Kali Ini, Sepang Milik Dani Pedrosa

Penulis: Darmansyah

Minggu, 13 Oktober 2013 | 16:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Tuntas provokasi dari persaingan Repsol Honda dengan Yamaha Racing di Sepang, MotoGP Malaysia. Honda memenangkan perlombaan. Dani Pedrosa berada di puncak podium dengan Marc Marquez masih menggenggam posisi teratas klasemen yang jarak poinnya merenggang kembali dari Jorge Lorenzo yang berada di tempat ketiga.

Memulai star di posisi terdepan, “pole position,” Marc Marquez, seperti dilaporkan Salahuddin Gamal, kontributor “nuga.co,” dari Sirkuit Sepang, Selangor, Minggu, 13 Oktober 2013, sore WIB, tampil sangat hati-hati tanpa mengurangi ambisinya untuk menggelar posisi juara.

Marquez, menurut Salahuddin, yang mengutip dari sumber “garasi” Repsol Honda, sudah diperingatkan oleh tim teknisnya untuk menghindari agresifitas dalam perlombaan. Marc mendapat “wejangan” untuk menurunkan tensi “sembrono” dan nekatnya agar tidak diberi penalti lagi. Dengan tiga pinalti yang sudah diberikan Marc berada dalam “bahaya” apabila melakukan kesalahan kembali.

“Ia bisa terusir dari ke grid belakang bila melebihi empat pinalti. Padahal Marquez makin dekat pada posisi juara dalam pertarungan tiga seri berikut. Termasuk seri yang akan berlangsung di Albert Park, Australia,” tulis Salahuddin mengutip situs resmi “MotoGP.”

Dalam perlombaan yang berlangsung dalam cuaca berawan, Sirkuit Sepang kembali ditandai dengan kecelakaan di Moto2, sehingga timbul kekhawatiran akan terjadinya penundaan waktu untuk balapan MotoGP.

Kecelakaan beruntun di Moto2 terjadi pada tikungan pertama dari Sirkuit Sepang akibat penumpukan pebalap. Saling mendahului dan ngotot di antara pebalap menyebabkan terjadinya senggolan yang berakibat terjadinya tabrakan beruntun dan menyebabkan lomba sempat dihentikan selama hampir satu jam.

Balapan MotoGP sendiri tidak mengalami penundaan karena adanya interval waktu antara perlombaan Moto2 dengan MotoGP selama lebih satu jam. Pihak otoritas Sepang dan “race direction” bekerja cepat membersihkan “kotoran” oli dan kaca-kaca di trek. Perlombaan yang dihentikan dilanjutkan kembali setelah adanya keputusan “race direction.”

Kecelakaan ini mengingatkan orang pada “crash” yang dialami Marco Simoncelli, dua tahun lalu, yang menyebabkan kematiannya. Peristiwa Simoncelli sempat membuat para penonton bergidik kembali.

Sebagai sirkuit terbaik di Asia, Sepang dalam perhelatannya kali ini, menurut Salahuddin kembali membludak. Diperkirakan, penonton mencapai lebih dari seratus ribu orang selama tiga hari berdasarkan jumlah tiket yang terjual.

Penonton luar negeri terbanyak dari “touris” Indonesia. Sangat kentara dari bahasanya mereka datang dari Batam, Pekanbaru, Medan dan tak ketinggalan dari Aceh. Mereka bergabung dengan para pekerja Indonesia di Malaysia yang hari itu sedang menjalani libur panjang hingga awal pekan depan dalam rangka Idul Adha.

Pertarungan “Trio Spain,” Dani Pedrosa, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo, menurut Salahuddin, berlangsung sengit di awal lomba. Setelah Pedrosa “mendahului’ terjadi saling salip antara Lorenzo dengan Marquez.

Saling jegal ini terjadi beberapa kali, dan menjadi tontonan amat menarik bagi publik di Sepang. Mereka memberi aplaus. Dan kali ini Dani Pedrosa keluar sebagai pemenang, diikuti Marc Marquez sehingga menempatkan Repsol Honda finis berurutan di dua podium teratas.

Balapan di Sepang, Minggu sore WIB, Pedrosa yang start di posisi kelima langsung melesat ke posisi pertama. Setelah sempat disalip Lorenzo, Pedrosa kemudian ada di posisi pertama lagi sedari lap kelima hingga 20 lap berlalu.

Sementara itu juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi, masih terus berada di bawah bayang-bayang trio Spanyol tersebut karena dia kembali hanya menempati peringkat keempat.

Lorenzo, yang start dari urutan keempat, mengawali lomba dengan sangat baik karena dia langsung melejit ke depan, melewati Marquez yang merupakan polesitter, serta Rossi dan Cal Crutchlow di urutan kedua dan ketiga. Pedrosa pun demikian, karena dari urutan kelima dia berhasil mengalahkan tiga pebalap terdepan untuk membuntuti Lorenzo, disusul Marquez dan Rossi.

Hanya berselang tiga lap, Pedrosa, yang terakhir meraih kemenangan pada seri keempat di Perancis, berhasil mengambil alih posisi terdepan. Dia terus membuat gap dengan Lorenzo dan Marquez, yang bertarung sangat seru karena sempat beberapa kali terjadi aksi salip-menyalip, serta nyaris terjadi benturan.

Namun pada lap kesembilan, Marquez berhasil mengalahkan Lorenzo dan juara dunia Moto2 tersebut tak bisa dikejar lagi. Meskipun telah berusaha menggeber tunggangannya, Marquez tak mampu mengejar Pedrosa yang unggul 2,757 detik darinya.

Di belakang empat pebalap tersebut ada Alvaro Bautista, disusul Crutchlow, Bradley Smith, Andrea Dovizioso, serta duo tim CRT, Aleix Espargaro dan Hernandez, yang melengkapi komposisi 10 besar GP Malaysia.

Dengan kemenangan ketiganya musim ini (setelah Spanyol dan Prancis), Pedrosa tak berubah posisinya di urutan ketiga klasemen pebalap dengan 244 poin. Sementara Lorenzo di urutan kedua dengan 255 poin.

Meski cuma finis sebagai runner-up, Marquez melebarkan jarak dengan Lorenzo menjadi 43 poin setelah mengumpulkan 298 poin. Dengan tiga seri tersisa, Marquez bisa mengunci gelar juara dunia MotoGP dengan memenangi balapan berikutnya di Australia.

Dengan hasil seri ke-15 ini, Marquez semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan total 297 poin. Rookie MotoGP ini terus memperlebar peluangnya mencetak sejarah untuk menjadi juara dunia dalam debutnya di kelas premier, karena unggul 42 poin atas Lorenzo, yang menempati urutan kedua.

Komentar