Latihan Bebas MotoGP di Motegi Batal

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Oktober 2013 | 15:43 WIB

Dibaca: 1 kali

“Gerombolan sirkus” MotoGP, Jumat, 25 Oktober, pagi waktu Jepang, gagal berlomba di sesi pertama latihan bebas akibat kabut yang disertai angin kencang melanda sirkuit Motegi. “Atas alasan keamanan, sesi latihan bebas pertama MotoGP Jepang dibatalkan” begitu bunyi rilis yang dirilis “race direction” dan otoritas sirkuit seperti dikutip “autosport.”

Hujan, yang disertai turunnya kabut di atas Sirkuit Motegi membuat jarak pandang pebalap jadi terbatas. Situs resmi MotoGP juga memberitahu kabut yang turun di atas Sirkuit Motegi sebenarnya terbilang tipis, tapi karena membatasi jarak pandang maka sesi tersebut dibatalkan.

Bukan cuma latihan bebas MotoGP yang dibatalkan, sesi Moto3 dan Moto2 juga tak dilombakan di latihan bebas dengan alasan yang sama. Dirilis juga, hujan lebat sebelum dimulainya latihan bebas menggenangi permukaan lintasan.

Atas pembatalan sesi latihan bebas pertama ini, sesi free practice kedua bakal mengalami penjadwalan ulang. Namum belum diketahui pukul berapa sesi kedua akan dihelat.

Para pebalap bersama dengan tim MotoGP, yang kini berada di Motegi, Jepang, mengharapkan cuaca bisa lebih baik hingga akhir pekan. Sehari sebelumnya, Kamis, 24 Oktober 2013, Japan Meteorogical Agency, mengungkap data “forecast” cuaca dengan menuliskan di situs resminya, tentang Thypoon Fransisco yang bisa datang dalam hari-hari mendatang sehingga mengganggu balapan Jumat hingga Sabtu siang.

Jika prediksi itu tepat, berarti babak latihan bebas hingga kualifikasi akan diwarnai hujan dengan intensitas cukup tinggi. Untuk balapan yang diselenggarakan Minggu, 27 Oktober 2013, badai diperkirakan sudah reda. Balapan akan berlangsung di permukaan kering meski masih dihantui kembali datangnya angin dan hujan.

Badai Fransisco dinilai cukup berbahaya. Minggu lalu dilaporkan Jepang terkena imbas pusaran angin yang berpusat di Samudera Pasifik ini, dengan pergerakan ke arah Utara. Saat itu badai mencapai kategori lima atau katagori dahsyat yang kecepatannya 315 kilometer per jam. Kondisi itu terus menurun keesokan harinya menjadi kategori empat dan terus melemah.

Saat MotoGP Jepang berlangsung, badai Fransisco diperkirakan mulai kehilangan kekuatann, namun tetap meninggalkan bekas, hujan dan angin tidak sekencang akhir pekan lalu dan hanya berkategori satu. Setengah dari kawasan Jepang diprediksi hujan, termasuk Motegi.

Menjelang latihan bebas sesi pertama yang dibatalkan, pebalap Yamaha Racing, Jorge Lorenzo mengungkapkan optimismenya bisa memenangkan lomba di Motegi. “Kalau di Motegi saya bisa kompetitif, juara dunia bisa saya pertahankan,” kata Lorenzo.

Kemenangan di Philipp Island, plus nasib apes Marc Marquez yang terkena diskualifikasi, membuat peluang Lorenzo kembali terbuka. Di sisa dua seri, Motegi dan Valencia, Lorenzo berhasil mengikis selisih poinnya dari 43 menjadi hanya 18 poin.

Untuk itu, Lorenzo pun menegaskan dirinya akan tampil “nothing to lose” dan agresif di sisa dua seri, demi terus berusaha merebut kembali titel juara dunia. “Kini, persaingan mengalami banyak perubahan. Sebelum Philipp Island, saya tidak punya banyak opsi. Peluang saya mungkin hanya dua persen. Namun, sekarang naik menjadi 30 persen,” ujar Lorenzo sebagaimana dikutip Speed, Jumat.

“Kini, saya punya peluang. Saya akan mencoba di Motegi dan Valencia dan kita lihat apa yang terjadi. Masih ada banyak lap yang dua seri tersisa dan semuanya masih mungkin terjadi. Saya harus menekan gas maksimal di tiap lapnya. Hanya itulah yang sekarang saya bisa lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, pemuncak klasemen Marc Marquez membantah dirinya tertekan menjelang MotoGP Jepang, akhir pekan ini. “Rider” Repsol Honda ini menegaskan dirinya akan berjuang sekuat tenaga untuk bisa merebut gelar juara dunia musim ini.

Marquez membuang kesempatan mendekatkan dirinya ke gelar juara setelah mengalami nasib nahas pada MotoGP Australia, pekan lalu. Pada balapan di Sirkuit Philipp Island, Marquez harus menerima kenyataan tidak mendapatkan poin, usai didiskualifikasi panitia lomba karena dianggap telat masuk pit stop.

“Yang terpenting ialah mencoba untuk memenangi gelar juara. Tidak peduli kapan itu terjadi,” tutur Marquez.

“Setiap orang bisa membuat kesalahan. Tapi yang terpenting saat ini ialah motivasi tim lebih besar dari sebelumnya. Sekarang, poin Jorge memang semakin dekat. Kami memiliki dua balapan penting di depan. Saya berharap bisa tampil di sana, bertarung untuk meraih kemenangan, atau paling tidak naik podium,” ujarnya kepada “SBS.”.

Marquez yang di musim perdananya tahun ini kerap mencatatkan rekor demi rekor, kini tengah membidik rekor milik legenda balap motor asal Amerika Serikat, Kenny Roberts yang jadi juara dunia 1978 pada musim perdananya di kelas 500cc.

Komentar