Lorenzo Juara, dan Rossi Jagoan Le Mans

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Mei 2016 | 08:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Jorge Lorenzo boleh menjadi juara di Le Mans, Paris, MottoGP Perancis, Minggu malam WIB, 08 Mei 2015, tapi Velntino Rossi tetap menjadi yang terbaik karena mampu memangkas posisinya dari start ketujuh dengan finis sebagai runner up.

Rossi tak membantah ia kalah dari Lorenzo karena rekan sati timnya di Movostar Yamaha itu  sudah terlalu jauh untuk dikejar.

Memulai balapan dari posisi tujuh dan menampilkan performa sensasional dengan menyalip beberapa pebalap di depannya Rossi memang pantas bahagia sesudah sukses berada di nomor urutan kedua

Selain itu Rossi juga mengungkapkan gagalnya  menjadi yang tercepat saat di Le Mans karena timnya  tak menemukan setingg-an terbaik sejak turun di sesi latihan bebas pertama

Tak heran Rossi berpendapat demikian.

Semenjak melakoni sesi latihan bebas satu hingga empat dan kualifikasi, pembalap gaek itu tak pernah menjadi yang terbaik.

Raihan tertinggi Rossi dalam periode tersebut hanya duduk di posisi tiga sesi latihan bebas empat.

Alih-alih memperbaiki posisinya pada kualifikasi, Rossi justru harus puas menduduki posisi tujuh di fase tersebut. Hal tersebut membuat Rossi harus memulai balapan dari posisi tujuh.

Alhasil, Rossi gagal menjadi yang terbaik pada balapan di Le Mans. Ia finis di posisi dua, tertinggal hampir sepuluh detik dari sang rekan setim yakni Jorge Lorenzo yang keluar sebagai pemenang.

“Kami memiliki peluang untuk mendekatkan jarak dengan posisi terdepan. Namun satu hal yang pasti, kami memiliki beberapa masalah, terutama pada Jumat ketika kami mencoba berkonsentrasi pada performa ban,” jelas Rossi mengutip dari Crash, Senin, 09 Mei 2016

“Pada Sabtu sebenarnya saya cukup kompetitif. Namun, saya melakukan dua kesalahan pada kualifikasi dan membuat saya harus finis dari baris ketiga atau posisi tujuh,” urai rider berpaspor Italia itu.

“Rossi kesulitan mengejar Lorenzo hingga akhir balapan,” tulis “crash,” Senin, 09 Mei 2016.

“Saya menjalani start yang sangat buruk namun kemudian saya berhasil tampil lebih cepat dari ndrea Dovizioso dan Marc Marquez.”

“Saat saya berada di barisan depan, saya berhasil menjalani sejumlah lap dengan catatan waktu yang bagus namun Lorenzo sudah terlalu jauh dan ia terus berada dalam ritme yang baik,” kata Rossi seperti dikutip dari Crash.

Menurut Rossi, start buruk yang dialaminya tak lepas dari kegagalannya mendapatkan start di pole position atau setidaknya di grid depan. Dengan berada di urutan ketujuh, Rossi tidak bisa langsung memacu motornya pada kecepatan maksimal.

“Perlombaan ini terbilang perlombaan yang sulit. Saya kehilangan banyak waktu di awal perlombaan dan hal itu lazim terjadi bila pebalap menjalani perlombaan dari baris ketiga,” ucap Rossi.

“Saya berhasil memangkas jarak dari pemuncak klasemen yang mengalami pergantian dari Marc Marquez ke Jorge Lorenzo usai seri ini,” ucap Rossi seperti dikutip dari Crash.

Dengan hanya terpaut dua belas poin dari posisi puncak, Rossi yakin peluang jadi juara dunia terbuka lebar bagi ketiga pebalap yang ada di papan atas.

“Peluang jadi juara dunia terbuka lebar bagi kami bertiga dan kami harus berkonsentrasi.”

“Saat ini saya ada di peringkat ketiga jadi saya harus fokus pada tiap seri yang saya lalui selanjutnya. Berikutnya perlombaan akan berlangsung di Mugello dan saya harus bisa kompetitif di sana,” ucap Rossi.

Di GP Italia, Rossi tujuh kali jadi juara namun ia tak pernah menang dalam tujuh musim terakhir.

Setelah berakhirnya GP Perancis, persaingan di MotoGP 2016 akan kembali sengit lantaran selisih poin antara Lorenzo-Marquez-Rossi semakin rapat.

Lorenzo memimpin klasemen dengan sembilan puluh, disusul Marquez dan Rossi di peringkat ketiga.

Lorenzo  yang menjuarai balapan di Le Mans, juga sependaat dengan Rossi bahwa  perburuan titel juara dunia musim ini kembali ke titik nol

“Dalam perburuan gelar musim ini, tiga pebalap teratas sama-sama pernah sekali mencatat 0 poin atau hanya mendapat sedikit poin dalam sebuah seri.”

“Karena itu, bisa dikatakan kami akan kembali memulai perburuan gelar MotoGP kembali dari titik nol, dengan kami kini memiliki keunggulan lima angka,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

Lorenzo sebelumnya terjatuh di GP Argentina dan sepekan berselang giliran Rossi yang terjatuh di GP Amerika Serikat.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini karena semuanya nyaris sempurna bagi saya.”

Tentang kemenangan Lorenzo di Le Mans, banyak fakta menarik yang muncul.

Lorenzo meraih kemenangan kelimanya di MotoGP Perancis Dengan total enam kemenangan, Lorenzo merupakan pebalap tersukses di Sirkuit Le Mans.

Dalam delapan musim terakhir, pebalap yang memulai balapan MotoGP Perancis dari posisi pole selalu berhasil memenangi balapan, termasuk Lorenzo musim ini.

Selain itu, kecelakaan yang dialami Marc Marquez pada lap kelima belas di MotoGP Perancis, membuat pebalap asal Spanyol itu untuk kali pertama gagal naik podium musim ini.

Sementara itu Ducati menjadi tim pabrikan dengan catatan gagal finis terbanyak musim ini dengan enam kali.

Andrea Dovizioso gagal finis tiga kali beruntun di GP Austin, GP Spanyol, dan GP Perancis. Sedangkan Andrea Iannone gagal finis di Qatar, Argentina, dan Perancis.

Maverick Vinales meraih podium pertamanya di ajang MotoGP setelah memperkuat Suzuki sejak musim lalu.

Suzuki juga untuk kali pertama kali meraih podium sejak di GP Republik Ceko delapan tahun lalulewat pebalapnya Loris Capirossi

Komentar