquez terjungkal di “grade” dan tak bisa melanjutkan lomba.

Marquez, terjatuh saat bersaing ketat memperebutkan posisi satu melawan Jorge Lorenzo. Juara dua kali MotoGP itu melebar di salah satu tikungan di lap ketiga dan mengakibatkannya mesti mengakhiri balapan lebih cepat.

Pebalap asal Barcelona itu sudah kehilangan angka dua kali dari tujuh lomba yang sudah berlangung.

Kini, Marquez hanya bisa mengoleksi enam puluh sembilan poin, terpaut enam puluh sembilan poin pula dari Valentino Rossi yang berada di puncak klasemen, dan menduduki posisi lima.

Jarak poinnya dari Jorge Lorenzo, yang berada di posisi dua, makin menjauh, enam puluh delapan. Dengan jumlah poin yang sangat jauh itu Marquez dipastikan akan sulit mengejar duo Yamaha itu dari sebelas balapan sisa.

Tal bisa menyembunyikan kekecewaannya, Marc Marquez mulai pesimistis dengan peluangnya mempertahankan gelar.

Sudah tiga kali crash dan kalah cepat dari Yamaha, Marquez kini hanya memasang target mendekati Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Untuk kali ketiga di sepanjang musim ini Marquez mengalami crash. Setelah terjatuh di Argentina dan Italia, rider Honda itu gagal menuntaskan balapan di MotoGP Catalunya, Minggu malam WIB.

Kembali gagal dapat poin membuat Marquez tercecer makin jauh dalam persaingan musim ini.

Dengan masih ada sebelas balapan di musim ini, Marquez masih punya banyak peluang mengejar rider Yamaha. Tapi kini dia malah menyatakan kalau kans mempertahankan titel bakal sulit.

“Kami kalah dalam balapan, sekarang itu akan sangat sulit untuk bersaing menjadi juara. Tapi target selanjutnya adalah mencari cara untuk bisa sedekat mungkin dengan pebalap-pebalap Yamaha,” ucap Marquez.

Marquez baru meraih satu kemenangan di musim ini. Kondisi yang berbeda jauh dibanding musim 2014, di mana dia menyapu bersih kemenangan sepuluh balapan pertama.

“Pendekatan saya tetap sama. Saya nothing to lose sekarang, jadi targetnya adalah mencoba kembali ke level teratas secepat mungkin. Tentu saja sekarang adalah waktunya untuk bekerja keras dan saya berterima kasih pada tim saya karena sepanjang pekan ini mereka bekerja elektronik dan yang lainnya.”

“Saya minta maaf pada mereka karena pada akhirnya saya tidak bisa berterimakasih dengan diiringi hasil bagus. Tapi saat kami menang, kami meraihnya bersama, dan saat kalah kami kalah bersa,a. Kami bekerja keras bersama-sama,” tuntasnya

Selama berkarier di MotoGP, Marquez tidak pernah gagal naik podium di Catalunya. Tahun lalu, dia keluar sebagai juara usai finis ketiga pada 2013.

The Baby Alien menilai, hasil apik di masa lalu tidak bisa dijadikannya modal positif guna bangkit dari keterpurukan yang dialaminya sepanjang musim ini.

Sementara itu, hasil gemilang di Grand Prix Katalunya musim lalu tak bisa dijadikan pemantik semangat juara MotoGP dua kali berturut-turut itu meraih hasil maksimal.

Sekadar informasi, hingga saat itu Marquez keluar sebagai yang terbaik di Katalunya usai mengasapi Rossi dan rekan setimnya, Dani Pedrosa.

“Saya telah meraih hasil bagus di Katalunya dan meraih kemenangan musim lalu. Tapi kali ini saya tak mampu melakukan hal yang sama di depan penggemar setia saya. Mari kita berharap semoga kami bisa mengatasinya ketika berlomba di Assen pekan depan,” urai Marquez.

Berlainan dengan Marquez, Rider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo menyambangi Catalunya dengan modal tiga kemenangan di balapan-balapan terakhir dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Di tiga seri awal musim ini Lorenzo tak kuasa naik podium. Namun, hasil kontras ia catatkan di empat seri berikutnya: Lorenzo senantiasa jadi pemenang.

Hasil yang ditorehkan Lorenzo di Jerez, Le Mans, Mugello dan Catalunya tersebut membuatnya kini menempati posisi dua klasemen sementara. Cuma terpaut satu poin saja dari pemuncak klasemen sementara yang juga rekan setimnya sendiri, Valentino Rossi.

Rossi sendiri mengawali tiga balapan musim ini dengan dua kemenangan dan satu kali finis ketiga. Pada tiga seri berikutnya ia tetap bisa naik podium walaupun tanpa kemenangan. Perbedaan inilah yang membuat si Italiano kian didekati Lorenzo.

crash, mcn dan motogp.com

Komentar