Impresif Marc Marquez dalam Ancaman

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Januari 2015 | 08:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Repsol Honda mulai meragukan impersifitas Marc Marquez di MotoGP 2015, yang akan dimulai di Sirkuit Losail, Qatar, pada 29 Maret 2015, bersamaan dengan munculnya empat “rookie” baru dan kuatnya tantangan dari tiga pesaingnya, Rossi, Lorenzo dan Pedrosa.

Tantangan itu akan terlihat pada latihan resmi pertama MotoGP 2015, yang akan berlangsung selama tiga hari di Sirkuit Sepang, Malaysia, pekan pertama Februari 2015.

Keraguan tim Repsol Honda ini sangat beralasan karena di luar persaingan empat pebalap dari dua tim unggulan, musim balap tahun ini ditandai pula kehadiran pendatang baru MotoGP.

Ada empat pebalap yang akan menjadi peserta baru balap MotoGP tahun ini dan dua pebalap veteran yang kembali ke arena MotoGP yaitu Marco Melandri dan Alex de Angelis.

Para rookie itu adalah Jack Miller, Loriz Baz Eugene Laverty, dan Maverick Vinales.

Miller, adalah rookie yang paling menonjol dari tiga rekannya. Pebalap LCR Honda itu melakukan lompatan besar dari Moto3 ke MotoGP tahun ini. Pebalap asal Australia itu akan berkawan dengan pebalap Inggris, Cal Cruthchlow untuk mengenderai Honda RC213V-RS milik LCR Honda.

Lompatan itu akan menjadi tantangan bagi Miller untuk meneruskan tradisi emas Australia yang menghasilkan juara balap seperti Michael Doohan dan Casey Stoner.

Kepala tim Repsol Honda, Livio Suppo, secara serius mengatakan, tidak yakin Marc Marquez bisa mendominasi jalannya balapan MotoGP 2015 seperti musim lalu.

Suppo menganggap kehadiran duo Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, bisa mengancam peluang juara Marquez.

Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Suppo mengaku pesimistis Marquez bisa mengulangi sukses seperti musim lalu. Suppo menganggap Marquez sebagai salah satu underdog di MotoGP 2015.

“Meski Marquez menguasai musim lalu, tapi kami menyadari kompetisinya sangat tinggi. Di paruh kedua musim, Lorenzo tampil luar biasa, begitu juga Rossi,” ucap Suppo.

Rossi dan Lorenzo memang mampu bangkit di paruh kedua musim MotoGP 2014. Keduanya berhasil meraih masing-masing dua kemenangan di enam seri terakhir.

Suppo sendiri mensyukuri Honda bisa memiliki Marquez. Pasalnya, saat Casey Stoner memutuskan pensiun pada akhir 2012, pihak Honda sempat khawatir. Terlebih Dani Pedrosa selalu gagal bersaing sejak naik ke kelas MotoGP pada 2006.

“Kami beruntung setelah kehilangan Casey Stoner, karena kami bisa cepat menemukan talenta lainnya dalam diri Marquez,” ucap Suppo.

Di dunia balap MotoGP, Marc Marquez adalah sosok muda yang perkasa dengan motor Honda tunggangannya.

Mampu mempertahankan tahta juara MotoGP pada musim 2014 di usia 22 tahun menjadikan pemuda asal Spanyol itu bisa menggeser para pendahulunya untuk menjadi legenda baru.

Marquez sendiri punya formula untuk menjadi legenda: dukungan mesin nomor wahid dan gaya membalap yang berani. Ia berani memacu motor di tikungan dengan kecepatan tinggi dan kemiringan ekstrem hingga kerap terlihat lututnya mencium aspal.

Di musim balap 2014, Marquez berhasil memecahkan rekor kemenanganan grand prix terbanyak dalam satu musim yang semula dipegang Doohan.

Maka lupakanlah Mike Doohan, lupakan Alex Criville, dan lupakan Valentino Rossi. Sejak tahun 2014 kedigdayaan yang pernah mereka lakukan menjadi kecil di hadapan Marquez serta mesin hondanya.

Lalu siapakah yang mampu mengalahkan dia di musim balap 2015 ini? Dapatkah Marquez mempertahankan titel juara pada musim balap 2015 untuk yang ketiga kalinya?

Satu nama yang pada 2015 nanti dianggap paling mampu mengganggu kedigdayaan Marquez adalah pembalap yang merajai MotoGP pada satu dekade lalu, Valentino Rossi.

Penggemar MotoGP mungkin paham bagaimana pembalap Italia ini merajai MotoGP dengan gaya beraninya dan piawai melibas sirkuit yang diguyur hujan.

Rossi memang dikenal sebagai seorang raja hujan–bahkan ketika ia masih berada di kelas kedua dan ketiga balap.

Gayanya berbeda dengan Alex Criville, Mike Doohan, dan Gary McCoy dikenal dengan gaya pengereman yang membuat sudut sempit karena ban belakang seolah meluncur saat di tikungan atau dikenal dengan istilah sliding.

Rossi yang telah berlaga di MotoGP selama 16 tahun–dan kemarin berhasil menjadi runner up di bawah Marquez–akan kembali mengancam eksistensi Marquez sebagai juara bertahan.

Sebenarnya Rossi sempat mengutarakan niat untuk pensiun sebelum memulai musim 2014. Namun, mantan pebalap Ducati itu memperpanjang kontrak dengan Movistar Yamaha dan terus bertandem dengan Juara Dunia dua kali (2010 dan 2012) Jorge Lorenzo.

Rossi bahkan menyatakan rival paling sulit yang pernah dihadapinya adalah Marquez, dan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Lorenzo.

Namun, jangan lupakan rekan satu tim Marquez di Repsol Honda, Daniel Pedrosa. Walaupun belum pernah menjadi juara dunia sejak naik kelas ke MotoGP, Pedrosa tetap menjadi pebalap yang diperhitungkan tahun ini.

Komentar