Kasus Marquez-Pedrosa Rumit Sekali

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Oktober 2013 | 09:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Kasus senggolan antara dua pebalap Repsol Honda, Marc Marquez-Dani Pedrosa di MotoGP Aragon sangat rumit. Dibutuhkan kecermatan untuk mengurai detil insidennya sebelum tim “Race Direction” dapat men-definisikan batas-batas yang bisa dijadikan dasar untuk menjatuhkan sanksi.

Manajer Direktur Even Area Dorna Sports, Javier Alonso, mengakui masalah ini tidak dapat dipecahkan dengan mudah. Marc Marquez, yang mencatat kemenangan di perlombaan itu, dalam video yang ditayangkan secara berulang-ulang dan menurunkan durasi “slowmotion”nya terlihat secara sengaja menyenggol Dani Pedrosa, yang membuat rekan setimnya itu terjatuh.

Race Direction akan melakukan persidangan mengenai kasus ini di Malaysia. Meski demikian, Alonso menyadari betapa rumitnya untuk menyelesaikan kasus ini. “Ini merupakan kasus yang sangat rumit. Jika siapa saja mempercayai mereka memiliki ide bagaimana mengatasi insiden seperti itu, dan mengidentifikasikan apa yang boleh dan dilarang. Mereka bersedia untuk menulisnya, kami terbuka untuk menerima saran,” jelas Alonso.

“Secara keseluruhan sepanjang tahun ini yang mana kolega dan saya secara pribadi yang terlibat di Race Direction, kami tidak pernah menemui dua insiden yang sama. Setiap insiden pasti berbeda dengan insiden berikutnya,” sambung Alonso, sebagaimana diberitakan situs MotoGP.

Alonso mengakui sudah mendengar kesaksian kedua pembalap Repsol Honda itu. “Setelah mendengar kesaksian Marquez dan Pedrosa, jika seorang pembalap mencoba untuk menyalip pembalap lain dari belakang dengan menggunakan sisi bagian bahu, ada kemungkinan pembalap itu akan gagal melakukannya,” katanya.

“Sayangnya, pada kesempatan ini justru itulah yang terjadi. Bermaksud untuk mencapai kesepakatan bersama atas apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak dalam situasi ini sangat rumit, sangat mustahil terjadi,” lanjutnya.

Terhadap insiden itu Daniel Pedrosa dan Valentino Rossi mengecam sekaligus menyalahkan Marc Márquez atas aksinya di GP Aragón. Sedangkan Cal Crutchlow punya pandangan lain untuk kemudian mengambil kubu yang berlawanan – membela sang rookie.

Joki Yamaha Tech3 itu tak melihat insiden antara Márquez dengan Pedrosa yang notabene rekannya sendiri di lap keenam seri Alcañiz akhir pekan lalu, sebagai kesalahan Márquez. Berdirinya sang rider muda itu di puncak podium pun dianggap Crutchlow diraihnya dengan adil.

Insiden antara Márquez dan Pedrosa terjadi di lap keenam, tikungan 12 ketika Marquez, mencoba melewati Pedrosa. Crutchlow melihat Márquez sempat melebar dari jalurnya, tapi kemudian kembali mengejar Pedrosa dengan aksi overtake yang terkontrol, bukan aksi tanpa kendali seperti yang dikemukakan Pedrosa.

Crutchlow dengan tegas mengatakan Márquez i tak menyentuh Pedrosa ketika keduanya menikung bersandingan. Andaikata nantinya Márquez diputuskan bersalah, toh itu tetap jadi sesuatu hal yang lazim dalam balapan, apalagi Pedrosa yang jadi korban kali ini juga tak bersih dari “dosa” serupa saat membalap di masa lalu.

“Jika pun kesalahan dibebankan padanya, dia tak harus terusik atau mengatakan apa pun. Saya melihat dia tak menyenggol Dani. Para pembalap saling menyalip dan membuat kesalahan hingga membuat pembalap lain keluar lintasan,” sambung Crutchlow.

Jorge Lorenzo yang juga pernah “dijahili” Marquez, mengkritik gaya balap Márquez yang dianggap terlampau agresif. Tak hanya dirinya sendiri yang bisa membuatnya celaka, tapi juga pembalap lain.

Lorenzo sendiri pernah jadi korban ganasnya antusiasme Márquez di awal-awal musim debutnya pada seri Jerez. Soal skill membalap, Lorenzo mengakui bahwa Márquez punya keunggulan yang membuatnya seringkali ‘keteteran’.

Tapi masalahnya itu tadi, Márquez cenderung nekat ketika berusaha melewati pembalap lain dan itu tak hanya sekali-dua kali, tapi berulang dan acapkali pula Marque terjatuh. Namun Márquez tak terlihat kapok.

“Dia sangat agresif dan dia mengambil risiko setiap waktu. Dia terjatuh 10 kali dan dia tak hanya mengambil risiko untuk dirinya sendiri, tapi juga kami semua ketika dia melewati kami. Saya pribadi tak melihat insiden (hari Minggu) itu, tapi saya sudah bicara tentang hal ini sebelumnya setelah apa yang terjadi di Jerez,” lanjut rider Factory Yamaha itu.

Saat banyak yang memberi pandangan apakah Márquez dianggap bersalah atau tidak, Lorenzo menolak meramaikan pro-kontra polemik tersebut. Lorenzo hanya tertarik memutar otak bagaimana caranya bisa mengalahkan yuniornya itu di empat seri terakhir demi mempertahankan gelarnya.

“Opini saya takkan mengubah apa pun. Saya sudah katakan yang saya rasakan di Jerez, tapi di Aragon, saya tak bisa mengatakan apa pun karena dia lebih cepat dari saya dan saya hanya tertarik untuk terus meningkatkan performa untuk jadi lebih baik darinya,” tuntasnya.

Komentar