Lorenzo Alami “Diskriminasi” oleh Yamaha

Penulis: Darmansyah

Rabu, 9 November 2016 | 10:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Jorge Lorenzo mendapat perlakuan “diskriminatif” dari Yamaha berupa larangan untuk berbicara mengenai kondisi timnya hingga tahun mendatang sesuai dengan isi kontrak yang mereka sepakati.

Yamaha punya alasan untuk “membungkam” Lorenzo karena kedua pihak terikat secara professional dan harus  bersikap profesional  tanpa melihat hubungannya yang  lama dengan pabrikan asal Jepang itu.

“Yang pasti Yamaha tak memberikan izin bagi Lorenzo untuk melakukan tes dengan Ducati di Sirkuit Jerez akhir bulan ini. Begitu juga dengan komentar-komentarnya,” tulis “crash,” rabu, 09 November 2016

Dua hari setelah seri terakhir di GP Valencia, sejumlah tim melakukan tes resmi di sirkuit yang sama. Untuk tes di Valencia, Yamaha memberikan izin bagi Lorenzo untuk menunggangi Ducati.

Namun untuk tes pribadi yang digelar di Sirkuit Jerez akhir bulan ini, Yamaha menutup pintu bagi Lorenzo untuk merapat ke Ducati.

“Berdasarkan kontrak, pebalap Yamaha tak memiliki hak untuk mencoba motor milik pabrikan lain. Kontrak kami dengan Lorenzo berakhir pada 31 Desember.”

“Ada semangat kebersamaan di antara tim pabrikan karena itulah kami memberikan Jorge Lorenzo dua hari tes bersama Ducati di Valencia. Kami rasa hal itu sudah layak,” tutur Bos Yamaha, Lin Jarvis.

Bagi Jarvis, kontrak kerja sama antara pabrikan dan pebalap adalah sebuah hubungan profesional yang mesti dipahami semua pihak.

Berakhir musim MotoGP di Valencia tak lantas membuat tugas Lorenzo di Yamaha menjadi berakhir karena masih ada agenda promosi yang wajib dijalankan Lorenzo.

“MotoGP bukan sekadar olahraga, namun juga bisnis. Yamaha mengeluarkan banyak uang untuk kontrak pebalap dan tentunya ingin mereka ada di tim sepanjang tahun.”

“Kami butuh mengembalikan investasi. Setelah seri terakhir, kami butuh pebalap untuk keperluan promosi. Kami juga harus memperhatikan sponsor dan partner kami,” ujar Jarvis.

Lorenzo hanya  diizinkan untuk mengikuti tes bersama Ducati di Valencia

Yamaha tidak memboleh Lorenzo  berbicara secara terbuka dengan tim barunya tersebut kepada media, hingga kontraknya habis.

Pengalaman pertama Lorenzo menunggangi Ducati di akhir musim ini di Valencia, nampaknya tidak bisa ia ceritakan.

Ducati sampai saat ini masih belum menunjukkan strategi apa yang akan digunakan, untuk memberikan pemberitaan yang layak untuk tes perdana Lorenzo ini.

Lebih dari itu, selain dua hari tes di Valencia, Yamaha tidak mengizinkan Lorenzo untuk menjajal sepeda motor Ducati terbaru yang akan digunakan tahun depan, di Jerez.

Lorenzo sendiri pernah mengeluhkannya kondisi ini, saat konferensi pers jelang MotoGP Motegi pada Oktober lalu.

Pembalap Spanyol itu menganggap, Yamaha seharusnya memperbolehkannya tes bersama Ducati di Jerez, mengingat ia merupakan pembalap Yamaha paling sukses dalam enam musim terakhir.

Jika Yamaha tidak memperbolehkan Lorenzo, Suzuki justru memberi lampu hijau kepada Maverick Vinales untuk tes di Jerez pada akhir November mendatang dengan Yamaha. Begitu pula halnya dengan Andrea Iannone, yang diperbolehkan Ducati untuk tes bersama Suzuki.

“Ini bisnis. Ini olahraga, benar-benar olahraga, tapi itu bukan amal. Ini adalah bisnis,” kata Lin Jarvis, Bos tim Yamaha, seraya membenarkan keputusan pihak Yamaha, seperti dilansir Motorspor..

“Tentu saja, Jorge ingin diberi kesempatan untuk melakukan tes karena misinya adalah untuk menjadi secepat mungkin dengan Ducati tahun depan. “

“Tapi tahun depan ia akan menjadi salah satu pesaing utama kami. keinginan dan hasratnya sudah sangat berbeda dengan kami,” ucap Jarvis.

Yamaha menganggap bahwa mereka telah cukup memberikan kesempatan bagi Lorenzo untuk tes Ducati di Valencia, mengingat kontrak sang pembalap berakhir

Pabrikan Jepang itu juga beralasan, bagaimana mungkin memperbolehkan salah satu pembalapnya menjalani tes, yang sudah pasti bakal memberikan keuntungan dalam hal iklan kepada sang rival tersebut.

Bahkan, sejak Lorenzo mengumumkan kepindahannya ke Ducati enam bulan yang lalu, pebalap asal spanyol ini telah berupaya keras tidak menyebut nama Ducati sebanyak mungkin, untuk menghindari masalah.

Komentar