Kimi-Alonso, “Matahari Kembar” Ferrari

Penulis: Darmansyah

Jumat, 13 September 2013 | 08:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Untuk kesekian kalinya, dalam balapan Formula One, Tim Ferrari memiliki “matahari kembar” bersamaan “pulang” rumahnya kembali Kimi Raikkonen untuk berduet dengan Fernando Alonso. Penegasan terhadap peran Kimi dan Alonso di Tim “Kuda Jingkrak” ini disampaikan pemilik Ferarri. Stefano Domenicali, kepada situs “autosport,” Jumat, 13 September 2013, bahwa keduanya sejajar di musim balapan 2014.

Stefano Domenicali mengatakan, jika selama ini Alonso lebih “didahulukan” dari Felippe Massa, maka di musim balapan tahun depan, Fernando Alonso dan Raikkonen akan sejajar, khususnya pada balapan-balapan awal.

Meskipun belum pernah meraih gelar juara dunia bersama Ferrari, selama ini Alonso memang menjadi driver yang “number one” di Farrari. Sedangkan Massa selalu berada di bawah bayang-bayangnya. Untuk musim depan Alonso tak akan yang dibedakan dengan Kimi, meski dia juga tak menutup kemungkinan akan ada kerja sama di antara keduanya demi kepentingan tim.

“Tak ada yang berubah terkait bagaimana tim ini berjalan. Sejak dimulai, para pebalap kami selalu memulainya dengan persamaan. Selama ini seperti itu dan akan selalu seperti itu. Kemudian, selama musim berjalan, jika salah satu driver bisa membantu rekannya berdasar pada urutan klasemen, maka logis kalau ada yang didahulukan,” ujar Domenicali, seperti dilansir Crash, Jumat.

“Itu terjadi pada masa lalu. Dan juga akan terjadi pada masa mendatang, karena seluruh pembalap yang mengemudikan Ferrari telah melakukannya. Itu terjadi pada beberapa pembalap di Ferrari, seperti saat duet Fangio dan Collins, Salo dan Irvine, Raikkonen dan Massa, dan juga Felipe dan Alonso,” lanjutnya.

Raikkonen sendiri pernah membela Ferrari, yaitu pada 2007-2009. Pada tahun pertamanya bersama tim berlogo kuda jingkrak tersebut, Raikkonen menjadi juara dunia, dan menariknya, saat itu pula lah terakhir kali pebalap Ferrari meraih gelar. Setelah itu juara dunia direbut oleh pebalap McLaren, Brawn GP, dan Red Bull.

Mika Salo, mantan pebalap Ferrari, mendukung keputusan Kimi hengkang dari Lotus dan menganggap kepindahannya ke Ferrari merupakan keputusan tepat. Tetapi, Salo meragukan apakah Alonso bisa menyambutnya dengan hangat kedatangan Raikkonen, mengingat karakter keduanya yang sulit disatukan.

“Saya melihat bahwa Ferrari dan Mercedes akan jadi dua tim terkuat di Formula One musim depan. Keduanya terlibat dalam pengembangan mesin turbo baru dan memiliki sumber daya terbaik dari semua tim. Tapi tentunya, sumber daya Red Bull juga termasuk tiga besar terbaik,” papar Salo.

Kedatangan Kimi kembali ke Ferrari memang disambut heboh. Mantan pembalap F1 lainnya, Martin Brundle menegaskan, kembalinya Kimi ke tim Kuda Jingkrak menjadi berita tidak bahagia untuk Alonso.

“Kimi akan menatap musim depan dengan caranya sendiri. Jika dia dengar pesan radio, ‘Fernando lebih cepat darinya’, Kimi pasti tidak akan membuka jalan. Dia malah akan membalas radio, ‘jika dia lebih cepat, mengapa dia di belakang saya?’ beberapa celetukan tak mengenakkan akan terjadi sepanjang musim dan itu akan membuat Alonso jengkel,” tukas Brundle.

Komentar