Lorenzo: “Saya Harus Belajar dari Marquez”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 November 2018 | 08:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo, tinggal selangkah lagi memulai petualangan baru bersama Repsol Honda.

Lorenzo pun mengaku harus belajar banyak dari Marc Marquez yang sudah lama memperkuat Honda.

Petualangan baru Lorenzo akan dimulai setelah merampungkan balapan terakhir bersama Ducati di MotoGP Valencia, Minggu  ini

Dua hari berselang dia mulai menggeber motor Honda pada tes di Sirkuit Ricardo Tormo. Dia akan mengawali kerja sama dengan partner barunya, Marc Marquez.

“Marquez telah menjadi seorang legenda. Dia memenangi lima gelar juara dunia dalam enam musim. Saya harus belajar banyak darinya, karena itu akan menjadi musim ketujuhnya dengan motor Honda. Adapun bagi saya akan menjadi yang pertama,” kata Lorenzo, seperti dilansir Tuttomoriweb,

“Ada sikap saling menghormati. Saya orang yang hidup pada masa kini. Saya hanya berpikir apa yang dilakukan saat ini. Saat diberi kesempatan untuk pergi ke merek paling sukses di MotoGP, maka saya segera menerimanya,” imbuh Lorenzo.

Mantan pembalap Yamaha itu juga mengaku sedih karena momen meninggalkan Ducati semakin dekat. Dia punya alasan merasakan kesedihan itu.

“Bagian dari saya merasa sedih karena tak bisa dekat dengan Ducati seperti yang saya harapkan. Itu menjadi dua tahun yang diwarnai fase naik dan turun. Tapi, saya punya kenangan bagus. Saya juga senang dalam dua tahun ini. Tentu saya kan merindukannya, tapi hidup harus terus berjalan,” tegas Jorge Lorenzo.

Pilihan Jorge Lorenzo yang memutuskan tak tampil di MotoGP Malaysia,, karena merasa belum pulih dari cedera dikritik banyak pihak. Namun, keputusan Lorenzo mendapat dukungan dari calon rekan setimnya, Marc Marquez.

Lorenzo mendapat cedera pergelangan tangan kiri di MotoGP Thailand. Dia harus naik meja operasi untuk memulihkan cedera tersebut. Imbasnya, Lorenzo absen pada beberapa balapan.

Pembalap asal Spanyol itu berniat comeback di MotoGP Thailand. Bahkan, dia sudah mengikuti sesi latihan bebas.

Namun, setelah dua sesi latihan di Sirkuit Sepang, Lorenzo kembali ke garasi. Dia batal membalap dan posisinya digantikan pembalap penguji Yamaha, Michele Pirro.

Sikap Lorenzo itu dikritik karena diangga tak serius memberikan yang terbaik pada balapan-balapan terakhirnya bersama Ducati. Lorenzo sudah dipastikan bakal hijrah ke Repsol Honda pada awal MotoGP 2019.

Melihat kritik yang mengarah ke Lorenzo, Marquez langsung membela. “Kita bicara tentang pembalap yang mengalami patah tulang selangka di Assen (MotoGP Belanda). Kemudian operasi dan bisa balapan 24 jam setelah operasi,” kata Marquez, seperti dilansir Tuttomoriweb

Marquez menyebut, orang-orang yang berkomentar tak tahu apa-apa tentang atlet. “Kadangkala kami bisa membalap dengan kondisi tulang selangka patah karena pergerakannya tak membuat kesakitan. Tapi pergelangan tangan terus dipakai. Jadi, jika Lorenzo tak membalap, itu karena dia merasakan sakit,” tegas Marquez.

Seperti disebut Marc Marquez,  Lorenzo  mengalami patah tulang selangka pada sesi latihan bebas MotoGP Belanda. Dia kemudian langsung terbang ke Barcelona untuk menjalani operasi dan secara sensasional finis kelima pada balapan, dua hari setelah insiden itu.

Tentang perselisihannya dengan , Andrea Dovizioso   yang belum berakhir, Jorge Lorenzo, menyebut dirinya  sebagai pria aneh.

Selama dua musim bersama-sama memperkuat panji-panji Ducati, hubungan kedua pembalap mengalami fase naik turun. Namun, perselisihan lebih sering terjadi pada musim ini. Yang terbaru, keduanya berperang kata-kata di MotoGP Malaysia.

Perselisihan tersebut dipicu sindiran Dovi terkait keputusan Lorenzo yang kembali absen di MotoGP Malaysia karena belum pulih sepenuhnya dari cedera. Lorenzo merasa tidak terima dan membalas sindiran itu melalui Twitter.

Dalam sesi wawancara dengan Motorsport,, Dovi mendapat pertanyaan tentang pengalamannya selama dua musim bersama Lorenzo. Awalnya dia menyebut hubungan mereka menarik.

“Musim pertama  berjalan seperti yang saya perkirakan. Jorge memperkuat banyak posisi saya di Ducati karena dia mengonfirmasi indikasi saya dan itu sangat positif,” kata Dovizioso.

“Setiap pembalap punya karakteristik masing-masing bergitu juga Jorge Lorenzo. Dia pria aneh. Dia punya kekuatan dan kelebihan, seperti semua orang,” imbuh Andrea Dovizioso.

Menurut Dovizioso, musim ini berjalan lebih sulit bagi kedua pembalap. Apalagi setelah Lorenzo meraih kemenangan bersama Ducati.

“Tahun ini tidak mudah karena setelah dia mulai melaju cepat, atmosfer di box meninggi. Itu hal normal ketika Anda punya dua pembalap yang bertarung untuk kemenangan. Jika itu terjadi, atmosfer di box menjadi rumit,” ungkap Dovizioso.

“Rivalitas besar terjadi di box. Kalah dari Marc (Marquez) berbeda saat kalah dari Lorenzo. Banyak orang yang berkerja untuk kami berdua. Apa yang terjadi memengaruhi mereka,” imbuh pembalap asal Italia tersebut.

Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso akan berpisah pada akhir musim ini. Lorenzo telah memutuskan menerima pinangan dari Repsol Honda dan akan menjadi rekan setim Marc Marquez

Komentar