“Kami Akan Kalahkan Marquez di Assen”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Juni 2015 | 18:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi, yang biasanya santun mengomentari setiap rekan pebalap di MotoGP, kali ini, menjelang lomba di Assen Circuit, GP Belanda mengeluarkan pernyataan menarik terkait buruknya penampilan rider Repsol Honda, Marc Marquez, di MotoGP musim ini.

The Doctor menilai, penurunan performa juara dua tahun terakhir itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin olehnya maupun oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Rossi dipencundangi The Baby Alien di dua musim terakhir.

Namun, kini bisa dibilang roda telah berputar. Dari tujuh seri yang telah digelar di MotoGP musim 2015,
The Doctor sukses bertengger di puncak klasemen. Sementara di sisi lain Marquez tercecer di posisi kelima.

The Baby Alien sudah tiga kali gagal finis dan baru sekali mencicipi kemenangan. Ini adalah hal yang aneh, mengingat Marquez begitu superior di dua musim terakhir.

“Sekarang tugas kami di Yamaha adalah harus mendapatkan poin sebanyak mungkin karena Honda sedang mengalami masalah. Marc sangat kuat di dua musim lalu, terutama tahun lalu. Memang ada Ducati, tapi mereka tetaplah rival utama kami musim ini. Untuk itu, kami harus memanfaatkan situasi ini dengan terus melebarkan jarak,” ucap Rossi, mengutip dari Speedweek, Selasa, 23 Juni 2015.

Balapan selanjutnya akan berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Assen, Belanda.

Menarik memang melihat penampilan Marquez di sirkuit Belanda itersebut. Pasalnya, Assen dikenal sangat bersahabat buat riderMarquez yang juga pernah merajai Moto2 itu.

Dalam lima tahun terakhir –di semua kelas– Marquez sukses meraih podium tertinggi empat kali, dan meraih posisi runner up satu kali.

Rossi dicatat sudah meraih delapan kemenangan dalam seluruh kelas di Assen. Di antara rider saat ini, jumlah kemenangan tersebut membuat Rossi jadi pebalap tersukses di Assen.

Usaha Rossi, pemuncak klasemen sementara, untuk menuai hasil bagus di akhir pekan juga akan didorong oleh fakta bahwa Yamaha juga punya catatan bagus di Assen dengan tujuh kemenangan sejak era four stroke MotoGP.

Sementara itu, Jorge Lorenzo berbekal catatan mengesankan menuju MotoGP Belanda, yakni empat kemenangan beruntun.

Tapi rider Yamaha itu punya tantangan besar untuk memburu yang kelima nanti.

Lorenzo sebenarnya mengawali musim ini dengan kurang apik. Di tiga balapan pertama dia cuma dua kali finis keempat dan satu kali finis di posisi lima.

Tapi kemudian Lorenzo bangkit di MotoGP Spanyol dengan juara di trek Jerez.

Sejak saat itu, tiga kemenangan berikutnya diraih. Empat kemenangan secara beruntun itulah yang kemudian membawanya menyusul sang rekan setim, Valentino Rossi, di klasemen pebalap.

Rossi selalu finis podium di tujuh balapan sejauh ini, dengan dua kali juara, dua kali jadi runner-up, dan tiga kali finis ketiga. Fakta Rossi dan Lorenzo saat ini unggul 43 poin dari Andrea Iannone di peringkat tiga menjadi faktor lain kenapa Assen diperkirakan jadi panggung duo Yamaha.

MotoGP Belanda pada musim 2013 menjadi sebuah balapan yang sangat menyakitkan untuk Lorenzo, dalam arti sebenarnya. Usai mendapatkan dua kemenangan di dua seri sebelumnya, pebalap kelahiran Palma itu berambisi melanjutkan tren di Assen.

Nahas di sesi latihan bebas kedua yang berjalan dalam kondisi basah, dia kehilangan kendali saat motornya tengah melaju kencang. Lorenzo terpelanting dan terbanting ke aspal, menyebabkan tulang selangkanya patah.

Dia langsung menjalani operasi di Spanyol. Yang mengejutkan, hanya sehari setelah operasi Lorenzo langsung kembali ke Assen dan memutuskan ikut balapan. Start dari posisi 12, pebalap yang kini berusia 28 tahun itu finis kelima. Melalui 26 lap penuh penderitaan, Lorenzo tak kuasa menahan tangis di paddock.

Usai balapan, Lorenzo meminta maaf kepada timnya karena mengaku dihantui rasa takut akan insiden musim lalu.

“Masalahnya adalah ketika saya berganti ke ban kering dan saya melihat sejumlah titik di beberapa tikungan, saya cuma tidak mau ambil risiko untuk terjatuh lagi dan cedera lagi di trek ini,” kata Lorenzo dilansir Fox Sports.

“Mungkin kenangan tahun lalu membuat saya terlalu sadar akan risiko dan terlalu takut untuk mengebut,” tandasnya waktu itu.

Maka di Assen akhir pekan nanti, Lorenzo juga bakal dinantikan pembuktiannya. Berhasilkah dia menghentikan catatan buruk itu? Mampukah Lorenzo meraih kemenangan kelimanya yang beruntun dan mencatatkan rangkaian kemenangan terpanjangnya?

Komentar