Kegilaan Aragon “Bunuh” Para Pebalap Elit

Penulis: Darmansyah

Senin, 29 September 2014 | 08:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Sirkuit Aragon, MotoGP Catalunya, Spanyol, Minggu malam WIB, 28 September 2014, “membunuh” para pebalap elit seperti Rossi, Marquez dan Pedrosa, kecuali Lorenzo, ketika mereka menjalani lomba di trek basah.

Valentino Rossi mengalami kecelakaan “parah” dan ia selamat dari maut dan hanya mengalami cedera ringan ketika mencoba bersaing dengan Marquez di lap keempat. Ia terjatuh dengan keras dan gagal finish serta harus masuk rumah sakit.

Sedangkan Marquez dan Dani Pedrosa juga terjatuh dan mampu melanjutkan lomba dengan finis di posisi belakang. Keduanya masih dapat meraih angka kecil.

Hanya Jorge Lorenzo yang selamat dari “kegilaan” balapan Aragon dan meraih kemenangandengan podium puncak. Rider Movistar Yamaha itu menyebut dirinya kali ini memang dinaungi keberuntungan, meski ia juga tetap tampil dengan oke.

Dalam balapan yang berjalan dalam kondisi kering dan basah di Motorland Aragon, Minggu malam WIB, Lorenzo menjadi ancaman utama buat Pedrosa dan Marquez sedari awal balapan.

Ketika hujan mulai turun dengan lebih deras di lintasan, Lorenzo membuat keputusan penting untuk langsung mengganti motornya, sementara dua rivalnya dari Repsol Honda mengambil risiko dengan tetap melaju menggunakan ban slick.

Pada prosesnya keputusan-keputusan itu berperan besar dalam hasil balapan, setelah Pedrosa dan kemudian Marquez terjatuh dari motornya masing-masing, membuat Lorenzo bisa melaju menuju kemenangan pertamanya pada musim ini.

“Apapun bisa terjadi dan terkadang olahraga ini bisa sedemikian gila,” ucap Lorenzo seraya tersenyum. “Itu bisa mengejutkan Anda secara positif maupun negatif.”

“Buat kami kali ini amat sangat positif karena dalam kondisi sulit seperti ini apapun bisa terjadi dan Anda harus sangat fokus, tahu kapan mesti mengganti motor dan sedikit beruntung.

“Hari ini kami banyak dapat keberuntungan, tapi aku juga berkendara dengan amat baik di dalam kondisi kering dan basah. Aku juga amat fokus dan sudah berusaha sebaik mungkin untuk bisa menempel Marc. Jadi kemenangan ini merupakan kombinasi dari banyak hal,” sebut Lorenzo di Crash.

Tentang kecelakaan yang menimpanya, Marc Marquez menyebut tak ada yang patut disalahkan terkecuali dirinya atas insiden yang membuatnya kehilangan kesempatan meraih kemenangan di Aragon.

Kendatipun pada akhirnya Marquez bisa kembali menunggangi motor dan menyelesaikan balapan, kans menang telah sirna dengan Jorge Lorenzo menyabet keuntungan maksimal.

“Hari ini sepenuhnya kesalahanku; aku sudah bicara kepada tim sebelum balapan mengenai strategi kami dari kondisi kering ke basah dan semua tergantung kepadaku bagaimana melakukannya, karena aku lebih tahu mengenai kondisi lintasannya daripada mereka,” kata Marquez di Crash.

“Itu sepenuhnya keputusanku dan aku berusaha terus di lintasan karena aku terus-terusan berpikir mengenai jarak dengan pebalap kedua. Aku tak terlalu pelan tapi aku tak pernah mempertimbangkan risiko melaju dengan ban slick di tarmac basah, jadi dapat dibilang–itu cuma kesalahanku dan maaf kepada tim karena akulah yang memutuskan terus di lintasan,” lanjutnya.

Kenyataan tersebut, aku Marquez, setidaknya bisa disyukuri. Pebalap asal Catalunya itu mengaku tetap gembira karena sudah melakukan kesalahan pada musim ini, saat dirinya sedang unggul jauh dari para pebalap lainnya.

“Hal yang positif adalah kami menambah jarak di kejuaraan dunia. Sebelum start tim memberi tahu diriku bahwa hujan akan turun di bagian-bagian akhir, tapi masalah terbesarnya adalah hujan rintik turun sepanjang balapan jadi untuk alasan itulah aku pikir dan banyak pebalap lain tetap di lintasan karena memang sudah hujan meski tak banyak.

“Aku cuma memikirkan balapan dan bukan risikonya–melaju dengan ban slick di tarmac basah. Aku gembira karena itu pengalaman baru buatku dan lebih baik untuk mengalaminya tahun ini ketimbang tahun depan, ketika persaingan mungkin lebih ketat,” beber Marquez.

Rekan satu tim Marquez di Repsol Honda, Dani Pedrosa juga mengakui dirinya sudah membuat kesalahan dengan terus bertahan di lintasan basah Aragon sampai akhirnya terjatuh. Tapi rider Repsol Honda itu berusaha melihat sisi positifnya saja.

Pedrosa berada di posisi dua dalam balapan di Motorland Aragon, Minggu (28/9/2014) malam WIB, sebelum akhirnya terjatuh. Rekan satu timnya, Marc Marquez, juga mengalami nasib serupa tak lama kemudian seiring dengan bertambahnya tetes hujan ke lintasan.

Dalam kejadian tersebut, baik Pedrosa maupun Marquez awalnya memang sama-sama enggan segera masuk pit untuk mengganti motor yang sudah disiapkan untuk medan basah. Pada akhirnya mereka pun harus rela finis di luar posisi 10 besar, dengan kemenangan pada prosesnya direngkuh oleh Jorge Lorenzo.

Ditanya apakah tidak langsung masuk pit merupakan sebuah kesalahan, Pedrosa menjawab, “Ya, tentu saja.”

Ketika ia terus didesak kenapa tidak segera masuk pit, Pedrosa menyahut singkat. “Entahlah, karena aku tidak melakukannya.”

Akan tetapi, sejenak kemudian Pedrosa bersedia memberikan jawaban lebih panjang dan menyatakan bahwa ia sudah membuat kesalahan dan mendapat ganjaran.

“Rider-lah yang tahu situasi di lintasan, itu jelas kesalahanku tapi selalu sulit untuk membuat keputusan dalam momen seperti itu,” ucapnya di Crash.

Namun, saat itu tinggal tersisa empat lap dan waktu lap yang kami buat sedikit-banyak masih sama dengan yang bisa kami buat dalam kondisi basah; aku berpikir berapa waktu yang aku buang jika masuk pit dan aku memutuskan tidak masuk dan jatuh. Tentu saja itu sebuah kesalahan, tapi kami sebenarnya sudah melaju dalam kondisi itu selama tujuh atau delapan putaran.

“Balapan memang seperti itu dan kami mesti melihat sisi positifnya: aku baik-baik saja setelah jatuh dan bisa melanjutkan balapan. Ketika jatuh aku sempat berpikir motornya rusak tapi marshall bilang mesinnya masih jalan sehingga aku pun mengangkat motornya dan bisa membuat satu putaran lagi,” beber Pedrosa.

“Sedikit mengecewakan sudah bisa melaju sejauh itu dan tak bisa meraih hasil bagus, tapi pengalaman seperti ini berguna untuk pembelajaran dan masuk ke balapan berikutnya dengan lebih tangguh,” tegas Pedrosa.

Komentar