Honda Tak Sulit Layani Lorenzo – Marquez

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Oktober 2018 | 12:35 WIB

Dibaca: 2 kali

Tim Repsol Honda menampik anggapan Valentino Rossi beberapa waktu lalu yang menyatakan Honda bakal kesulitan mengatur dua rider gaek Jorge Lorenzo dan Marc Marquez dalam satu paddock.

“Honda akan menyediakan material terbaik untuk keduanya. Mereka adalah profesional hebat dan saya yakin bahwa perilaku mereka akan baik”

“ Mengagumkan, melihat Lorenzo menjadi rekan Marquez adalah tantangan yang tidak akan diterima semua orang. Untuk mengatakannya, Anda harus sangat berani dan percaya diri,” timpal Manajer tim Repsol Honda Alberto Puig.

Bergabungnya Lorenzo ke Honda pada MotoGP 2019 memang menimbulkan banyak pertanyaan.

Selain mendapat cap sebagai “the Dream Team”, Honda juga dipertanyakan apakah bakal mampu melayani keinginan dua rider juara dunia tersebut secara baik. Terutama meminimalisir konflik.

Tapi lagi-lagi Puig meyakinkan, Lorenzo dan Marquez bakal akur di paddock.

“Apalagi, sebelum memutuskan menggandeng Lorenzo kita lebih dahulu berkonsultasi dengan Marquez dan dia memberi lampu hijau dengan harapan Honda akan lebih hebat lagi,” pungkas Puig.

Pembalap berjuluk X-Fuera akan mulai mengendarai Honda RC213V tahun depan sekaligus menjadi rekan Marquez dengan racing suit berkelir putih dengan aksen lis oranye.

Sebelumnya Lorenzo sudah menegaskan bahwa Marquez bukan musuhnya.

Jorge Lorenzo tidak menganggap Marc Marquez sebagai musuh meski sempat beda pendapat usai insiden di MotoGP Aragon

Hubungan Lorenzo dan Marquez sempat memanas usai MotoGP Aragon. Lorenzo menuntut juara bertahan MotoGP itu untuk minta maaf karena dianggap sengaja menutup jalurnya di tikungan jatuh hingga mengalami kecelakaan.

Satu hari kemudian Lorenzo memastikan masalahnya dengan Marquez sudah selesai. Hal itu diungkapkan Lorenzo setelah Marquez menghubungi mantan pebalap Movistar Yamaha itu untuk menyelesaikan masalah.

Lorenzo kini memastikan hubungannya dengan pebalap berjuluk The Baby Alien itu sudah tidak ada masalah. Juara dunia MotoGP tiga kali itu mengatakan Marquez bukan musuhnya meski kedua pebalap sempat beda pendapat.

“Bahwa kami beda pendapat terkait insiden dan saya mengungkapkan pandangan saya, bukan berarti kami musuh. Tidak ada perang yang dibuka, dan kami tetap rival [di atas trek],” ucap Lorenzo dikutip dari Marca.

Lorenzo mendapat dukungan dari mantan juara dunia SuperBike Troy Corser yang menganggap Marquez dengan sengaja menutup jalur di tikungan pertama MotoGP Aragon. Lorenzo pun mengucapkan terima kasih atas dukungan Corser.

“Terima kasih atas dukungan Anda, sangat sulit untuk mengerti situasi yang sebenarnya dari tayangan televisi, tapi Anda pasti mengerti karena Anda pebalap dan juara dunia,” ujar Lorenzo.

“Marquez melewati batas, karena dia mengerem terlalu lambat dan tidak ada ruang untuk membelok. Setelah melihat Marquez memasuki tikungan terlalu cepat, saya terpaksa keluar jalur dan masuk ke area yang kotor,” ucap Lorenzo yang akan menjadi rekan setim Marquez di Repsol Honda musim depan.

Jorge Lorenzo  sendiri akan menjajal tim ketiganya di ajang MotoGP pada muisim depan. Namun, pertikaian ketiga dalam kariernya sudah mulai tercium dari pengujung musim ini.

Lorenzo datang ke Yamaha pada MotoGP sepuluh tahun lalu dengan status sebagai salah satu pebalap muda terbaik. Ia langsung bisa tampil kompetitif dan akhirnya mampu jadi juara dunia MotoGP.

Di Yamaha, perseteruan Lorenzo dan Rossi tergambar jelas di musim MotoGP5 ketika keduanya bersaing ketat dalam perburuan titel juara dunia.

Lorenzo harus menerima sejumlah tudingan yang dikeluarkan Rossi, terutama perihal Marc Marquez yang membantu ia untuk jadi juara dunia dengan cara menghalangi The Doctor.

Lorenzo sendiri akhirnya mampu mengungguli Rossi lewat kemenangan di seri terakhir.

Meski terhitung lebih muda, Lorenzo tak gentar untuk perang kata dengan Rossi, terlebih karena ia menyadari Rossi sempat menyeberang ke Ducati selama dua musim.

“Jelas bahwa ada pebalap yang lebih muda dan lebih cepat darinya. Statistik menunjukkan itu dan hal tersebut tentunya membuat ia sedikit frustrasi karena tak bisa memiliki level kecepatan yang sama. Mungkin inilah kesempatan terakhirnya untuk bisa jadi juara dunia.”

“Dia kehilangan kesempatan untuk memenangkan gelar juara dunia ke-sepuluh dan tentunya hal itu sulit diterima,” kata Lorenzo selepas MotoGP Valencia seperti dikutip dari Marca.

Lorenzo membuat keputusan besar dengan bergabung ke Ducati pada MotoGP tahunnlalu. Ducati belum punya pebalap andalan yang bisa memaksimalkan motor sehingga Lorenzo menerima bayaran termahal saat itu.

Kedatangan Lorenzo di Ducati tak berjalan mulus. Ia tak mampu tampil menggigit di musim awal sedangkan Andrea Dovizioso justru mampu jadi runner up.

Situasi yang berbalik itu yang kemudian memunculkan tensi panas di antara keduanya pada MotoGP, terutama di pertengahan musim saat Lorenzo juga sudah mampu memenangkan seri MotoGP bersama Ducati.

“Dia memenangkan dua seri. Namun, memenangkan dua seri tidak menyelesaikan masalah selama satu setengah musim. Lorenzo tidak dikontrak untuk memenangkan dua seri,” kata Dovizioso.

Lorenzo tidak tinggal diam dan langsung memberikan respons pada serangan Dovizioso.

“Dia coba merendahkan apa yang saya dapat atau sekadar menyerang saya. Seperti yang kalian lihat. Kini dia mengatakan metode saya tidak bagus menurutnya. Saya rasa metode saya tidak terlalu buruk. Saya memenangkan tiga titel juara dunia MotoGP dan meraih 46 kemenangan seri.”

“Saya mungkin harus melihat metode miliknya di musim terbaiknya, dengan segala hal berjalan sempurna, ia hanya ada di posisi kedua. Di samping itu, dia biasanya ada di posisi keempat atau ketujuh,” tutur Lorenzo mengeluarkan kalimat sindiran seperti dikutip dari Motorspor

Komentar