close
Nuga Sport

Lorenzo Nyatakan Honda Bak Real Madrid

Jorge Lorenzo menyebut tim Repsol Honda yang baru dibelanya mulai MotoGP  setara dengan kesebelasan Barcelona dan Real Madrid dalam urusan keberhasilan meraih gelar juara.

Lorenzo sudah menunggangi motor milik tim asal jepang tersebut sejak akhir tahun lalu dalam tes pramusim yang berlangsung di Valencia dan Jerez.

Sepanjang tes pramusim tersebut Lorenzo tidak diperbolehkan berbicara kepada media karena terkait kontrak dengan Ducati.

Setelah tahun baru tiba, Lorenzo pun secara resmi menjadi pebalap Honda dan mendapat izin untuk mengeluarkan pernyataan.

Dalam sebuah rekaman video yang dirilis tim Honda, pemilik lima gelar juara dunia itu memuji tim barunya sebagai tim tersukses.

“Repsol Honda mungkin adalah tim tersukses sepanjang sejarah. Mereka memiliki jumlah kemenangan dan gelar terbanyak,” kata Lorenzo seperti dikutip Crash.

“Jika dibandingkan dengan tim sepak bola, mereka mungkin seperti Barcelona atau Real Madrid. Tidak ada tim yang memiliki gelar lebih banyak dan memiliki pengaruh besar ke seluruh dunia,” sambungnya.

Lorenzo pun mengaku motor Honda memberi kepercayaan diri karena tampilan yang lebih bersahabat dengan posturnya.

“Musim lalu saya mengendarai motor yang jauh berbeda, motornya sangat besar dan sangat tinggi. Mungkin itu sedikit lebih besar buat saya. Dimensi motor Honda lebih cocok bagi saya. Lebih kompak, kecil dan lebih rendah sehingga saya dapat memiringkan badan lebih baik,” kata Lorenzo.

“Saya merasa lebih percaya diri ketika menikung karena semakin dekat dengan tanah maka Anda akan mendapat kepercayaan diri. Kesan pertama saya cukup positif dan saya melihat banyak potensi,” ucap Lorenzo.

Para pebalap MotoGP akan kembali menjalani tes pra musim 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia,

Sebelumnya Lorenzo juga berbicara  tentang eksistensinya kelak di Honda.

Lorenzo berbicara untuk pertama kalinya sebagai pembalap Repsol Honda. Ia mengungkapkan cocok mengendarai Repsol Honda  daripada Ducati.

Juara dunia lima kali itu menggantikan Dani Pedrosa untuk bergabung bersama juara bertahan, Marc Marquez. Lorenzo sudah menjalani tes Repsol Honda pada bulan November.

“Musim lalu saya mengendarai sepeda yang sama sekali berbeda, itu sangat besar dan sangat tinggi,” kata Lorenzo dikutip dari Crash,

“Mungkin itu terlalu besar untukku. Honda lebih cocok untuk saya dalam hal dimensinya. Ini lebih kompak, motor yang lebih kecil dan lebih rendah, dengan mana saya bisa membungkuk lebih baik.

“Saya merasa sedikit lebih percaya diri ketika memasuki tikungan, karena semakin dekat Anda dengan tanah, semakin banyak keyakinan yang Anda miliki. Kesan pertama positif dan saya melihat banyak potensi di sana.

“Pada saat-saat itu ekspresimu berbicara sendiri. Semuanya sangat mengasyikkan, sangat baru dan menyenangkan. Juga, jika perasaan awalnya baik, Anda bisa tahu lebih banyak dari ekspresi Anda. ”

Pada tes keduanya dengan Honda di Jerez, Lorenzo memperoleh sejumlah modifikasi pada RC213V-nya dibandingkan dengan debutnya di Valencia.

“Salah satu hal yang paling mengesankan saya adalah kemampuan Tim Repsol Honda untuk bereaksi, memberikan apa yang Anda minta,” katanya.

“Saya cukup jelas, Honda mencatat semua indikasi saya dan dalam beberapa hari semuanya sudah siap dan kami memiliki tangki bahan bakar hampir seratus persen sesuai dengan keinginan saya.”

Dengan bergabung Repsol Honda, Lorenzo merasa telah tiba di salah satu tim terbesar di dunia dan menikmati kesempatan di depannya.

“Repsol Honda mungkin tim paling sukses dalam sejarah,” katanya. “Mereka memiliki kemenangan dan gelar terbanyak.

“Untuk membandingkan mereka dengan tim sepak bola, mereka akan menjadi Barca atau Real Madrid. Tidak ada tim dengan lebih banyak gelar dan lebih penting di seluruh dunia daripada yang ini,”.

Lorenzo diyakini tak akan butuh waktu lama beradaptasi dengan Honda

Motor Honda yang lebih jinak dan akan sangat memudahkan Lorenzo.

Saat pindah dari Yamaha ke Ducati, Lorenzo sempat menjalani periode sulit. Namun, pada balapan ke-24 menunggangi Desmosedici dia bisa meraih kemenangan pertam yang dia dapat di Mugello.

Kini, saat pindah dari Ducati ke Honda, adaptasi kembali menjadi tantangan Lorenzo. Namun, pembalap itu diprediksi tak akan butuh waktu lama untuk nyetel

“Saya pikir itu akan lebih mudah untuk Jorge pindah dari Ducati ke Honda. Honda punya motor seperti motor normal,” ucap juara dunia MotoGP , Casey Stoner, dikutip AS.

“Jorge sudah menunjukkan dia bisa menang di Ducati. Saya tak ada keraguan dia akan bisa melakukannya (di Honda), saya sangat antusias menunggu apa yang akan terjadi,” tutur Stoner.

Saat pindah ke Ducati, Lorenzo melewati musim pertama tanpa sekalipun meraih kemenangan

Lorenzo diyakini tak akan butuh waktu lama beradaptasi dengan RC213V. Motor Honda yang lebih jinak dan akan sangat memudahkan Lorenzo.

Saat pindah dari Yamaha ke Ducati, Lorenzo sempat menjalani periode sulit. Namun, menunggangi Desmosedici dia bisa meraih kemenangan pertam yang dia dapat di Mugello.

“Saya pikir itu akan lebih mudah untuk Jorge pindah dari Ducati ke Honda. Honda punya motor seperti motor normal,” ucap juara dunia

“Jorge sudah menunjukkan dia bisa menang di Ducati. Saya tak ada keraguan dia akan bisa melakukannya (di Honda), saya sangat antusias menunggu apa yang akan terjadi,” tutur Stoner.

Saat pindah ke Ducati, Lorenzo melewati musim pertama tanpa sekalipun meraih kemenangan. Hasil terbaiknya cuma naik podium tiga kali. Ia baru bisa bangkit di musim kedua, dengan meraih tiga kemenangan

Tags : slide