Kemenangan “Dramatis” Iannone di GP Austria

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Agustus 2016 | 09:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Sirkuit Red Bull Ring, MotoGP Austria, Minggu malam WIB, 14 Agustus 2016, memecahkan kebuntuan Ducati untuk menjuarai salah satu seri di musim ini, dengan tampilnya Andrea Iannone, mempersembahkan kemenangan

Usai lomba, dengan mata berkaca-kaca,  Iannone mengatakan  kemenangan di Sirkuit Red Bull Ring adalah kado terbaiknya sebelum meninggalkan Ducati di musim mendatang bersamaan dengan kedatangan Jorge Lorenzo.

Tidak hanya bagi Iannone, kemenangan ini juga sangat spesial bagi Ducati.

Ini adalah kemenangan pertama Ducati di MotoGP dalam 2.128 hari terakhir.

Sebelumnya, pebalap Ducati yang mampu meraih kemenangan adalah Casey Stoner, yang memenangi GP Australia enam tahun silam.

Iannone juga menjadi pebalap kedua non-Yamaha dan non-Repsol Honda yang merebut podium pertama musim ini. Sebelumnya, pebalap Marc VDS Jack Miller menang di GP Belanda.

“Ini perasaan yang luar biasa, sangat sulit untuk menjelaskan perasaan saya saat ini. Saya telah bekerja dengan grup luar biasa ini dan mereka selalu mendukung saya,” ujar Iannone seperti dikutip dari Crash.net.

Iannone tidak dipertahankan Ducati musim depan menyusul kedatangan Jorge Lorenzo.

Pebalap yang dijuluki The Maniac itu dipastikan hengkang ke Suzuki sebagai pengganti Maverick Vinales yang pindah ke Yamaha. Iannone mengatakan kemenangan di GP Austria adalah kado untuk Ducati.

“Akhir musim ini saya akan meninggalkan Ducati, tapi saya pikir kami sudah memberikan kado yang bagus. Saya pikir ini cara terbaik untuk meninggalkan Ducati,” ucap Iannone.

Sehari sebelum lomba, Sabtu, 13 Agustus 2016,  Iannone berhasil meraih pole yang kemudian di susul Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso.

Iannone mencatatkan waktu tercepat dan  dilengkapi h Dovizioso  yang menjadikan  formasi Italia di baris terdepan pada GP Austria itu Baris kedua ditempati oleh Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Maverick Vinales.

Bagi Marquez, start dari posisi kelima merupakan hasil yang lumayan bagus lantaran dirinya baru saja mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan bebas ketiga.

Dalam lomba di Red Bull Ring itu ada sejumlah fakta menarik yang muncul menyusul kemenangan yang diraih pebalap Ducati tersebut.

Fakta pertama adalah ini adalah kemenangan pertama Iannone di ajang MotoGP sejak promosi ke kelas primer Grand Prix tersebut pada tiga tahun silam.

Total, Iannone kini mengoleksi tiga belas kemenangan pada ajang Grand Prix.

Selain itu Iannone juga menjadi pebalap kedua non-Yamaha dan non-Repsol Honda yang merebut podium pertama musim ini. Sebelumnya, pebalap Marc VDS Jack Miller menang di GP Belanda.

Di luar Valentino Rossi, Iannone merupakan pebalap pertama asal Italia yang mampu memenangi seri MotoGP sejak Andrea Dovizioso menjuarai GP Inggris.

Ducati sendiri berhasil meraih finis satu dua  untuk kali pertama sejak Stoner dan Loris Capirossi mendominasi jalannya balapan GP Australia musim sembilan tahun lalu.

Bagi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, GP Austria merupakan seri kedua setelah GP Perancis di mana pebalap asal Spanyol itu gagal meraih podium musim ini.

Sementara itu, dalam balapan di Red Bull Ring itu juga, dua pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, menempati posisi tiga dan empat.

Lorenzo mengaku merasa seperti memenangi balap MotoGP usai mereiah posisi tiga.

Padahal, juara dunia tahun lalu itu hanya finis di urutan ketiga–di belakang duo Ducati, Andrea Iannone dan Andre Dovizioso.

Namun, ada alasan bagi Lorenzo untuk mengungkapkan hal tersebut.

“Jelas sekail ketika anda telah banyak memenangi balapan seperti saya, finis ketiga bukanlah sebuah kemenangan.”

“ Tetapi kami merasa tempat ketiga saat ini seperti kemenangan karena Ducati hampir seperti berada di dunia lain selama tes, akhir pekan, dan saat balap,” tutur Lorenzo usai balap di Austria seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Ini masih tetap hasil yang hebat, dan kami sangat bahagia. Saya sangat senang,” kata Lorenzo.

Selain itu, hal yang membuat Lorenzo senang karena dia bisa memotong selisih poin dengan pebalap Repsol Honda Marc Marquez yang berada di puncak klasemen MotoGP.

Marquez di puncak klasemen dengan seratus delapan puluh satu poin, disusul Lorenzo yang kini terpaut empat puluh tiga  poin di belakangnya.

Dalam GP Austria sendiri, Marquez finis di urutan kelima.

Berlainan dengan Iannone yang puas memenangkan lomba, pebalap Ducati  lainnya, Andrea Dovizioso mengklaim ia seharusnya bisa menjuarai seri grand prix MotoGP di sirkuit Red Bull Ring.

Dovizioso menuding salah strategi penggunaan ban menjadi faktor utama dirinya kalah dari Iannone. Iannone berjudi menggunakan ban belakang yang lebih lembut dibandingkan dirinya, dan berhsil menyalipnya saat balap tersisa delapan putaran.

“Betul, saya kecewa atasnya pemilihan ban,” kata Dovizioso usai balap seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Kami telah bekerja sangat baik. Sepeda motor ini sempurna, saya juga melakukan pengereman lebih baik dibandingkan Andrea, tetapi saya tidak memiliki cengkeraman [roda] pada sisi yang benar, terutama saat akhir balap.”

Dovizioso pun menegaskan daya cengkeram ban motornya tak menurun, hanya kurang dibandingkan ban yang dipilih Iannone.

“Saya menekan dengan kuat hingga akhir, mencoba untuk lebih dekat mengerem untuk menyalip dia, tetapi saya tak bisa tetap sangat dekat, saya kecewa atas itu,” tukas pebalap berusia 30 tahun tersebut.

Namun, di balik itu semua, Dovizioso mengaku senang dengan hasil di Austria. Itu adalah kemenangan pertama bagi Ducati dalam enam tahun terakhir.

Komentar