Repsol Honda Takut Kehilangan Marquez

Penulis: Darmansyah

Jumat, 24 November 2017 | 08:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Rumor kepindahan Marc Marquez ke Movistar Yamaha makin ramai saja bersamaan dengan pensiunnya Valentino Rossi tahun mendatang, dan kala  itu kontrak Marquez dengan Repsol Honda akan berakhir.

Isu kepergian Marquez dari Honda ini menjalar sangat cepat dan membuat mantan team principal Repsol Honda, Livio Suppo,  angkat bicara.

Suppo mengaku tak bisa menahan Marc Marquez untuk pindah.

Namun, dia berharap sang pebalap belajar dari kegagalan Jorge Lorenzo sebelum membuat keputusan terkait masa depan di MotoGP.

Marquez selalu membela Honda sejak debut di MotoGP pada empat tahun silam Bersama pabrikan Jepang itu, Marquez berhasil meraih empat gelar MotoGP dalam lima musim.

Namun, kontrak Marquez dengan Honda akan habis pada akhir tahun mendatang.

Situasi itu memicu rumor kepindahan Marquez ke pabrikan lain. Selain Yamaha, salah satu pabrikan yang juga dikabarkan berambisi merekrut Marquez adalah KTM.

Pabrikan Austria itu disebut-sebut siap menyodorkan kontrak besar untuk merayu Marquez agar bersedia meninggalkan Honda.

Suppo mengaku tak punya hak memaksa Marquez bertahan di Honda. Namun, pria asal Italia itu berharap Marquez bertahan di Honda minimal dua tahun lagi.

“Menurut saya akan lebih menguntungkan bagi Marc jika dia tetap di Honda pada 2019 dan 2020. Sepengetahuan saya, Marc bukan pebalap mata duitan. “

“Dia tak pernah mempermasalahkan soal uang. Buktinya, dia masih tinggal dan membayar pajak di Spanyol. Mungkin pebalap Spanyol yang seperti itu cuma dia,” kata Suppo kepada Marca.

“Uang memang salah satu cara pabrikan untuk menghargai seorang pebalap. Namun, uang bukan prioritas Marc. Dia nyaman di Honda. Jika memutuskan hengkang, hanya dia yang tahu alasannya,” ujar Suppo.

Menurut Suppo, uang tak bisa membeli gelar juara dunia. Suppo memberi contoh kasus Lorenzo.

Lorenzo meninggalkan Yamaha pada akhir tahun lalu untuk bergabung dengan Ducati. Juara dunia MotoGP tiga kali itu diikat dengan kontrak yang nilainya sangat besar. Lorenzo diharapkan bisa kembali membawa Ducati menjadi pabrikan juara.

Namun, alih-alih bersaing merebut gelar, Lorenzo malah kesulitan. Bahkan, dia kalah bersaing dari rekan setimnya sendiri, Andrea Dovizioso.

“Gigi Dall’Igna (Bos Ducati) mengatakan mereka ingin masuk dalam pertarungan perebutan gelar pada MotoGP  musim ini.”

“ Namun, Ducati malah melakukannya bukan dengan uang yang telah mereka keluarkan. Lorenzo kini berada dalam situasi yang memalukan. Jika tahun depan dia kembali kalah dari Dovi, harga pasarnya akan turun. Saya tak tahu bagaimana nasibnya nanti,” kata Suppo.

Sementara itu, menurut situs Motorsport, nilai kontrak Marc Marquez di Honda saat ini adalah sembilan juta euro atau seratus empat puluh tiga miliar rupiah per tahun.

Bayaran Marquez jauh di bawah Lorenzo yang disebut-sebut mendapatkan empat belas juta euro  per tahun di Ducati.

Namun begitu, menurut  Suppo  Honda sudah mempersiapkan cara jitu agar juara dunia MotoGP empat kali, Marc Marquez bertahan.

Mantan team principal Repsol Honda tersebut mengatakan Marquez bakal disodori kontrak dengan nilai luar biasa.

Marquez selalu membela Honda sejak debut di MotoGP pada 2013. Bersama Honda, Marquez berhasil meraih empat gelar dalam lima tahun.

Dalam beberapa pekan terakhir, media-media Eropa ramai menghubungkan Marquez dengan KTM.

Pebalap asal Spanyol itu dan KTM memiliki sponsor yang sama, yaitu Red Bull.

Suppo tak terkejut melihat rumor terkait masa depan Marquez. Dia menganggap Marquez wajar menjadi incaran pabrikan lain mengingat statusnya sebagai pebalap top.

“Marc merupakan pebalap terbaik di MotoGP pada saat ini. Dia tak tergantikan. Kami tahu semua pabrikan pasti menginginkan Marc dan itulah alasan mengapa Honda merasa sangat beruntung bisa memiliki dia,” kata Suppo kepada motorsport.com.

Suppo menambahkan, Honda akan melakukan segalanya untuk mempertahankan Marquez, termasuk mengeluarkan bayaran besar. Dia mengklaim Honda tak ingin mengulangi kesalahan ketika kehilangan Valentino Rossi pada dua ribu”

“ Kala itu, Honda dinilai kurang menghargai Rossi sehingga The Doctor akhirnya pindah ke pabrikan rival, Yamaha.

“Ada dua faktor yang akan menentukan perpanjangan kontrak Marc, yaitu hasrat jadi juara bersama pabrikan lain dan performa motor baru Honda. Secara finansial, saya rasa Honda tak punya masalah untuk memberikan tawaran menggiurkan kepada Marc,” ujar Suppo.

Komentar