Konflik Rossi–Marc Bisa Berulang Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 1 April 2016 | 10:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Banyak penggemar balapam MotoGP khawatir konflik antara velentino Rossi dengan Marc Marquez akan bisa berulang kembali ketika keduanya saling sikut di MotoGP Argentina yang akan digelar di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu, 03 April 2016.

Tahun lalu di waktu yang sama insiden kontroversial yang menjadi pemicu konflik Valentino Rossi dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Pemantik konflik antara Rossi dengan Marquez bermula di antara tikungan kelima dan enam, ketika balapan menyisakan dua lap.

Rossi dan Marquez bersaing ketat untuk memperebutkan posisi pertama.

Setelah bersenggolan saat memasuki tikungan kelima, Marquez kemudian mengalami kecelakaan sebelum memasuki tikungan setelah ban depannya mengenai ban belakang Rossi.

Rossi kemudian mengakhiri balapan sebagai pemenang, sementara Marquez gagal finis.

Pebalap asal Spanyol itu sempat berlari dan berusaha mengangkat motor. Namun, Marquez tidak mampu mengangkat motor yang memiliki beban sekitar seratus enam puluh kilogram.

Usai balapan tidak tampak konflik antara Rossi dengan Marquez.

Namun, Marquez dikabarkan kesal dengan tindakan Rossi yang menahan lajunya hingga terjatuh.

Menariknya Rossi justru menganggap Marquez melakukan kesalahan.

“Sangat disayangkan Marquez terjatuh, tapi saya pikir dia melakukan kesalahan. Marquez adalah pebalap yang mengambil risiko terlalu besar.”

“ Dia melakukan semua hal setelah saya menyalipnya, tapi mungkin dia terlalu berlebihan,” ujar Rossi seperti dilansir Autosport.

Marquez berusaha menyembunyikan kekesalannya terhadap Rossi dengan tetap menganggap pebalap asal Italia itu sebagai idolanya. Namun, sejumlah media ketika itu mengklaim Marquez mulai kesal dengan tindakan Rossi.

Konflik Rossi dengan Marquez semakin menjadi-jadi pada balapan di Sirkuit Assen, Belanda

Ketika itu Rossi berhasil memenangi balapan dengan mengalahkan Marquez setelah ‘memotong’ jalur di dua tikungan terakhir.

Setelah itu muncul insiden kontroversial di GP Malaysia, ketika Rossi melakukan manuver berbahaya hingga membuat Marquez terjatuh.

Di seri itu pula Rossi mengklaim Marquez sengaja memberikan dukungan kepada Jorge Lorenzo untuk menjadi juara dunia setelah dendam kepadanya.

Sebelum balapan di GP Argentina, Rossi mengungkapkan alasannya untuk mengubah rencana dengan memperpanjang kontrak bersama Movistar Yamaha sebelum musim MotoGP 2016 berjalan.

Rossi hampir pasti pensiun dari MotoGP bersama Yamaha setelah memperpanjang kontrak dengan tim asal Jepang itu hingga 2018.

Penandatangan kontrak dilakukan The Doctor sebelum seri pembuka musim ini GP Qatar.

Keputusan Rossi untuk menerima tawaran perpanjangan kontrak dari Yamaha terbilang mengejutkan.

Pasalnya, pebalap asal Italia itu sempat mengatakan akan menunda perpanjangan kontrak hingga pertengahan musim.

Rossi mengaku ingin melihat apakah dirinya tetap kompetitif bersama Yamaha musim ini sebelum melakukan penandatanganan kontrak.

Namun, ketika Yamaha menyodorkan kontrak baru sebelum musim berjalan, Rossi langsung menerimanya.

“Saya berpikir untuk menunggu setelah sejumlah balapan, saya ingin melihat apakah saya cukup kompetitif.”

“Selain itu, biasanya di posisi seperti ini Anda akan mengambil keputusan seputar Juni,” ucap Rossi seperti dilansir Autosport.

“Saya berbicara dengan Yamaha setelah tes dan mereka bilang akan senang jika saya tetap di tim ini. Di pikiran saya juga ingin bertahan. Ketika itu kontrak hampir siap. Mereka bilang, ‘kenapa harus menunggu?’ dan saya menjawab, ‘saya setuju’. Akhirnya kami melakukannya.”

Direktur pelaksana Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan Rossi langsung merespons positif ketika mendapat tawaran kontrak baru. Jarvis mengaku Yamaha dan Rossi memiliki visi yang sama.

“Saya pikir seperti harapannya dan harapan kami, ini akan menjadi kontrak terakhirnya di MotoGP. Tapi, jangan menutup semua kemungkinan, itu yang kita pelajari dari karier Rossi yang bertahan hingga saat ini,” ucap Jarvis.

Yamaha juga menyodorkan kontrak baru kepada rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo, namun juara bertahan MotoGP itu belum mengambil keputusan

Komentar