Julukan Baru Rossi, “Pebalap Akhir Pekan

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 September 2015 | 09:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, yang kini memuncaki klasemen sementara MotoGP, hingga seri kedua belas di Silverstone, mendapat predikat baru sebagai “pebalap akhir pekan,” bersamaan dengan gairah lomba yang ia tunjukkan di setiap penampilannya.

Rossi, yang akrab disapa dengan The Doctor, di musim balapan tahun ini menjadi primadona berkat tampilan kompetitifnya setiap menjalani balapan.

Sebutan pembalap akhir pekan semakin melekat pada dirinya.

Seperti ditulis “crash,” 07 September 2015, kini muncul pertanyaan baru kenapa Rossi mampu tampil kompetitif sepanjang dua belas balapan musim ini?

Sebutan pembalap akhir pekan pertama kali muncul dari Jorge Lorenzo.

Juara dunia dua kali yang diketahui adalah rekan setimnya dari tim Movistar Yamaha tak pernah membayangkan sebelumnya jika pemilik nomor 46 bisa tampil kompetitif sepanjang balapan.

Padahal selama sesi latihan dan kualifikasi, dia tak pernah mendapatkan posisi ideal.

Ini seperti mengingatkan pernyataan Kevin Schwantz yang mengatakan: “Juara sejati selalu mampu mengubah keadaan menjadi keuntungan. Dia juga tahu kapan harus mendorong keceparan dan kapan untuk mengelola situasi serta mendapatkan banyak poin.”

Pernyataan Schwantz dibuktikan oleh Rossi ketika menaklukan Silverstone, akhir pekan kemarin. Saat itu juara dunia sembilan kali ini sukses berdiri di podium pertama saat kondisi lintasan basah.

Padahal Rossi, terakhir kali memenangkan balapan basah sepuluh tahun lalu di Donington. Kondisi trek basah memang menjadi tempat favorit bagi pembalap berambut kriwil tersebut. Namun dari mana ia menemukan bakatnya tersebut?

Nah, untuk itu “crash” mengusutnya hingga ke Tavullia, sebuah desa kecil di Italia tempat Rossi bermula berlatih di arena sangat sederhana.

“Pertama, Valentino benar-benar menikmati apa yang dia lakukan, dan ini adalah salah satu rahasia dari karier yang sukses dan panjang. Poin kedua adalah semangat kompetisi dan mau menghadapi tantangan.”

Dengan Valentino, tidak ada pelatihan di peternakan tanpa berakhir dalam perlombaan. Kami juga mengatur acara khusus seperti seratus kilometer dari Ranch, sebuah lomba ketahanan yang memiliki semua pengendara peternakan dan banyak teman yang terlibat,” ungkap Albi seperti dikutip crash dari Cycleworld

Keberadaan pembalap muda di VR46 Academy juga memainkan peran penting. Pasalnya, itu memberikan motivasi ekstra untuk Rossi.

“Targetnya adalah untuk meningkatkan bakat muda Italia dan memberi mereka kesempatan untuk bersinar,” kata Rossi.

Idenya muncul setelah mengadopsi pemikiran Federasi balap Italia pada 1990-an. Di mana mereka berhasil menghasilkan juara dunia, seperti Loris Capirossi, Max Biaggi dan Valentino Rossi, sebelum mereka dibayangi oleh Spanyol.

Itulah sedikit cerita tentang keberhasilan Rossi mengaspal sepanjang musim ini. Jika pemimpin klasemen sementara MotoGP mampu menjaga konsistensi di sisa enam balapan terakhir musim ini, maka ia akan keluar sebagai pemenang pada 2015 sekaligus merebut trofi juara dunia kesepuluh.

Komentar