Kimi-Vettel Duet “Maut” Ferrari di 2015

Penulis: Darmansyah

Jumat, 21 November 2014 | 06:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Ferrari meresmikan duet terbarunya untuk balapan Formula One 2015. Adalah Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen yang akan tampil sebagai “driver” tim berlambang “Kuda Jingkrak” itu.

Dengan hadirnya Vettel di Ferrari makan Fernando Alonso dipastikan akan berlabuh di McLaren. Dalam musim balapan 2014, yang akan usai di Abu Dhabi, Minggu, 23 November 2014, Ferrari menduetkan Kimi dengan Alonso dan gagal totalk dalam keseluruhan seri.

Kedatangan Vettel ke Ferrari dengan kontrak selama tiga tahun diharapkan akan mampu mendongkrak penampilan tim Italia itu.

“Scuderia Ferrari mengumumkan telah mencapai kesepakatan kontrak berdurasi tiga tahun dengan Sebastian Vettel, orang yang akan menjadi pembalap tim mulai musim 2015,” demikian yang dilansir situs resmi Ferrari.

Tim Principal Kuda Jingkrak, Marco Mattiacci, menyebut Vettel adalah pembalap yang memiliki kombinasi unik. Dia yakin, duet Vettel dengan Kimi Raikkonen akan membawa kesuksesan.

“Dengan Vettel, kami berbagi rasa haus kemenangan serta antusiasme, etos kerja yang kuat dan keuletan. Elemen kunci untuk semua anggota Scuderia Ferrari untuk menulis bab baru pemenang dalam sejarah Ferrari,” ujar Mattiacci.

Dalam kesempatan yang sama, Ferrari juga mengumumkan kepergian Fernando Alonso dari tim mulai musim depan. Ferrari menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras pembalap asal Spanyol tersebut.

“Fernando Alonso akan selalu mendapatkan tempat yang spesial dalam tim,” kata Mattiacci.

Sementara itu Kimi Raikkonen menegaskan, ia bukan hanya ingin “numpang lewat” di Ferrari. Pria berjuluk “The Iceman” itu bahkan sudah mengincar kursi pembalap Tim Kuda Jingkrak untuk musim 2016 mendatang.

Nasib Raikkonen jelang Formula One musim 2015 dipastikan aman bersama tim asal Italia tersebut. Fernando Alonso akhirnya yang dilepas dan digantikan oleh Sebastian Vettel.

Sebenarnya, indikasi pembalap asal Finlandia tersebut bertahan di Ferrari sudah terendus sejak bulan lalu. Raikkonen sempat mengatakan pada CNN,” bertahan tahun depan dan kemungkinan satu tahun lagi.”

Namun, performa Kimi musim ini jauh dari harapan. Meski begitu, Raikkonen tetap diberikan kepercayaan. Apalagi, ia berhasil memperbaiki kekurangan dalam mobil F14-T yang sekarang dikendarai.

“Masalahnya adalah konstruksi baru pada bagian depan. Tahun depan, ban depan jauh lebih baik. Jika tidak bisa menang, berarti lupakan musim ini,” tutur Raikkonen seperti dilansir AutoMotor.

“Setidaknya kami telah belajar banyak untuk tahun depan. Jika saya punya hasil memuaskan musim depan maka kenapa saya tidak boleh mengendarai Ferrari pada 2016?” lanjutnya.

Raikkonen menjadi pembalap terakhir yang berhasil memberikan gelar juara dunia F1 untuk Ferrari, tujuh tahun lalu. Setelah itu, tim berlogo kuda jingkrak itu tak pernah lagi merasakan juara.

Kimi Raikkonen mengakui gagal melakoni musim ini bersama Ferrari. Meskipun gagal menjadi juara, ia mengaku telah mendapatkan pelajaran berharga.

Menurut Kimi, ketika tidak mampu mencatatkan namanya sebagai pemenang di urutan pertama, maka dia telah gagal menjalani musim balapan.

“Anda berada di sini untuk memenangkan perlombaan dan kejuaraan. Jika tidak mampu melakukan balapan dengan baik, Anda telah gagal, baik di urutan kedua ataupun urutan kedua puluh,” kata Kimi dilansir dari PlanetF1.

Meskipun tidak mendapatkan gelar juara musim ini, Kimi merasa puas dengan kerja keras yang telah dilakukan Ferrari untuk menyambut musim depan. Bagi Kimi, Ferrari telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi balapan musim depan yang lebih baik.

“Ini merupakan tahun yang sulit, tetapi kami telah belajar hal-hal yang akan membantu kami di masa depan. Selama tahun ini, kami berusaha meningkatkan cara kerja mesin. Sejauh ini, mobil Ferrari telah mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan pada awal tahun,” kata Kimi.

Dengan kepercayaan diri ini, Kimi yakin Ferrari mampu membalikkan keadaan pada balapan musim depan, dan mampu membantunya memenangkan kembali gelar juara Dunia F1.

Komentar